Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Pohon Jurnaba: Memupuk Empati, Menumbuhkan Manusia

A Wahyu Rizkiawan by A Wahyu Rizkiawan
05/11/2023
in JURNAKOLOGI
Pohon Jurnaba: Memupuk Empati, Menumbuhkan Manusia

Ilustrasi: Rindang Pohon Jurnaba

Pohon tak sekadar penyerap karbon dioksida. Ia merekam fenomena hidup manusia; titik dimensi antara yang hidup hari ini, yang hidup di masa lalu, dan yang akan hidup di masa depan.

Tulisan ini merupakan rangkaian berseri dengan tajuk Pohon Jurnaba, rentetan esai yang mengulas entitas pohon dari sudut pandang etnologi-ekologi sains Barat sekaligus analogi-kosmologi tradisi Timur sebagai bagian dari variabel penting peradaban hidup manusia.

** **

Sewaktu kecil, saya sering diajak Ibuk jalan kaki ke pematang dekat rumah yang dipenuhi pepohonan. Sesekali beliau menghentikan jalan sembari berkata, “Andai mereka mau bicara, banyak cerita yang akan kau dengar darinya”. Ujar Ibuk suatu hari, sambil menunjuk rerimbunan pohon yang berada di depan kami.

Ibuk figur yang suka menanam tanaman. Itu alasan di rumah kami banyak sekali tanaman dan pepohonan. Menanam tanaman, bagi Ibuk, adalah metode bersedekah. Ibuk juga bercerita jika leluhur kami memiliki tradisi bertirakat dengan cara menanam pohon. Ibuk percaya dengan menanam pohon, kita bisa bersedekah pada banyak hal. Kelak ketika Ibuk sudah wafat, saya baru tahu jika banyak Hadits berkata demikian.

Orang-orang terdahulu menanam pohon dengan niat bertirakat. Anggapan ini juga terbukti secara ilmiah. Banyak makam dan persemayaman Para Wali yang didekatnya terdapat pohon berukuran besar. Itu bukan sebuah kebetulan. Tapi ada makna-makna khusus yang memang harus dibaca.

 

Makam Syekh Syihabuddin Al-Fadangi yang berada tepat di bawah pohon kepoh raksasa.

Sampai saat ini, tiap kali melihat pepohonan, terutama pohon-pohon berukuran besar, saya jadi ingat ucapan Ibuk. Mungkin benar jika pohon tak sekadar menyerap karbon dioksida (Co2). Mereka juga merekam kebaikan dan fenomena hidup manusia. Toh banyak dari pepohonan yang berusia lebih tua dari manusia.

Coba bayangkan andai pohon-pohon besar itu mau bercerita, tentu banyak sumber empiris terkait bermacam kejadian yang terjadi di dekatnya. Untungnya mereka diberi tugas hanya untuk diam dan cukup menjadi instrumen hidup yang memberi keteduhan bagi umat manusia.

Pohon bukan objek sederhana. Ia entitas yang menyerap keburukan, sekaligus menebar sejuk dan keteduhan. Pohon merupakan punjer ibrah yang mengajarkan pada kita tentang bagaimana berempati. Tentang bagaimana memendam energi buruk, dan berbagi energi sejuk.

Pepohonan juga menyimpan sifat-sifat nabawi. Ia tak membalas keburukan manusia dengan sikap buruk. Melainkan tetap memberi teduh dan sejuk. Ini menjadi alasan kenapa pohon-pohon berukuran besar identik keramat dan kebijaksanaan. Sebab, mereka selalu berbagi kebaikan bagi manusia.

Ini juga alasan kenapa Jurnaba Institute berdiri dengan falsafah pepohonan: menjadi rindang pohon yang meneduhkan, baik bagi yang memandang dari kejauhan, maupun yang berada tepat di bawah naungan.

Jurnaba amat sering mengangkat tema pohon dan lingkungan. Jurnaba.co satu di antara sejumlah media yang memiliki afiliasi istimewa terhadap lingkungan, khususnya pada pepohonan. Terbukti, mayoritas tim Jurnaba diisi para aktivis lingkungan dan mereka yang peduli pada pepohonan.

Baca Juga: Falsafah Jurnaba dan Kenapa Ia Hadir di Dunia

Fiona Stafford, penulis The Long Long Life of Trees mengatakan bahwa pohon mampu memicu rasa bahagia bagi manusia. ”Pohon membangkitkan segala rasa. Baunya segar, ada suara daun gemerisik dan nyanyian burung, ranting pohon juga bertekstur”. Begitu kata Fiona Stafford.

Stafford menyatakan, segala yang berhubungan dengan pohon sangat menarik bagi kehidupan. Khususnya kehidupan di perkotaan modern. Pohon, kata Stafford, membuat kita terhubung dengan sesama. Baik yang hidup di masa sekarang maupun mereka yang hidup di masa lampau, sekaligus di masa mendatang.

Saat menanam bibit pohon yang mungkin butuh waktu 200 tahun menjadi pohon dewasa, kata Stafford, seseorang bisa merasakan indahnya janji masa depan dan hadiah yang akan diberikan pada generasi yang belum lahir. “Perasaan seperti ini, saya kira menyenangkan hati.” ungkap Stafford.

Pohon jadi entitas yang mendampingi tumbuh kembang peradaban manusia. Di zaman apapun juga, ia selalu ada. Atas dasar itulah, saya ingin menulis serial bertajuk Pohon Jurnaba yang mengulas dan membahas berbagai sisi pepohonan bagi hajat hidup manusia. Baik dari sisi manfaat ilmiah, kosmologi dan filsafat ilahiah, hingga legenda tentu saja.

Tags: Falsafah PepohonanMakin Tahu IndonesiaPandan FoundationPohon Jurnaba
Previous Post

Simbol Semangka dan Senjata Visual dari Berbagai Negara

Next Post

Kiai Nurmadin Kedungpring, Penyebar Islam di Lamongan Selatan

BERITA MENARIK LAINNYA

Ketika Ilmu Lebih Berharga Dari Sebutir Nangka: Humor dan Hikmah Pencurian (1)
JURNAKOLOGI

Ketika Ilmu Lebih Berharga Dari Sebutir Nangka: Humor dan Hikmah Pencurian (1)

18/07/2025
Batuan Karst: Pilar Ekologi Lembah Kendeng
JURNAKOLOGI

Batuan Karst: Pilar Ekologi Lembah Kendeng

05/06/2025
Sarang Agroekologi: Pusat Budaya dan Keanekaragaman Hayati
JURNAKOLOGI

Sarang Agroekologi: Pusat Budaya dan Keanekaragaman Hayati

19/03/2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Naik Haji, Pelarian sekaligus Pencarian

Naik Haji, Pelarian sekaligus Pencarian

17/05/2026
Kecil Itu Indah

Kecil Itu Indah

16/05/2026
Anak Macan Wall Street

Anak Macan Wall Street

15/05/2026
Bebersih Data Warga, Pemkab Bojonegoro Minta ASN Cek ke Lapangan

Bebersih Data Warga, Pemkab Bojonegoro Minta ASN Cek ke Lapangan

14/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: