Rumah bukan sekadar tempat singgah. Ia juga tempat berbenah.
Saya sering kali keluar rumah. Tapi, ini bukan menjadi hal yang utama. Walaupun saya sering keluar. Namun akan kembali lagi ke rumah. Sebab, ruang yang indah tentu di rumah bukan?
Desa Bogangin, Sumberrejo Bojonegoro. Tempat singgah yang indah nan enak. Kemanapun kamu pergi. Pasti akan kembali, dan rumah menjadi tempat yang paling inti. Dipungkiri atau tidak. Rumahmu akan jadi yang paling kamu rindukan jika kamu tinggal.
Rumah mengingatkan saya kejadian-kejadian yang kurang enak dirasa. Perjuangan akomodir masa (pemuda) tidak mudah untuk dilakukan. Nah, tentu ini menjadi tantangan bagi saya.
Saya pernah berandai-andai. Jika saya meninggalkan rumah dalam durasi yang cukup lama. Akan kah orang-orang penghuni rumah bakal mencari saya. Sedangkan saya cuma boktangi di rumah.
Ada kutipan dari kawan saya ketika touring di Pulau Dewata. “Pergi adalah caraku untuk menciptakan rindu” ini yang menjadi alasan saya ketika pergi yang cukup jauh dalam waktu berhari-hari.
Perihal perjalanan jauh dan meninggalkan rumah yang cukup lama. Saya pernah melakukan perjalanan ziarah ke wali song dengan bersepeda motor. Tapi kurang 1 wali yang belum.
Walaupun toh berhari-hari saya berada di jalanan. Tidur di pom, bahkan ada teman yang sukarela menampung saya di kediamannya.
Tapi, perjalanan itu tidak memberi saya kepuasan dan kenyamanan yang cukup baik. Namun, rumah tetap menjadi dambaan ketika hati ingin cepat-cepat kembali. Bahkan hati gembira ketika sampai dan melihat pintu rumah.
Rumah bukan sekadar tempat singgah. Ia juga tempat untuk berbenah. Berbenah disini saya tentu butuh wajangan dan pepeling dari sosok orang tua.
Rumah bagaikan taman yang sejuk. Akan ada angin segar yang kita rasakan. Selain dari sela-sela kisibukan ini. Saya masih tetap ingat rumah dan kembali menikmati kesejukan yang ada di dalamnya.
Tanpa itu saya tidak sebisa ini. Rumah tetap menjadi rindu yang mendalam. Singgah dan tidur merebahkan diri adalah kenikmatan yang tidak bisa dibandingkan.








