Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Tahun Baru, Sekadar Menikmati Waktu Beralih atau Pengubahan Diri Lebih Baik

Usman Roin by Usman Roin
31/12/2024
in Cecurhatan
Tahun Baru, Sekadar Menikmati Waktu Beralih atau Pengubahan Diri Lebih Baik

Tahun 2024 akan beralih ke 2025. Lalu, apakah saya dan panjenengan sekadar menikmati peralihannya saja? Atau justru, memiliki semangat perubahan diri dan secuil rencana mendatang untuk lebih baik!

Perlu diketahui, sekadar menikmati peralihan tahun –lama ke baru, saya dan panjenengan “seakan” menunggu momentum pukul 00.00 Wib di penghujung 2024. Bila momentum itu telah berlalu, “rasa” seperti kembali sediakala –yakni, tahun 2024 terjadi.

“Rasa” sebagaimana saya gambarkan di atas akan jadi berbeda, bila dipergantian tahun yang kita tunggu bukan sekadar momentum peralihan waktu saja. Yang esensi adalah, semangat seperti apa yang akan dipersiapkan manakala saya dan panjenengan menapaki waktu yang telah beralih –yakni pukul 00.01 Wib, di tahun 2025.

Guna menemukan hal esensi itulah, secuil tulisan ini saya buat dan persembahkan. Tidak lain, agar saya dan panjenengan menemukan makna hakikat terdalam, agar tahun baru “yang akan” dilalui bukan sekadar menunggu-menghabiskan 2024, tetapi menyertainya dengan perubahan positif yang perlu direncanakan manakala 2025 telah datang.

Lalu, ada perubahan diri dan coretan rencana seperti apa yang perlu disematkan menyambut tahun 2025. Dari saya ada dua saja, yang siapa tahu panjenengan mau menambahi sebagai wujud saling melengkapi.

Pertama, menjadi pribadi yang lebih baik. Agar hal itu terwujud, iya kita tidak berhenti belajar. Bisa dengan ikut hadir di majelis-majelis rutinan ilmu yang tersebar di masjid, musala, atau melalui organisasi keagamaan yang ada. Tujuannya, agar ilmu saya dan panjenengan bertambah. Sehingga, tidak mudah terprovokasi, kagetan, hingga termakan arus informasi hoax yang saben hari silih berganti mecungul di gadget.

Bisa pula dengan mandiri belajar. Wujudnya iya membaca buku boleh, artikel keislaman juga boleh, yang kini kehadirannya melimpah ruah manakala berselancar di internet. Sebagai misal, website nu.or.id.

Perihal membaca buku, penulis salut dengan langkah maju istri, yang dipenutup tahun 2024 membeli buku di online shop berjudul Keajaiban Jalur Langit, karya Mislimah Planner oleh Tim Ziyadbook yang terbit Tahun 2024.

Bagi saya, kehadiran buku yang dibeli ini adalah langkah maju pribadinya yang ingin membaca. Apalagi, buku tersebut setelah saya lihat, berisi skema rencana diri agar lebih baik untuk mendatang, yakni tahun 2025.

Saya menyadari, mengajak membaca kepada orang lain itu berat. Terlebih, kepada keluarga terdekat iya istri, anak, orang tua, adik, mertua, hingga saudara. Meski berat, saya dan panjenengan tidak boleh menyerah. Bahwa membaca dalam Islam adalah perintah Allah Swt, sebagaimana diperintahkan pula kepada Rasulullah Saw pada surah al-Alaq.

Jika “membaca” secara teologis perintah-Nya, tentu bila itu dilakukan saya dan panjenengan selain akan mendapat pahala, dalam bahasa Abuddin Nata (2012:43) secara ontologis saya dan panjenengan akan memperoleh sumber pengetahuan. Dari mana? Melalui ayat-ayat Allah Swt yang tertulis dan yang tidak tertulis –tersirat, yang dalam bahasa Yusuf Qardhawi (1998:27) kauniyah pada alam jagad raya.

Bila kemudian hasil baca itu punya dampak perbaikan sikap diri menjadi pribadi yang lebih baik, tentu membaca bukanlah suatu yang sia-sia untuk kita lakukan. Tugas saya dan panjenengan menurut Abuddin Nata (2012:43), menemukan dan memanfaatkan ilmu-ilmu sebagai hasil baca ayat-ayat Allah Swt yang ada di dalam Al-Qur’an berwujud keilamuan agama, serta membaca ayat kauniyah yang ada dijagat raya yang menghasilkan pengetahuan sains.

Sekadar berbagi pengalaman, pasca membaca buku, saya menjadi senang. Mengapa? Yang saya ketahui baru sedikit. Dan yang belum, jauh lebih banyak. Bilamana tidak ada bahan bacaan baru, selain meminjam di perpustakaan kampus –Unugiri, saya juga sering membeli buku di Toga Mas dan Nusantara Bojonegoro.

Karenanya, untuk mengajak orang lain membaca, saya dan panjenengan juga perlu mencotohkan secara nyata. Meminjam bahasa Awy’ A. Qolawun (2012:45), iya praktik secara langsung (dakwah bil hal) dengan membaca di mana dan kapan saja manakala waktu hadir.

Terlebih, perihal menjadi teladan (uswah) saya dan panjenengan perlu menengok Rasulullah Saw. Meminjam bahasa Mustafa Muhammad al-Thahhan (2019:59); Bukhari Umar (2020:189), Rasul bila memerintahkan sesuatu, beliau mengamalkan terlebih dahulu, kemudian orang-orang di sekitar –para sahabat, meneladani dan mengamalkannya sebagaimana mereka mirsani beliau.

Bahkan, merujuk satu hadis riwayat Abu Dawud, di suatu waktu, Rasulullah Saw melihat seorang perempuan sedang memaggil anaknya seraya berkata, “Kemarilah, aku –perempuan tersebut, akan memberikan sesuatu.” Melihat kejadian tersebut, Rasul kemudian bertanya, “Apakah yang akan kau berikan kepadanya?” Perempuan yang ditanya Rasul tersebut menjawab, “Aku akan memberikan kurma.” Rasul pun bersabda, “Andaikan engkau tidak memberikan sesuatu, itu adalah kebohongan.”

Berdasar hadis di atas, Rasul memberi peringatan jelas kepada perempuan tersebut akan gentingnya tahapan mendidik anak. Sekaligus menegaskan bila perempuan tersebut adalah panutan bagi sang anak yang sedang dididiknya. Karenanya, sebisa mungkin saya dan panjenengan –sebagaimana dicontohkan perempuan tersebut, memperhatikan ucapan bilamana akan memberikan sesuatu kepada anak.

Kedua, merencanakan yang ingin dicapai. Perihal rencana tahun 2025 lebih tepatnya semacam rancangan yang ingin dilakukan yang itu belum terlaksana di tahun sebelumnya. Yakni, tahun 2024.

Sebagai misal, ingin memiliki karya buku, membuka wirausaha mandiri, kemudian membangun rumah, lalu berkeluarga bagi yang masih sendiri dan sebagainya. Item-item rencana ini akan lebih baik ditulis dan dipilih skala prioritas dahulu. Dan yang penting, rancangan yang ingin dicapai dilaksanakan sekuat tenaga agar tidak sekadar berakhir tulisan yang ketemu akhir-awal tahun lagi.

Dua hal di atas –menjadi pribadi yang baik dan membuat rencaan yang ingin dicapai, adalah hal bijak agar tahun ini –2025, lebih baik dari sebelumnya.

Penulis adalah Dosen Prodi PAI Fakultas Tarbiyah Unugiri.

Tags: 2025Beralih Lebih BaikTahun Baru
Previous Post

Tentang Mbah Jatmiko : Penasihat Spiritual Gus Dur dari Mojokerto (2)

Next Post

Minimalisasi Penggunaan Pupuk Kimia, KKN UNUGIRI Berhasil Selenggarakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos

BERITA MENARIK LAINNYA

Kemarau yang Datang Lebih Awal
Cecurhatan

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan
Cecurhatan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
Di Antara Embargo dan Martabat
Cecurhatan

Di Antara Embargo dan Martabat

07/04/2026

Anyar Nabs

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: