Jika bagian masjid yang berbentuk segitiga saja bisa dikaitkan dengan konspirasi Illuminati, apa yang terjadi dengan tempe goreng berbentuk segitiga? Ternyata, ia menyimpan pesan kesemestaan yang teramat penting bagi umat manusia.
Bagi saya, tempe goreng berbalut cerubuk dan berselimut sambel terasi adalah camilan dan lauk paling enak sedunia, terutama saat lapar dan tidak ada lauk yang lainnya.
Nabs, di Bojonegoro, masih sering saya mendapati tempe goreng berbentuk segitiga. Dan setelah saya observasi secara tidak mendalam, memang jumlah tempe goreng berbentuk segitiga, 51 persen lebih banyak daripada yang berbentuk segi empat (baik persegi maupun persegi panjang). Jangan-jangan ~
Tempe goreng berbentuk segitiga memang lumrah ditemui. Bahkan, hampir setiap warung atau mereka yang memasak di rumah, juga sering memotong tempe berbentuk segitiga. Usut punya usut, itu disebabkan bentuk segitiga lebih mudah dibikin daripada bentuk persegi.
“Kalau segitiga kan nggak perlu simetris nggak masalah, kalau persegi itu, harus simetris. Kalau nggak simetris jelek,” kata Chatimma, salah seorang praktisi home cooking di Bojonegoro.
Selain itu, kata Chatimma, memotong tempe berbentuk segitiga juga lebih fenomenal. Sebab, banyak perkara di dunia ini menggunakan segitiga daripada segi empat. Segitiga Bermuda, misalnya, kan belum pernah ada yang namanya Segiempat Bermuda.
Nabs, tempe goreng pakai cerubuk, yang tebal dan crunchy, rasanya memang mampu melebihi enaknya ayam goreng KFC — terlebih saat sedang memakannya, kamu sedang kelaparan dan di depanmu hanya ada tempe belaka.
Cerubuk tempe itu ibarat THR menjelang hari raya. Kehadirannya menyempurnakan kenikmatan. Dan anehnya, dari sejumlah praktisi penggoreng tempe yang sempat saya temui, kebanyakan menggunakan tepung Segitiga Biru sebagai bahan cerubuk. Ha? Apa? Wqwq ~
Tempe berbentuk segitiga dan digoreng dengan cerubuk yang bahannya pakai tepung Segitiga Biru? Wow! Wow! Wow!
Tapi, bagi saya, entah kenapa, meski sama-sama pakai cerubuknya, tempe goreng berbentuk segitiga jauh lebih enak dibanding tempe goreng berbentuk geometri lainnya—apalagi, nggorengnya pakai cerubuk dari tepung Segitiga Biru. Hmm enak sekaly ~
Alasannya sederhana. Tempe goreng berbentuk segitiga lebih mudah dimasukkan ke dalam mulut. Sebab, bentuknya mengerucut. Sedang tempe berbentuk persegi, bentuknya tidak mengerucut.
Dan dari sejumlah riset pribadi secara tidak mendalam yang pernah saya lakukan, tempe goreng berbentuk segitiga jauh lebih banyak diproduksi dibanding yang berbentuk segi empat atau lingkaran atau jajar genjang atau limas atau prisma atau trapesium.
Ternyata alasannya sangat mengejutkan!. Ya, tempe goreng berbentuk segitiga jauh lebih mudah dibikin dibanding bentuk geometri lainnya. Coba bayangkan, kamu menggoreng tempe berbentuk prisma. Alih-alih bisa segera dimakan, kamu bakal pingsan karena kelaparan.
Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan sebuah video viral yang mengaitkan desain masjid Al Safar, Cipularang, Jawa Barat, dengan simbol segitiga. Masjid dengan luas 6.000 meter dan diresmikan pada 2017 itu, dirancang oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Meski memiliki desain indah, konon penampakannya mirip simbol segitiga. Dan simbol segitiga, kata orang yang mengkritik, berhubungan dengan simbol iluminati dan zionis dan Yahudi. Hihihi
Kembali ke tempe goreng. Jika bagian masjid yang berbentuk segitiga saja bisa dikaitkan dengan konspirasi Illuminati, apa yang terjadi dengan tempe goreng berbentuk segitiga yang digoreng dengan cerubuk dari bahan tepung Segitiga Biru?
Hayoo… Udah terlanjur dimakan ya? Mutahkan saja! Mutahkan saja, Nabs! Wqwqwqwq ~
Nabs, peka terhadap simbol itu penting. Tapi, mengait-ngaitkan simbol dengan perkara yang sesungguhnya tidak masuk akal, tentu sangat tidak berfaedah dan hanya memicu perkara belaka.
Kalau ngajak ekstrem-ekstreman, kita tentu bisa menganalisis kenapa penampakan celana dalam —- pada sudut tertentu —- berbentuk segitiga? Dan celana dalam, kita tahu, identik sebagai unsur nafsu hewani manusia.
Nabs, terlepas dari konspirasi dan otak-atik gatuk yang teramat konyol di atas, sesungguhnya ada filosofi dan makna yang teramat dalam dari tempe goreng berbentuk segitiga.
Iya, tempe goreng berbentuk segitiga lebih enak dimakan karena ia lebih filosofis. Segitiga menggambarkan 3 sudut kesemestaan. Yakni; lahir, hidup dan mati. Saat kita maem tempe berbentuk segitiga, harusnya kita mampu mengingat akan proses hidup manusia.








