Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Pasaran, Permainan Tradisional Anak Perempuan yang Melegenda

Bakti Suryo by Bakti Suryo
13/07/2019
in JURNAKULTURA
Pasaran, Permainan Tradisional Anak Perempuan yang Melegenda

Buat kamu yang hanya akrab dengan kata “pacaran”, ingat, waktu kecil dulu, pasti sering bermain “pasaran”, iya kan? 

Pasaran menjadi Permainan tradisional yang identik anak perempuan. Permainan berbasis masak-masakan dan dagang-dagangan ini dulu sangat populer bagi anak Bojonegoro.

Pasaran berasal dari kata pasar. Pasaran, merupakan permainan masak- masakan yang seolah-olah seperti berada di pasar beneran.

Belakangan ini, pasaran sudah jarang dimainkan anak-anak. Sepertinya, gadget lebih mengakrabi dunia mereka. Bisa dibayangkan, bagaimana rengekan anak kecil itu tanpa gadget.

Gadget memang lebih populer dibanding permainan tradisional. Melalui gadget, mereka bisa menonton berbagai video. Apa saja tontonan yang mereka sukai, bisa dicari dan dilihat.

Permainan dalam gadget dirasa mampu meningkatkan kecerdasan anak. Namun, bagaimana dengan kemampuan motorik dan kecerdasan emosional?

Ternyata, permainan anak seperti pasaran masih diakrabi di Bojonegoro. Salah satunya di Desa Ngumpak Dalem, Dander, Bojonegoro. Anak-anak di sini tidak tergantung dengan gadget.

Bermain di halaman rumah sudah menjadi kebiasaan. Salah satunya adalah Atikah Salma Ramadhani, anak kecil warga Desa Ngumpak Dalem.

“Mainnya sama teman-teman setelah pulang sekolah,” kata Atikah Salma Ramadhani.

Anak perempuan yang akrab dipanggil Salma tersebut masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap sore kegiatannya bermain. Dia bermain bersama teman sebayanya. Bermain gadget memang bukan kebiasaan mereka.

Selain itu, Ngumpak Dalem juga termasuk desa yang kental dengan pertanian. Wilayahnya masih dipenuhi tetumbuhan yang hujau nan rindang. Jauh berbeda dengan penggambaran kota yang modern.

Seorang remaja setempat, Muhammad Abdillah Faqih mengatakan anak-anak desa masih sering bermain. Sepak bola saat sore hari yang paling mudah dijumpai. Namun tidak semua. Untuk yang usia remaja biasanya main ke luar.

“Ada beberapa anak yang main gadget di warung-warung. Warung sekarang kan ada wifi-nya,” kata Faqih.

Permainan tradisional seperti pasaran memang perlu. Selain melatih motorik anak, itu juga melatih cara bersosial anak. Setiap anak bisa berlatih cara berkomunikasi dengan teman sebaya atau orang yang lebih tua.

Ketergantungan bermain gadget dirasa kurang baik. Hal itu berdampak negatif bagi perkembangan si anak. Orang tua merasa kawatir seandainya nanti si anak menjadi kurang pergaulan (kuper).

Betapa menyenangkan melihat sekumpulan anak bermain bersama. Keceriaan bisa tampak dari wajah mereka. Dan itu masih bisa kita lihat di Bojonegoro. Salah satunya Desa Ngumpak Dalem.

Di tengah derasnya game-game virtual berbasis online, permainan tradisional seperti pasaran tetap bertahan. Bukti bahwa permainan tradisional masih terus dibutuhkan anak-anak.

Tags: PasaranPermainan Tradisional
Previous Post

Persibo Bersiap Hadapi Timnas U-19 Indonesia di Sidoarjo

Next Post

Porprov VI Jawa Timur Usai, Bojonegoro Finis 10 Besar

BERITA MENARIK LAINNYA

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Api Abadi Singgah di Trucuk, Kali Pertama dalam Sejarah Kirab Hari Jadi Bojonegoro

Api Abadi Singgah di Trucuk, Kali Pertama dalam Sejarah Kirab Hari Jadi Bojonegoro

18/10/2026
Kirab Api Abadi: Singgah ke Bengawan, Merawat Keseimbangan Pembangunan

Kirab Api Abadi: Singgah ke Bengawan, Merawat Keseimbangan Pembangunan

17/10/2026
Mengenang KH Ali Maksum, Kiai Egaliter dan Berwawasan Luas

Mengenang KH Ali Maksum, Kiai Egaliter dan Berwawasan Luas

17/10/2026
Festival Lantung Hadirkan Kesenian Lokal, UMKM Desa Ikut Bergeliat

Festival Lantung Hadirkan Kesenian Lokal, UMKM Desa Ikut Bergeliat

16/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: