Dalam rangka memperkenalkan potensi Geopark Kayangan Api sebagai aset geowisata unggulan Bojonegoro ke kancah nasional dan internasional, Kelompok KKN Tematik Kolaboratif 18 Universitas Bojonegoro (Unigoro) memproduksi sebuah video promosi berbasis drone dengan dubbing berbahasa Inggris dan subtitle bahasa Indonesia. Proses perekaman dilakukan langsung di area Geosite Kayangan Api Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro pada selasa, (05/08/2025).
Mengangkat tema “Pengembangan Potensi Geopark Lokal untuk Pemberdayaan Masyarakat”, video ini merupakan salah satu inovasi dari mahasiswa KKN-TK 18 Unigoro untuk mendukung visi edukasi dan promosi geowisata yang inklusif, kreatif, serta berorientasi global. Tim multimedia KKN memanfaatkan teknologi drone untuk menampilkan lanskap Kayangan Api dari udara secara sinematik, menyoroti fenomena api abadi, jejak sejarah Empu Supa, serta keunikan budaya lokal yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Video berdurasi sekitar 3 menit ini dilengkapi dengan narasi berbahasa Inggris guna memudahkan wisatawan mancanegara memahami nilai-nilai penting dari Kayangan Api sebagai bagian dari warisan geologi Indonesia. Di sisi lain, subtitle bahasa Indonesia tetap disematkan agar masyarakat lokal tetap dapat memahami dan meresapi konten edukatif yang disampaikan.
M. Qafid Jalaludin selaku ketua kelompok KKN-TK 18 menyampaikan, kami berharap video yang kami produksi menjadi kampanye digital dan bisa menjadi alat promosi pemerintahan desa. Hingga menuju kancah internasional.
“Kami ingin video ini tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga alat kampanye digital yang berdampak. Dengan format bilingual, video ini bisa digunakan dalam promosi pariwisata oleh pemerintah desa, dinas pariwisata, bahkan untuk dipresentasikan dalam forum nasional atau internasional,” ujar M. Qafid Jalaludin, Ketua Kelompok KKN-TK 18.
Qafid lebih lanjut menjelaskan, Kegiatan ini selaras dengan serangkaian program yang telah dilakukan sebelumnya oleh kelompok KKN-TK 18, seperti edukasi geopark di sekolah-sekolah, pendampingan UMKM lokal, hingga keterlibatan dalam acara budaya Ruwat Nuswantoro. Seluruh rangkaian tersebut mendukung misi utama KKN tahun ini, yaitu pemberdayaan masyarakat melalui penguatan potensi lokal dan digitalisasi promosi wisata.
“program-program yang kami lakukan sebelumnya, seperti edukasi geopark di sekolah-sekolah dan juga melakukan pendampingan UMKM lokal, dan terlibat dalam berbagai rangkaian acara di desa,” tandansnya.
Pihak Universitas Bojonegoro melalui LPPM juga mengapresiasi inisiatif ini, menyebut video tersebut sebagai langkah nyata dalam mendukung transformasi geowisata berbasis masyarakat. Dalam kunjungan evaluasi KKN, para dosen pembimbing menyatakan bahwa pendekatan promosi visual seperti ini efektif meningkatkan literasi wisata baik bagi warga lokal maupun wisatawan asing.

“Langkah-langkah kreatif semacam ini penting agar potensi lokal seperti Geopark Kayangan Api bisa dikenal lebih luas. Harapannya, keberlanjutan promosi ini dapat ditangkap oleh stakeholder pariwisata setempat,” ujar perwakilan dosen pembimbing saat monitoring kegiatan.
Hingga saat ini, proses pascaproduksi tengah berlangsung dan video ini direncanakan akan dipublikasikan melalui berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, dan media lokal, sekaligus diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) sebagai media promosi resmi.








