Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Santri Songo Jipang

Totok Supriyanto by Totok Supriyanto
10/05/2024
in Cecurhatan
Santri Songo Jipang

Dukuh Merbong (Maribong) dilihat dari situs Santri Songo Jipang

Tinjauan ilmiah situs Santri Songo Jipang. 

Pada Kamis Pahing, 9 Mei 2024, kami melakukan survey lokasi Situs Santri Songo dan beberapa situs pendukung yang berada tak jauh dari lokasi utama. Pada pukul 13.00, kami menemui beberapa tokoh desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Pak Carik yang sebelumnya ingin menemani survey berhalangan untuk hadir sehingga diwakili oleh Kamituo desa Jipang.

Sebagai gambaran awal, bahwa Situs Santri Songo merupakan situs kuno yang setiap tahun masih dirawat dengan dilakukan ritus Manganan sebanyak tiga kali di area tersebut; awal musim hujan, musim tanam,  dan musim panen padi.

Manganan dilakukan sebagaimana acara Slametan, seluruh petani desa berkumpul membawa makanan, yang dipimpin oleh seorang pemuka agama yang memanjatkan doa-doa untuk keselamatan masyarakat,  khususnya pada harapan untuk panen yang melimpah.

Situs Santri Songo berada di sebelah Barat Daya situs Gedong Ageng yang lebih terkenal itu, dengan jarak 200m dan berada di atas tanah desa dengan luas sekira 1000 m2. Aksesnya mudah dijangkau dengan jalan sudah dipaving, situs telah dipagari dan memiliki pintu masuk kecil di belah selatan.

Baca Juga: Jejak Ilmiah Bengawan Sore Jipang 

Di dalam pagar terdapat sembilan nisan dengan bahan batu candi, dengan motif yang sederhana dan terdapat lingkaran penuh dengan indikasi terdapat inkripsi huruf Arab atau huruf Kawi. Guratan inskripsi sudah sangat aus sehingga sangat sulit untuk dibaca. Oleh warga, nisan ini kemudian ditutup dengan kain putih untuk melindunginya dari kerusakan lebih lanjut.

Walaupun sederhana, beberapa upaya telah dilakukan pihak desa untuk merawat situs ini, termasuk dibuatkan pendopo dan kamar mandi, juga beberapa gazebo, sementara di dalam pagar sudah dipaving, walau menurut kami seharusnya tidak dipaving terlebih dahulu, untuk menjaga kelestarian batu-batu situs di sekitarnya.

Situs Santri Songo pada dasarnya berupa Makam-makam tokoh Islam yang berjumlah Sembilan. Di sana juga terdapat lempeng batu pasujudan. Dari beberapa artefak yang kami temui, mengindikasikan bahwa secara arkeologis-empiris, Makam Santri Songo sezaman dengan Makam Islam Troloyo, Mojokerto, atau berkisar abad ke-14 M.

Sungguh diluar dugaan pada umumnya, ketika mitos yang berkembang di wilayah Blora mengatakan bahwa Santri Songo merupakan tokoh-tokoh Pajang yang terbunuh karena melawan seorang Arya Jipang. Jika Arya Jipang dikatakan sebagai tokoh abad ke-16 M, maka Santri Songo ratusan tahun sudah ada jauh sebelum itu. Selisih 200 tahun periode waktu.

Situs Santri Songo: Bukti empiris peradaban islam abad 14 M di wilayah Jipang.

Artefak Santri Songo menjadi pendukung ilmiah keberadaan tokoh Islam abad 14 M yang berada di Jipang, yang dikenal sebagai Syekh Jumadil Kubro dari Gunung Jali. Dapat dikatakan di sini bahwa Santri Songo berada tidak jauh dari Prasasti Maribong (abad ke-13 M), tentang ditasbihkannya desa Merbong, bagian Jipang (watek atagan Jipang) menjadi desa “Sima Swatantra” oleh Raja Wisnuwardhana.

Situs Santri Songo hanya berjarak 30 meter dari bantaran Bengawan Solo, yang pada musim penghujan kemarin mengalami longsor yang cukup parah. Dari bibir sungai kita bisa menyaksikan ke arah Barat adanya lempengan batu padas besar di tengah Bengawan, dan juga desa Payaman (Bojonegoro).

Menurut keterangan dari Kamituo, batu lempeng itu sebenarnya ada dua, kiri dan kanan, tetapi banjir menghanyutkan lempeng yang kiri. Lempengan kiri ini tepat sejajar dengan situs Gedogan Jaran atau disebut sebagai tanah Mbalong, yang berada 100 meter sebelah barat Situs Santri Songo.

Situs Gedogan Jaran sudah tidak lagi terawat dan ditumbuhi pohon bambu yang lebat. Sementara itu di sebelah timur Situs Santri Songo, dengan jarak 300 meter, terdapat lokasi penyeberangan (Tambangan) yang menghubungkan Desa Jipang (Blora) dengan Desa Payaman (Bojonegoro) yang masih bertahan sampai sekarang.

Penyusun : Tim BumiBudaya

Tags: Makin Tahu IndonesiaSantri Songo Jipang
Previous Post

Mengunjungi Masjid Hassanil Bolkiah: Permata Arsitektur Islam di Brunei Darussalam

Next Post

Kramat Santri Jipang

BERITA MENARIK LAINNYA

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan
Cecurhatan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
Di Antara Embargo dan Martabat
Cecurhatan

Di Antara Embargo dan Martabat

07/04/2026
Negara Arab: Perjanjian Dinasti Saudi dan Keluarga Wahabi
Cecurhatan

Negara Arab: Perjanjian Dinasti Saudi dan Keluarga Wahabi

05/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

12/04/2026
Seorang Pemuda di Rembang Jadikan Bibit Mangga sebagai Mahar Pernikahan

Seorang Pemuda di Rembang Jadikan Bibit Mangga sebagai Mahar Pernikahan

12/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: