Film Joko Anwar berjudul Perempuan Tanah Jahanam akhirnya bisa disaksikan di seluruh bioskop Indonesia sejak Kamis (18/10/2019). Film horor satu ini tak hanya memiliki cerita penuh tanya, tapi juga punya kapabilitas untuk merusak jantung manusia.
Beberapa bulan setelah merilis Gundala Putra Petir, Joko Anwar kembali lagi dengan film terbarunya berjudul Perempuan Tanah Jahanam. Film ini sudah lama dinantikan oleh penggila genre horor di tanah air.
Perempuan Tanah Jahanam bercerita tentang Maya yang diperankan Tara Basro yang berusaha bertahan di kota tanpa keluarga. Hanya sahabat baiknya, Dini (Marissa Anita) yang bersama dirinya jatuh bangun mencoba memperbaiki hidup.
Ketika Maya mendapatkan informasi bahwa dirinya mungkin memiliki harta warisan dari keluarga aslinya yang kaya di sebuah desa, Maya dan Dini langsung ke sana. Mereka tak sadar bahwa ada bahaya besar yang menanti.
Rasa tegang langsung terasa ketika film dimulai. Nuansa seram seketika terbangun saat Tara Basro yang berperan sebagai Maya kembali ke desa yang konon jadi tempat kelahirannya dulu.
Pemilihan latar film juga menambah keseraman. Rumah kuno, kuburan tua, hingga kawasan hutan terpencil menambah kesan menakutkan.
Akting Tara Basro di film ini pun tak perlu dipertanyakan lagi. Sebagai sosok sentral dalam film, Tara Basro yang memerangkan karakter Maya sukses membawa penonton terbawa dengan suasana seram nan mencekam.
Selain mencekam, emosi para penonton juga dimainkan. Beberapa fakta yang diungkapkan di tengah film, membuat unsur drama dalam Perempuan Tanah Jahanam juga tak kalah menonjol. Rasa penasaran pun terus muncul selama menonton.
Cerita dari film ini memang agak rumit dan ber-layer-layer. Jadi, jangan sampai kehilangan fokus saat menonton. Karena kalau kehilangan alur beberapa detik saja, kamu akan kehilangan isi cerita seluruhnya.
Joko Anwar berhasil menghidupkan teror dan horor. Jokan tak memberikan waktu sedikitpun bagi penonton untuk bernapas. Entah itu adegan malam hari, atau siang hari. Suasana mencekam selalu dihadirkan.
Para penonton yang ada di bioskop kerap berteriak histeris. Tak pandang bulu, baik itu perempuan maupun laki-laki semua kompak berteriak saat adegan seram muncul di layar.
Jantung dipaksa bekerja ekstra selama menyaksikan film ini. Banyak jump scare yang tiba-tiba bikin kaget. Kesehatan jantung kita benar-benar diuji.
Layaknya film Joko Anwar lainnya, plot twist juga hadir di Perempuan Tanah Jahanam. Tak hanya di akhir film, tapi juga di tengah dan di sepertiga akhir film.
Plot twist di akhir film juga jadi ciri khas lain yang tak bisa dilepaskan dari film-film Joko Anwar. Plot twist yang membuat cerita kembali menggantung.
Perempuan Tanah Jahanam jadi salah satu masterpiece Joko Anwar. Bahkan, menurut saya ini adalah karya terbaik sutradara asal Medan tersebut.
Secara personal, film ini mengingatkan saya kepada dua film Joko Anwar terdahulu. Yakni Modus Anomali dan Pengabdi Setan. Latar dan suasana dari Perempuan Tanah Jahanam terasa sangat identik dengan dua film tersebut.
Akhir kata, film ini layak tonton bagi kamu yang mengidam-idamkan horor thriller asli Indonesia. Dan satu lagi, kalau punya masalah dengan jantung, tak direkomendasikan sama sekali untuk nonton film satu ini.








