Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mesigit Jipang, Punjer Islam Era Majapahit

Totok Supriyanto by Totok Supriyanto
18/02/2024
in Destinasi, Headline
Mesigit Jipang, Punjer Islam Era Majapahit

Mesigit Jipang jadi bukti ilmiah betapa besarnya peradaban islam di era Majapahit. Seperti dawuh Gus Dur: tempat ini melengkapi posisi Mesigit Tebon sebagai sepasang gerbang yang dibangun Mbah Jumadil Kubro.

Perjalanan telah sampai ke lokasi reruntuhan mesigit atau masjid Jipang. Tempat ini barangkali jarang terdengar dan benar-benar sudah dilupa bagi sebagian besar orang Blora atau bahkan masyarakat Jipang sendiri. Orang akan lebih condong dan terkesima dengan Gedong Ageng Jipang, yang konon, adalah lokasi makam Arya Penangsang, tokoh kesatria perang itu.

Seperti buruk sangka yang lebih sulit dilupa daripada prasangka baik, Gedong Ageng mungkin didedikasikan oleh Solo untuk legenda yang menyimpan karma atau dendam, atas kehadiran Kasultanan Islam di pedalaman Jawa, sehingga secara kolektif lebih mudah untuk diingat.

Baca Juga: Mesigit Tebon, Peradaban Islam Sebelum Wali Songo di Bojonegoro

Sedangkan Mesigit Jipang, hadir membawa pesan damai dengan meminta ampunan lewat do’a-do’a, dan mencoba menyucikan kasta-kasta bhatara seluruh Jawa. Dalam dualisme itu, agaknya memaksa kita untuk menoleh lebih jauh ke belakang hari, ketika semangat naungan dan perlindungan telah digaungkan berkali-kali bagi masyarakat yang terberai karena teritori, dengan simbol payung; pohon kehidupan yang tumbuh di atas air suci.

Di era ketika Erlangga, Wisnuwardhana, juga Tribuwana turut memberkati tanah Brahmana sebagai tanah Sima; tempat suaka bagi para pengembara. Khasanah penyatuan yang terhimpun pada Benawa Sekar di akhir kejayaan Majapahit lebih dirasa sebagai “suaka perahu” yang diperkenalkan kembali oleh Ulama Gresik dan Surabaya di Bengawan untuk akhirnya bersandar kali pertama di Jipang.

Di sinilah awal Mesigit Jipang dibangun, sebagai tempat perlindungan, ia berdiri seakan-akan mengambang di atas air, dengan atap tajuk tingkat tiga. Seperti halnya “tiga tangga langit”, tingkat bagi Nabi, bagi Sahabat, dan bagi para Wali; Mesigit Jipang memandu gerakan dari gunung, bukit, dan lembah, atau menjaga aliran mata air, sungai dan pesisir.

Bagaimanapun, Mesigit Jipang benar-benar berdiri di atas Sima, dan sekaligus awal bagaimana Masjid Jawa disucikan bagi mereka yang mengingat Sang Pemilik Singgasana langit dan dunia. Dilingkari kolam dengan air setinggi lutut, berpondasi dari bata merah, diteruskan dengan tembok setinggi satu depa, berhias keramik dari penjuru bumi dan segala zaman menjadi pemandangan terluar dari Masjid ini, sementara hiasan sulur-sulur semacam antefiks menempel di masing-masing sudut mencoba mengesankan keseimbangan.

Saka, lantai dan dinding berbahan kayu Jati terkuat dari Semanggi, di bukit tertinggi yang lama dipercaya menjadi pakubumi “Medang Kamulan”. Tidak besar dan tidak semegah istana raja, tetapi Masjid Jipang laksana sebuah perahu yang masuk melalui Bengawan Sore, dengan nakhoda seorang Ulama Jawi, seseorang yang pasti dekat dengan Wali Gresik dan Wali Ngudung dan Sultan Pajang di kemudian hari.

 

Penulis merupakan arkeolog dan peneliti dari Blora Bhumi Budaya Institute. 

Tags: Makin Tahu IndonesiaMesigit JipangMesigit TebonNagari Jipang
Previous Post

Kondang Kusumaning Ayu, Calon Senator Introvert yang Misterius

Next Post

Nagari Jipang, Cikal Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Mengunjungi Janjang, Saksi Lahirnya Industri Minyak Bumi di Blora dan Bojonegoro
Destinasi

Mengunjungi Janjang, Saksi Lahirnya Industri Minyak Bumi di Blora dan Bojonegoro

30/05/2026
Mesquita De La M-30: Masjid dan Pusat Budaya Islam di Madrid Spanyol
Destinasi

Mesquita De La M-30: Masjid dan Pusat Budaya Islam di Madrid Spanyol

09/04/2026
‎Baabus Shofa, Masjid dengan Pintu yang Selalu Terbuka
Destinasi

‎Baabus Shofa, Masjid dengan Pintu yang Selalu Terbuka

06/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: