“Ustadz Masruh, siang ini kita akan melaksanakan shalat Jumat di mana?”
Demikian tanya saya kepada Ustadz Masruh Ahmad M.A., MBA. Hari itu adalah hari Jumat, 26 April 2024 yang lalu. Ketika itu, saya sedang kluyuran ke Brunei Darussalam. “Kali ini, kita melaksanakan shalat Jumat di Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah,” jawab salah seorang anggota Badan Wakaf Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur itu.
Benar saja, selepas pagi hingga sekitar pukul 11 siang menerima kunjungan Dr. Cecep S. Kurniawan dan Prof. Dr. K.H. Anis Malik Thoha (dua-duanya dari Universitas Islam Sultan Sharif Ali), kami (saya dan Ustadz Masruh) pada pukul 11.45 waktu setempat, kami pun berangkat menuju masjid yang juga terkenal dengan sebutan Masjid Emas tersebut.
Ternyata, dari rumah Ustadz Masruh, di Kampung Rimba, menuju masjid megah dan indah tersebut memakan waktu tidak lebih dari seperempat jam. Segera, ketika telah berada di lingkungan masjid yang juga disebut Masjid Emas tersebut, dari kejauhan, kami mengambil beberapa foto masjid yang merupakan salah satu masjid terindah di Asia Tenggara dan menjadi ikon kebanggaan negara Brunei Darussalam.
Ketika kami kian dekat dengan masjid yang memiliki arsitektur Islam yang memukau, perpaduan harmonis antara tradisi dan modernitas, kami disambut taman nan asri dan teduh, dihiasi pepohonan rindang dan bunga-bunga yang bermekaran.
Jalan setapak berlapis marmer putih menuntun langkah kaki kami menuju bangunan utama masjid. Dari kejauhan, kubah-kubah emas masjid yang berkilauan bagaikan permata, memancarkan cahaya yang memendari seluruh komplek masjid.
Menurut catatan yang saya dapatkan, proses konstruksi masjid yang tegak di daerah Kiarong ini memakan waktu enam tahun dan melibatkan ratusan pekerja trampil. Masjid ini akhirnya diresmikan pada tanggal 14 Juli 1994, bertepatan dengan perayaan Jubile Emas ke-50 Sultan Hassanal Bolkiah.
Masjid Emas ini dirancang oleh arsitek kondang Brunei, R.B. Awang Haji Mohamad bin Haji Yusof.
R.B. Awang Haji Mohamad bin Haji Yusof dilahirkan di Kampung Ayer, Brunei Darussalam, pada tahun 1949. Sejak kecil, ia menunjukkan bakat seni dan arsitektur yang luar biasa. Ia menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Menengah St. Michael di Bandar Seri Begawan dan kemudian melanjutkan studi di Universitas Malaya di Kuala Lumpur, Malaysia. Setelah lulus dari Universitas Malaya, R.B. Awang Haji Mohamad bin Haji Yusof kemudian kembali ke Brunei Darussalam dan bekerja sebagai arsitek di Departemen Pekerjaan Umum.
Selama karirnya, R.B. Awang Haji Mohamad bin Haji Yusof terlibat dalam desain dan pembangunan berbagai proyek penting di Brunei. Termasuk Istana Nurul Iman (istana resmi Sultan Hassanal Bolkiah yang merupakan kediaman terbesar di dunia), Masjid Omar Ali Saifuddin (masjid ikonik di Bandar Seri Begawan yang terkenal dengan kubah emasnya), dan Komplek Royal Regalia (museum yang menyimpan koleksi benda-benda pusaka Kerajaan Brunei).
Arsitek kondang Brunei ini berpulang pada tahun 2009, dengan meninggalkan warisan yang tak ternilai bagi Brunei Darussalam dalam bentuk karya-karya arsitektur yang indah dan inspiratif.
Nah, desain Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah ini memadukan unsur tradisional Melayu dan Islam dengan sentuhan modern. Meski tiada informasi eksplisit tentang masjid yang menjadi tolok ukur, beberapa sumber menyebutkan bahwa desain masjid ini terinspirasi oleh berbagai elemen arsitektur Islam.
Termasuk arsitektur Masjid Melayu (seperti atap bertingkat dan ukiran kayu yang rumit), arsitektur Masjid Moghul (dapat dikatakan kubah masjid yang besar dan menara yang tinggi terinspirasi oleh gaya arsitektur Moghul yang berasal dari India), dan arsitektur Islam Timur Tengah (penggunaan lengkungan, mozaik, dan kaligrafi Arab mencerminkan pengaruh arsitektur Islam Timur Tengah).
Selain itu, desain masjid ini juga mencerminkan visi Sultan Hassanal Bolkiah untuk membangun masjid yang tidak hanya indah dan megah.
Namun, juga masjid yang menjadi simbol kemegahan dan dedikasi Brunei Darussalam terhadap agama Islam. Di sisi lain, masjid yang satu ini memiliki kubah yang berkilauan terbuat dari emas 24 karat seberat 32 kilogram, melambangkan kemegahan dan keagungan Islam.
Menara masjid yang menjulang tinggi, mencapai ketinggian 52 meter, menjadikannya salah satu landmark paling ikonik di Brunei. Memasuki ruang utama masjid, kita akan terpana oleh keindahan interiornya yang dihiasi ukiran-ukiran rumit dan mozaik kaca berwarna yang mempesona.
Lantai masjid dilapisi marmer putih yang berkilauan, memberikan kesan sejuk dan bersih. Dinding-dinding masjid dihiasi dengan kaligrafi ayat-ayat suci Alquran yang ditulis dengan indah, menambah suasana religius di dalam masjid.
Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah bukan hanya tempat ibadah. Namun, juga merupakan pusat kegiatan spiritual dan budaya bagi masyarakat Brunei Darussalam. Di sini, umat Islam dari seluruh penjuru negeri datang untuk menunaikan shalat, membaca Alquran, dan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
Masjid ini juga kerap digunakan untuk menyelenggarakan berbagai acara keagamaan dan budaya, seperti ceramah agama, pernikahan, dan festival Islam.
Lebih dari sekadar tempat ibadah, Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah menjelma menjadi simbol persatuan dan kebanggaan nasional bagi rakyat Brunei Darussalam. Masjid ini menjadi pengingat akan warisan budaya Islam yang kaya dan tradisi Islam yang kuat di negara ini.
Masjid ini juga menjadi simbol kedamaian dan toleransi yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Brunei Darussalam. Tak aneh, jika sejak diresmikan, banyak tamu negara Brunei yang telah mengunjungi masjid ini. Termasuk Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Najib Razak, Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Sultan Oman, Qaboos bin Said al Said, dan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Kunjungan para tamu negara ini menjadi bukti bahwa Masjid Emas merupakan simbol penting persahabatan dan kerjasama antara Brunei Darussalam dengan negara-negara lain di dunia.
Betapa bahagia saya dapat melaksanakan shalat Jumat di masjid yang merupakan permata arsitektur Islam yang tak hanya indah dan megah, namun juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi.
Masjid ini menjadi simbol dedikasi Brunei Darussalam terhadap agama Islam dan menjadi kebanggaan bagi rakyat Brunei. Karena itu, jika panjenengan kluyuran ke Brunei, jangan lupa mengunjungi dan melaksanakan shalat di masjid yang indah dan megah ini, ya!








