Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Respon Tulisan: Dendam, Maaf dan Tuhan Tahu Tapi Menunggu

Anggita Ariati by Anggita Ariati
27/11/2019
in Cecurhatan
Respon Tulisan: Dendam, Maaf dan Tuhan Tahu Tapi Menunggu

Sebuah tulisan, baik itu puisi, cerpen, novel ataupun artikel yang ditulis dengan hati, pasti akan sampai di hati pula.

Bila tulisan itu tentang kebahagiaan, maka pembaca akan ikut bahagia. Namun, bila tulisan itu tentang kesedihan, tak sungkan pembaca ikut menangis.

Bahkan mengeluarkan airmata dlewar-dlewer seperti yang diumpamakan Wahyu Rizkiawan dalam tulisannnya mengenai review cerpen berjudul Tuhan Maha Tahu Tapi Dia Menunggu karya Leo Tolstoy.

Saya belum membaca tulisan Leo Tolstoy itu. Tapi Rizky, melalui reviewnya, mampu menggelitik rasa penasaran saya untuk sesegara mungkin menemukan tulisan karya penulis masyhur tersebut.

Lebih tepatnya, menemukan sekaligus memaknai sendiri pesan yang coba disampaikan penulis dalam tulisannya itu. Siapa tahu, yang dirasakan Rizky tak sama dengan saya atau justru saya akan lebih dlewar-dlewer daripada dia.

Bagi saya, Rizky tak hanya sekadar mereview tapi menularkan virus welas asih dan kelapangan hati. Saya yang tidak membaca buku tersebut, bisa merasakan apa yang dimaksud dengan “Proses Memaafkan” yang dirasakan tokoh utama.

Rizky berupaya menyampaikan pesan dan kesan pembacaan dari cerpen tersebut secara utuh dalam tulisannya. Seperti mengisahkan apa yang pernah dia baca dan rasakan pada orang lain.

Satu paragraf yang membuat saya tersenyum geli, saat dia mengibaratkan proses memaafkan sebagai proses melahirkan. Sebagai seorang lelaki yang pastinya tidak akan pernah merasakan proses tersebut, cukup membuat saya tertawa kecil. Nekat juga lelaki ini memberi perumpamaan itu.

Jika Rizky mengeluarkan air mata dlewar-dlewer saat membaca tulisan Tolstoy tersebut, maka, saya hanya menitikan beberapa tetes air mata saat membaca review yang dia tulis.

Bukan karena saya tak merasakan apa yang coba disampaikan dalam tulisan Rizky. Tapi, karena saya justru sangat memahami apa yang dirasakan Rizky.

Bukankah proses memaafkan itu melegakan hingga tidak perlu lagi ada air mata yang mengalir deras sebagai tanda “Saya Telah Memaafkan Kamu?”

Tags: Tuhan Maha TahuTulisan Balasan
Previous Post

Antisipasi Puting Beliung lewat 5 Saran BPBD Bojonegoro

Next Post

Seni Mural pada Aksi Demonstrasi Irak

BERITA MENARIK LAINNYA

Atasan Cuma Bilang “OKE”, Kenapa Kita Overthinking?
Cecurhatan

Atasan Cuma Bilang “OKE”, Kenapa Kita Overthinking?

10/09/2026
Bolehkah Isi Perut Bumi Bojonegoro Dibedah?
Cecurhatan

Bolehkah Isi Perut Bumi Bojonegoro Dibedah?

08/09/2026
Metabolisme Alam, Metabolisme Tubuh Manusia
Cecurhatan

Metabolisme Alam, Metabolisme Tubuh Manusia

05/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Atasan Cuma Bilang “OKE”, Kenapa Kita Overthinking?

Atasan Cuma Bilang “OKE”, Kenapa Kita Overthinking?

10/09/2026
Bolehkah Isi Perut Bumi Bojonegoro Dibedah?

Bolehkah Isi Perut Bumi Bojonegoro Dibedah?

08/09/2026
Relima Perpusnas RI Gelar Kelas Menulis: Bojonegoro dalam Sepotong Puisi

Relima Perpusnas RI Gelar Kelas Menulis: Bojonegoro dalam Sepotong Puisi

07/09/2026
DPRD Bojonegoro dan Dewan Pendidikan Susun Peta Jalan serta Evaluasi Regulasi

DPRD Bojonegoro dan Dewan Pendidikan Susun Peta Jalan serta Evaluasi Regulasi

07/09/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: