Mencari identitas Bandung di Kota Bojonegoro cukup mudah. Tapi, mencari identitas Bojonegoro di Kota Bandung? Hehe
Identitas Bandung di Kota Bojonegoro sangat banyak. Mulai roti bakar, cimol, siomay, cilok, hingga pekerja migas yang mengadu nasib di Bojonegoro, jumlahnya tak bisa dihitung jari saking banyaknya.
Tapi, bagi kamu yang ingin tahu identitas Bojonegoro di Kota Bandung, tentu agak sulit. Bagi kamu yang sedang berada di Kota Bandung bisa dikatakan mudah ketika mencari identitas suatu daerah seperti Lamongan dan Madura.
Namun, pernahkah iseng untuk mencari identitas kabupaten yang konon sebagai lumbung pangan dan energi ‘Bojonegoro’ di Ibu Kota Priangan ‘Bandung’ atau Kota Kembang?
Hmmm…ketika saya menelusuri Jalan Ganesha yang dipopulerkan Imam Besar The Panas Dalam dan kawan-kawannya, belum menemukan Bojonegoro. Yang ada di Jalan Gensha, pohon besar yang rindang, orang-orang yang berjualan, bangunan tua, dan lain sebagainya.
Secara tidak sengaja, pada suatu siang menjelang senja, dalam balutan gerimis Kota Kembang, ada tulisan ‘Bojonegoro’ yang terlintas di mata. Pada waktu itu, saya berada di angkot, mau silaturahim ke rumah kawan yang berada di sekitar perbatasan Bandung dengan Sumedang.
Saya menurunkan kaca angkot langsung ketika melihat tulisan “Bojonegoro”. Kebetulan pada waktu itu, naik di bagian depan bersama sopir. Nah, ini salah satu di antara beberapa identitas Bojonegoro yang bisa Nabsky temui di Kota Kembang, yaitu kripik singkong khas Bojonegoro.
Sayangnya, saya belum sempat beli plus ngobrol dengan penjual kripik singkong tersebut. Bisa Nabsky temui di sekitar Terminal Cicaheum, Antapani, dan lain sebagainya.
Rata-rata memiliki bentuk gerobak yang sama, warna putih. Dan ada tulisan “Kripik Singkong Bojonegoro” di bagian atas. Itulah, Nabs, secuil identitas Bojonegoro di Kota Kembang. Tentu, masih banyak identitas yang lainnya. Para pekerja, mahasiswa dengan dialek jonegoroan, dan tentunya Samsul Arif yang pernah merumput bersama Persib.








