Geliat skateboard di Bojonegoro semakin populer di kalangan masyarakat. Terutama pascaperhelatan kejuaraan nasional skateboard bertajuk “Gledexan Ing Bumi Angling Dharma”, Sabtu (29/8/2026). Kejuaraan tersebut menarik perhatian orang tua dan anak-anak yang menonton. Hal itu terlihat dari bertambahnya anggota baru komunitas skateboard di Bojonegoro.
Skateboard termasuk olahraga ekstrem. Olahraga dengan papan luncur ini membutuhkan waktu untuk dikuasai. Latihan diperlukan untuk menguasai berbagai teknik permainan, termasuk untuk mengurangi risiko cedera.
Selain itu, skateboard memiliki nilai kompetitif sehingga menjadi cabang olahraga prestasi yang dipertandingkan. Skateboard mengawali debut sebagai cabang olahraga pada Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 2021. Cabang olahraga ini kemudian dipertandingkan kembali pada Olimpiade Paris 2024.
Komunitas yang menaungi skater di Bojonegoro ialah Bojonegoro Skate Community (BSC). Ketua BSC, Firdhan Sydharta, mengatakan kesuksesan kejuaraan nasional berdampak positif terhadap komunitas. Jumlah anggota BSC semakin bertambah.
“Ada anggota baru yang bergabung dan ingin belajar skaterboard. Kebanyakan pelajar sih,” ucap pria yang kerap disapa Idhan tersebut saat diwawancara (6/9/2026).
Idhan mengungkapkan, hingga saat ini terdapat sekitar 70 anggota BSC. Anggota tersebut didominasi pelajar. Beberapa di antaranya masih duduk di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Sebelumnya, jumlah anggota berada di angka 50-an.
Menurutnya, anak-anak lebih diutamakan untuk belajar papan luncur, terutama teknik dasar. Teknik tersebut harus dikuasai terlebih dahulu. Pasalnya, skater usia anak-anak diajarkan dan disiapkan untuk berprestasi. Bukan hanya untuk hobi atau mengisi waktu luang. Menurut Idhan, usia dini menjadi salah satu tahap pembinaan atlet untuk masa depan.
“Bagusnya kalau yang anak-anak sekolah dasar. Dia bisa diarahkan untuk prestasi dan menjadi atlet,” tambah Idhan.

Kegiatan BSC berfokus di area skate halaman Stadion H. Letjen Sudirman Bojonegoro. Latihan bersama terjadwal setiap Jumat dan Sabtu sore. Ada pula latihan tambahan atau privat bagi anggota yang fokus menjadi atlet. Hal itu seiring dengan Festival Olahraga Kabupaten (Forkab) Bojonegoro 2026 yang turut mempertandingkan cabang olahraga skateboard.
Salah satu orang tua, Dani Purwoko, mengungkapkan minat untuk mendaftarkan anak perempuannya yang berusia 8 tahun. Menurutnya, skateboard bisa menjadi sarana melatih mental anak, khususnya pada usia dini. Hal tersebut dinilai dapat mendukung tumbuh kembang anak.
Selain melatih mental dan keberanian, mengikuti komunitas dinilai dapat menjadi salah satu cara mengenalkan anak pada lingkungan sosial di luar sekolah. Anak juga dapat memperoleh informasi dan pengalaman pergaulan yang berbeda dari lingkungan sekolah.
“Saya ingin mengenalkan lingkungan luar sekolah pada anak dan melatihnya untuk lebih berani. Siapa tahu memang cocok di skateboard,” ucap bapak satu anak tersebut.
Skateboard merupakan cabang olahraga yang dipertandingkan dalam kompetisi olahraga, termasuk di tingkat internasional. Di Bojonegoro, olahraga tersebut juga mulai menarik minat anak-anak dan pelajar untuk bergabung dengan komunitas dan mengikuti latihan.








