Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Ulama Pecinta Buku dan Istrinya yang Cemburu

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
23/06/2022
in Headline
Ulama Pecinta Buku dan Istrinya yang Cemburu

Sejak zaman dulu, para ulama memiliki kecintaan pada kitab dan buku-buku. Bahkan, hingga membuat sang istri merasa amat cemburu.

Ada banyak ulama yang kecintaan terhadap bukunya, amat luar biasa. Sebut saja diantaranya; Ibnu Ajjurum As-Sonhaji (1273-1323), Qadhi Iyadh (1083–1149), Imam Sibaweh (760-796), dan lain sebagainya. Kesemuanya memiliki kisah tentang kecintaan pada buku.

Syahdan, Qadhi Iyadh mengunjungi seorang kawan yang baru saja selesai menulis buku. Saat Qadhi Iyadh sedikit membaca buku tersebut, ia langsung kagum. Ia meminta temannya agar mau meminjamkan bukunya tersebut, untuk ia baca lebih lanjut.

Akhirnya buku itu dipinjamkan. Dengan syarat, buku harus kembali dalam keadaan utuh. Sebab, itu naskah satu-satunya dan belum sempat disalin. Jika naskah itu hilang, maka, buku juga akan lenyap. Karena itu, Qadhi Iyadh berjanji akan mengembalikan buku sebaik mungkin.

Buku itu dibawa ke rumah. Qadhi Iyadh  begadang demi membaca buku tersebut sampai tuntas. Bersamaan dengan lezatnya membaca, sang istri meminta untuk ditemani. Tapi, Qadhi Iyadh lebih memilih membaca buku. Ajakan sang istri pun tak ia hiraukan.

Waktu pagi tiba. Adzan shubuh berkumandang. Qadhi Iyadh bergegas pergi ke masjid untuk menunaikan shalat jama’ah dan mengajar ngaji para santri di sana.

Saat ia kembali ke rumah, ia mencium aroma yang tak sedap. Ia bertanya pada sang istri.

“Masak nopo e, Dek?”

“Engko lak ngerti-ngerti dewe,” jawab sang istri jutek.

Saat piring disajikan di meja makan, Qadhi Iyadh terkejut setengah mati. Ia melihat, buku temannya yang baru dipinjam itu sudah hangus terbakar. Ternyata, sang istri membakar buku itu karena merasa cemburu. Sebab, semalam dia sudah dicueki gara-gara beliau asyik baca buku.

Dengan hati-hati, Qadhi Iyadh mengambil buku yang sudah tak berbentuk itu. Kemudian, ia mengambil kertas dan pulpen untuk menulis apa yang beliau baca semalam suntuk. Ternyata beliau sudah hafal apa yang dibaca semalam.

Tak lama kemudian, buku itu dikembalikan pada temannya. Saat temannya membaca buku itu lagi, tak ada satupun kalimat yang hilang dari buku tersebut. Ini menunjukkan betapa seriusnya Qadhi Iyadh dalam membaca dan memahami buku.

Tags: Sufi LiterasiUlama dan Buku
Previous Post

Plan Indonesia dan Masa Depan Kaum Muda

Next Post

5 Makna Rumah ini Akan Membuatmu Ingin Segera Berumah Tangga

BERITA MENARIK LAINNYA

Hakekat Lomba Agustusan dalam Kehidupan Sehari-hari
Headline

Hakekat Lomba Agustusan dalam Kehidupan Sehari-hari

17/08/2024
Islam Indonesia dan 7 Strata Masyarakat Nusantara
Headline

Islam Indonesia dan 7 Strata Masyarakat Nusantara

12/07/2024
5 Kuliner Bojonegoro Tempo Dulu yang Harus Kamu Tahu
Destinasi

5 Kuliner Bojonegoro Tempo Dulu yang Harus Kamu Tahu

07/05/2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Batu Bara dan Piring Kosong

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: