Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Seorang Pejabat yang Bersenggama Siang Hari di Bulan Puasa

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
26/03/2023
in JURNAKULTURA
Seorang Pejabat yang Bersenggama Siang Hari di Bulan Puasa

Bersenggama siang hari di bulan puasa tentu perbuatan yang tidak sabaran. Lalu, bagaimana jika seorang pejabat bersenggama siang hari di bulan puasa?

Syahdan, Abdurrahman bin al-Hakam, pejabat di Andalausia, mengundang sejumlah ahli fiqih dikediamannya. Undangan itu bukan untuk tahlilan atau berkatan atau arisan. Tapi untuk bertanya.

Si pejabat sedang menghadapi masalah pelik. Beberapa hari sebelumnya, dia mengajak seorang pembantunya untuk bermeditasi dan latihan yoga di kamar si pejabat. Bermacam gaya pun dilakukan.

Sialnya, pejabat itu lupa jika hari itu bulan ramadhan. Dan waktu masih amat siang terik. Dan dia benar-benar tidak sanggup menahan hasrat birahinya.

Pejabat itu mengundang sejumlah ahli fiqih ke kerajaan. Ia ingin bertanya pada para ulama ahli fiqih, bagaimana cara bertaubat dan membayar kafarat atas apa yang dia lakukan.

“Wah, selain bertaubat pada Allah dengan sungguh-sungguh, engkau juga harus berpuasa dua bulan berturut-turut,” kata seorang ulama bernama Yahya bin Yahya al-Laitsi.

Ulama-ulama lain yang mendengar fatwa itu diam saja. Maklum, Yahya al-Laitsi terkenal cerdik dan berkharisma. Tak seorang pun menyanggahnya.

Tapi begitu keluar dari kediaman pejabat tersebut, beberapa ulama menghampiri Yahya dan bertanya:

“Mengapa engkau tadi tidak memberinya fatwa berdasarkan madzab Imam Malik? Sehingga ia bisa memilih tiga macam sanksi secara berurutan: memerdekakan budak, atau memberikan makan sejumlah orang miskin, baru berpuasa selama dua bulan berturut-turut.”

Mendengar pertanyaan itu, Yahya terlihat santai sebelum akhirnya menjawab:

“Kalau itu yang aku sampaikan, keenakan dia. Mungkin setiap hari ia akan mengulangi perbuatannya itu, karena baginya memerdekakan budak itu masalah yang ringan. Aku sengaja pilihkan yang paling berat, supaya ia tidak mengulanginya lagi.” Jawab Yahya.

Diolah dari sebuah kisah dalam Kitab Wafyat al-A’yam karya Ibnu Khalkan.

============

Selama Ramadhan ini, redaksi Jurnaba.co berupaya menghadirkan kisah-kisah pendek bermuatan hikmah. Semoga bisa jadi kisah yang asyik dibaca sambil menunggu waktu berbuka.

Tags: Kisah KlasikKisah RamadhanKisah Sufi
Previous Post

Pengangguran Berpenghasilan, Jadi Pejabat Aja!

Next Post

Mengenal Amerika Car Wash, Cucian Motor 24 Jam di Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan
Cecurhatan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026
‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Curaçao dan Indonesia: Bukan soal Bakat, Tapi Sistem

Curaçao dan Indonesia: Bukan soal Bakat, Tapi Sistem

23/06/2026
Desa Prangi, Kampung yang Memuliakan Bengawan

Desa Prangi, Kampung yang Memuliakan Bengawan

22/06/2026
Timnas Sepak Bola: Mazhab, Filosofi, dan Identitas Bangsa

Timnas Sepak Bola: Mazhab, Filosofi, dan Identitas Bangsa

21/06/2026
Kejhung Lintas Terop di Bojonegoro, Panggung Kontemporer yang Mengajak Publik Memaknai Perempuan dalam Kesenian

Kejhung Lintas Terop di Bojonegoro, Panggung Kontemporer yang Mengajak Publik Memaknai Perempuan dalam Kesenian

20/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: