Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Sejarah Kartu Kuning dan Merah di Sepakbola

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
20/05/2020
in JURNAKULTURA
Sejarah Kartu Kuning dan Merah di Sepakbola

kartu merah dan kartu kuning berasal dari ide seorang wasit asal Inggris Ken Aston. Berawal dari kebingungannya saat memberikan hukuman kepada pemain yang menggunakan bahasa berbeda dari dirinya.

Apa yang terjadi ketika seorang pesepakbola bermain keras dan kasar di lapangan? Wasit akan mengeluarkan kartu kuning bahkan merah. Seperti apa sejarah penggunaan kartu dalam dunia sepakbola?

Kartu kuning dan merah jadi alat yang tak bisa dilepaskan begitu saja dari seorang wasit. Dua benda tersebut jadi senjata utama para wasit saat menjadi pengadil di atas lapangan hijau.

Keberadaan kartu kuning dan merah memang cukup penting. Ia jadi alat untuk mengingatkan para pemain yang bertindak kelewatan. Seperti terlalu kasar saat bermain hingga protes terlalu keras terhadap wasit.

Kartu kuning digunakan untuk memberikan peringatan serius kepada pemain agar tidak mengulanginya. Sementara, kartu merah digunakan untuk pelanggaran yang sudah sangat fatal. Sehingga pemain yang diberikan kartu merah harus meninggalkan timnya dan keluar lapangan.

Dua kali kartu kuning yang diterima oleh seorang pemain, secara otomatis menjadi kartu merah yang berarti pemain yang bersangkutan harus menepi dan berhenti bermain.

Dilansir dari situs FIFA, kartu merah dan kartu kuning berasal dari ide seorang wasit asal Inggris Ken Aston. Berawal dari kebingungannya saat memberikan hukuman kepada pemain yang menggunakan bahasa berbeda dari dirinya.

Pada Piala Dunia 1962 di Chili, terjadi keributan hebat pada pertandingan yang mempertemukan tim dari Chili dan Italia. Aston akan mengeluarkan pemain Italia, Giorgino Ferrini sebagai bentuk hukuman atas pelanggaran yang dia buat.

Namun, perintahnya yang disampaikan dalam bahasa Inggris tidak dipahami oleh Ferrini sehingga dia tetap berada di lapangan dan bermain dengan lebih keras lagi. Alhasil, Aston meminta seorang polisi dilibatkan untuk mengeluarkan Ferrini dari lapangan hijau.

Seusai pertandingan tersebut, Aston kembali ke rumahnya. Di tengah perjalanan ia terinspirasi dengan warna yang dihasilkan dari lampu pengatur lalu lintas. Hijau, kuning, dan merah yang ada di lampu tersebut, maknanya dipahami oleh semua orang bahkan dari berbagai bahasa.

Warna lampu tersebut dapat menyampaikan pesan kepada pengguna jalan untuk berhenti, bersiap, atau jalan. Tanpa menggunakan instruksi verbal. Dari situlah Aston terpikir untuk membuat dua buah kartu sebagai penanda hukuman kepada pemain, dengan menggunakan warna kuning dan merah.

Kuning  pada lampu lalu lintas dipahami sebagai tanda peringatan, kendaraan diminta untuk berjalan pelan, dan bersiap-siap untuk berhenti.

Di lapangan hijau, warna ini diasosiasikan sebagai tanda bagi pemain untuk berhati-hati dengan permainannya. Sementara warna merah yang diartikan sebagai instruksi berhenti bagi kendaraan, kurang lebih memiliki makna yang sama di lapangan bola.

Pemain yang mendapatkan acungan kartu merah dari wasit berarti harus keluar dari lapangan. Kartu temuan Aston ini berhasil dimengerti oleh pemain-pemain bola yang berasal dari berbagai dunia dengan penggunaan bahasa yang berbeda, karena maknanya yang sudah dipahami secara universal.

Ide itu diterima FIFA. Pada Piala Dunia 1970, kartu kuning dan merah kali pertama digunakan. Sayangnya, sepanjang Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang terkena kartu merah. Hanya kartu kuning yang sempat dikeluarkan.

Meski ide tersebut datang dari wasit Inggris, negeri itu tak serta merta menerapkannya di kompetisi mereka. Kartu merah dan kuning baru digunakan di kompetisi sepakbola Inggris pada 1976.

Wasit kemudian terlalu mudah mengeluarkan kartu dan diprotes banyak pemain. Oleh sebab itu, penggunaannya sempat dihentikan pada 1981 dan 1987. Pada akhirnya, penggunaan kartu diterapkan di seluruh negara dan liga sepakbola.

Ken Aston punya jasa besar terhadap sepakbola. Ia menciptakan alat yang kelak jadi instrumen penting dalam penyelenggaraan pertandingan sepakbola di seluruh dunia.

Tags: Kartu KuningKartu Merah
Previous Post

Nasib Terminal Rajekwesi Bojonegoro pada Masa Pandemi

Next Post

Revenge Tourisme: Seperti Dendam, Plesiran Harus Dibayar Tuntas

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Hukum atau Senjata?

Hukum atau Senjata?

02/05/2026
May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

01/05/2026
Perubahan Iklim dan Kita Terlambat Lagi

Perubahan Iklim dan Kita Terlambat Lagi

30/04/2026
7 Experience di Game Roblox yang Populer dan Seru Untuk Dimainkan

7 Experience di Game Roblox yang Populer dan Seru Untuk Dimainkan

29/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: