Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Merasakan Sensasi Kuliner Palembang di Bojonegoro

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
31/07/2019
in Destinasi

Ada beberapa jenis kuliner Palembang yang bisa ditemukan di Kabupaten Bojonegoro. Contohnya adalah Pempek dan Tekwan yang merupakan makanan khas Palembang. Kedua kuliner tersebut bisa didapatkan di sebuah kedai kecil di Perempatan Pasar Ngumpak Dalem, Bojonegoro.

Kuliner Nusantara memang sangat banyak jenisnya. Tiap daerah di Indonesia pasti memiliki kuliner khas masing-masing yang tak hanya lezat tapi juga otentik. Contohnya adalah Palembang di Provinsi Sumatera Selatan.

Palembang dikenal sebagai penghasil kuliner nikmat di Indonesia. Kuliner khas Palembang bisa dengan mudah ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk Kabupaten Bojonegoro.

Kuliner Palembang yang bisa dengan mudah dijumpai di Bojonegoro adalah Pempek atau Empek-empek. Pempek merupakan makanan yang terbuat dari ikan dan campuran tepung. Biasanya disantap dengan kuah yang rasanya agak masam.

Ada beberapa tempat di Bojonegoro yang bisa didatangi untuk menjajal kenikmatan Pempek. Seperti di depan SMPN 5 Bojonegoro, depan SMAN 4 Bojonegoro, hingga Pempek Kita di Jalan Panglima Polim, Bojonegoro.

Selain Pempek, ada pula Tekwan yang juga bisa ditemukan di Bojonegoro. Lokasinya berada di perempatan Pasar Desa Ngumpak Dalem. Kedai yang juga berjualan Pempek tersebut milik Zaenal Abidin.

Kedai Tekwan Abah tersebut memang belum lama berdiri. Tepatnya awal Juli 2019. Namun sejak dibuka, kedai yang punya warna dominan kuning tersebut ramai dengan pembeli.

Tekwan merupakan makanan yang sekilas mirip bakso. Bedanya, bentuk Tekwan tidak bulat sempurna dan bahan utamanya adalah ikan bukan daging sapi seperti bakso kebanyakan.

Ada yang unik dari penganan khas Palembang ini. Tekwan berasal dari kata “Berkotek Samo Kawan”, yang dalam bahasa Palembang artinya duduk ngobrol bersama teman atau kawan. Jadi, nama Tekwan berasal dari sebuah akronim unik bahasa Palembang.

Zainal Abidin mengatakan jika resep Tekwan yang dijualnya asli dari Palembang langsung. Sang Istri yang merupakan warga asli Palembang secara khusus meracik resep Tekwan dan Pempek yang dijual ke pelanggan.

“Istri saya asli Palembang dan dia yang meracik resep. Awalnya iseng berjuakan online. Karena makin ramai yang pesan, kami akhirnya buka kedai ini,” ujar pria berusia 40 tahun tersebut.

Menurut Zaenal, Tekwan buatannya menggunakan ikan segar yang didatangkan langsung dari Tuban. Bumbu-bumbu tertentu pun juga langsung dibeli dari Palembang.

Rasa ikan langsung terasa di lidah saat menikmati Tekwan ini. Cita rasa segar semakin terasa lewat kuah bening dengan campuran timun dan bihun. Kenyang dan menyegarkan.

Ada beberapa modifikasi dan penyesuaian yang diterapkan oleh Zaenal pada Tekwan yang dijualnya. Contohnya adalah penggunaan timun untuk menggantikan bengkoang.

“Tekwan asli Palembang itu pakai bengkoang sebagai pelengkap. Namun sengaja saya ganti dengan timun biar sesuai dengan lidah orang Bojonegoro,” kata pria yang tinggal di Perumahan Ngumpak Dalem tersebut.

Selain Tekwan, ada pula Pempek yang dijual di kedai tersebut. Mulai dari Pempek Kapal Selam hingga Lenjer. Pempek di kedai milik Zaenal ini pun menggunakan kuah cuko khas Palembang yang punya perpaduan rasa pedas dan masam.

Harga untuk Tekwan dan aneka Pempek di Kedai milik Zainal ini cukup bervariasi. Untuk seporsi Tekwan dibanderol dengan harga Rp 7 ribu. Sedangkan untuk Pempek mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 11 ribu. Harga yang tentunya cukup terjangkau bagi masyarakat Bojonegoro.

Jika tertarik untuk mencicipi kuliner khas Palembang yang ada di Bojonegoro, Nabsky bisa langsung datang ke Kedai Abah Alif yang berada di Perempatan Pasar Ngumpak Dalem. Tak sampai Rp 10 ribu, kamu sudah bisa mencicipi Tekwan maupun Pempek khas Palembang.

Tags: Kuliner Khas BojonegoroKuliner Khas Palembang
Previous Post

Laga Kandang Lawan PSG, Persibo Wajib Menang

Next Post

Mengenal 5 Pemain Senior Persibo di Liga 3 Jatim 2019

BERITA MENARIK LAINNYA

Mengunjungi Janjang, Saksi Lahirnya Industri Minyak Bumi di Blora dan Bojonegoro
Destinasi

Mengunjungi Janjang, Saksi Lahirnya Industri Minyak Bumi di Blora dan Bojonegoro

30/05/2026
Mesquita De La M-30: Masjid dan Pusat Budaya Islam di Madrid Spanyol
Destinasi

Mesquita De La M-30: Masjid dan Pusat Budaya Islam di Madrid Spanyol

09/04/2026
‎Baabus Shofa, Masjid dengan Pintu yang Selalu Terbuka
Destinasi

‎Baabus Shofa, Masjid dengan Pintu yang Selalu Terbuka

06/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: