Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mempersiapkan Masyarakat Sains-Sastra Indonesia

Nirwan Ahmad Arsuka by Nirwan Ahmad Arsuka
09/10/2020
in JURNAKULTURA
Mempersiapkan Masyarakat Sains-Sastra Indonesia

Sains dan sastra beririsan di satu wilayah yang sangat penting : story telling. Dengan story tellinglah, kebudayaan dan peradaban ummat manusia bisa tumbuh dan berkembang.

Sains adalah sistem pengetahuan terbuka yang menggabungkan penghormatan tertinggi akal budi pada kenyataan, dengan pengakuan paling rendah hati dari akal budi atas keterbatasannya sendiri.

Sains bisa berkembang karena kenyataan semesta ternyata bisa dipahami secara bertahap oleh akal budi yang dibantu dengan perangkat penyelidikan ilmiah yang dikembangkan semakin hebat.

Sains yang berusaha mencari kebenaran tentang semesta kenyataan itu, tumbuh dari percakapan antara akal budi dan kenyataan semesta. Percakapan yang masih terus berlangsung ini adalah percakapan yang terbuka untuk semua manusia, tanpa memandang latar belakang dan identitas manusia tersebut.

Dari percakapan yang tak selalu berlangsung lancar itu, ummat manusia sudah berhasil mendapatkan banyak pengetahuan yang berguna untuk memperbaiki kehidupan dan martabat umat manusia.

Adalah sains dan teknologi yang membantu manusia memerangi kelaparan dan penyakit, memperpanjang harapan hidup dan mengikis kemiskinan di berbagai penjuru.

Meskipun manfaat sains dan teknologi demikian nyata, namun pengembangan sains dan teknologi di negeri kita masih kerap tersendat. Pemerintah tampak belum sungguh-sungguh mendorong pengembangan dan penguasaan sains yang sangat berpengaruh pada kedaulatan dan masa depan sebuah bangsa.

Masyarakat luas pun belum benar-benar memahami cara kerja dari sains dan belum tergerak untuk ikut menumbuhkan perangai ilmiah (scientific temper) yang sangat penting bagi peningkatan kekuatan masyarakat dan republik.

Masyarakat Indonesia sebenarnya punya kemampuan berpikir yang menakjubkan. Peninggalan sejarah yang memukau mulai dari monumen fisik seperti Candi Borobudur hingga monumen kognitif seperti Epik I La Galigo adalah bukti bahwa masyarakat Indonesia sesungguhnya memiliki kemampuan akal budi yang luar biasa.

Keadaanlah yang agaknya membuat kemampuan akal budi yang hebat itu tak berkembang menjadi budaya ilmiah.

Beberapa hal yang tersebut di atas hanya sebagian kecil dari masalah yang tengah kita hadapi, yang memanggil kita untuk berjejaring dan bergerak bersama.

Amukan wabah global Covid-19 ini adalah momentum untuk menata langkah bersama buat pemajuan sains di tanah air dan untuk memperbesar sumbangan kita dalam pengembangan pengetahuan ilmiah dunia yang merupakan khazanah paling berharga yang dibangun ummat manusia.

Karena itu, kami mengundang kawan-kawan untuk membincangkan situasi mutakhir sains dan budaya kontemporer kita, dan menjajaki pembentukan jaringan “masyarakat sains-sastra indonesia” yang menautkan lembaga-lembaga sains dan kebudayaan milik pemerintah dengan kelompok-kelompok warga yang peduli pada perkembangan sains dan teknologi.

Meskipun kita yang berkumpul dan akan bikin jejaring ini semuanya peduli sains dan pemikiran kritis, namun tak semua kita bekerja sebagai saintis. Tapi kita semua punya apresiasi pada sastra, dan bekerja dengan tulisan.

Dan karena sastra lebih dikenal masyarakat luas: untuk membangun watak ilmiah di kalangan yang luas, kita jelas perlu bantuan sastra. Lagi pula sains dan sastra itu beririsan di satu wilayah yang sangat penting : story telling. Dengan story tellinglah kebudayaan dan peradaban ummat manusia bisa tumbuh dan berkembang.

Tags: Nirwan ArsukaSainsSastra
Previous Post

Saat Athok dan Saya Memancing Perkara Ghaib di Rawa Kutuk

Next Post

Di Balik Aksi 8 Oktober "Bojonegoro Menggugat"

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

12/04/2026
Seorang Pemuda di Rembang Jadikan Bibit Mangga sebagai Mahar Pernikahan

Seorang Pemuda di Rembang Jadikan Bibit Mangga sebagai Mahar Pernikahan

12/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: