Minimalisasi penggunaan pupuk kimia Mahasiswa KKN Unugiri kelompok 42 mengadakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk kompos pada Minggu, (12/12/2024) bertempat di Aula Desa Banyubang Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban Jawa Timur.
Kegiatan ini berkerja sama dengan Komunitas Peduli Lingkungan (KAPELAN) dan Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena (POLTANA) Tuban, turut hadir dalam kegiatan ini kelompok tani, pemilik ternak, masyarakat desa setempat, dan perangkat Desa Banyubang.
Koordinator KKN Desa Banyubang Abdullah Dzikron Fajar menyampaikan, melihat dari keluh kesah dari beberapa masyarakat ketika observasi yaitu kesulitan tentang pupuk sehingga susah untuk memupuk tanaman yang ada di tegal sehingga program saat ini adalah pelatihan pembuatan pupuk kompos.
“Harapan saya dengan ada nya Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos ini masyarakat Desa Banyubang ini bisa menerapkan program ini biar tidak ada yang kesulitan tentang pupuk dan bisa memupuk tanaman dengan baik dan taman bisa tumbuh subur,” ujar Dzikron,
Nur Alim selaku ketua pelaksana menyampaikan terima kasih kepada seluruhnya yang hadir dan tentu sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, tentu harapan kedepan setelah ini masyrakat tidak kebingungan lagi terkait pupuk.
“Saya ucapkan terimakasih kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir semoga pasca keegiatan ini tidak ada yang mengeluh tentang pupuk lagi,” ucapnya.
Ima Rokhayati, S.Sos sekaligus membuka sosialisasi juga memaparkan materi tentang pentingnya mengolah limbah ternak agar tidak mencemari lingkungan, limbah ternak justri sangat bermanfaat bagi pertanian yang diolah mejadi pupuk kompos dan itu lebih bagus dari pupuk kimia untuk kesuburan tanah jangka panjang.
“Pupuk kompos dari kotoran ternak ini baik untuk pertanian dan lebih baik dari pupuk kimia untuk kesuburan tanah jangka panjang,” ucapnya.
Pembuatan pupuk kompos dilanjut oleh Syakur, A.Md., S.Ak., M.m dengan cara prakter secara langsung, bahan dan alat sudah disiapkan oleh kelompok KKN dan para perserta juga antusias.
Syakur menyampaikan, pemakaian pupuk organik dapat memberi dampak positif pada kesuburan tanah, memperbaiki kandungan unsur hara, serta berdampak baik pada hasil panen dalam pemakaian jangka panjang. Di sisi lain, hal tersebut akan mengurangi ketergantungan petani dalam pemakaian pupuk kimia.
“Pemakaian pupuk organik ini tentu berdampak positif pada kesuburan tanah, dan memperbaiki unsur hara juga baik pada hasil panen dalam pemaiakan jangka panjang,” tandasnya.








