Dalam Ramadhan, selalu ada tradisi menarik. Sebuah tradisi yang andai diulangi tiap bulan pun, tak pernah memicu rasa bosan.
Ramadhan kali ini sama plek kayak sebelumnya, sebab larangan mudik juga diterapkan di wilayah kita. Tidak hanya itu, jika kamu memaksa untuk mudik. Siap-siap ya, untuk dikenakan denda. Entah denda apa juga tidak tahu.
Hal-hal kecil yang perlu diperhatikan menjelang Ramadhan yaitu menyehatkan badan kita, karena Virus Covid-19 tak kunjung sirna dari muka bumi ini. Semoga saja besok segera sirna.
Bukankah tradisi mejelang Ramadhan itu tergolong unik? Ya unik, tapi tidak terlalu, wqwqwq. Megengan adalah tradisi saat menjelang Ramadhan. Megeng berasal dari kata memegang, yakni kita harus memegang hawa nafsu kita.
Di tengah ramainya penduduk, tradisi megengan ini ada beberapa sesuatu yang jarang diketahui oleh banyak orang. Dari berbagai macam cara memeriahkan megengan ini, penduduk sekitar membuat bingkisan.
Atau biasa disebut berkat.
Tidak berhenti disitu saja, berbagai macam cara untuk meramaikan tradisi tersebut, penduduk sekitar mengundang dari berbagai kalangan, dari penduduk biasa hingga pejabat desa.
Semua berbondong-bondong datang, tapa ada rasa mengeluh sama sekali. Melainkan senang Ketika diundang untuk datang. Acaranya memang tidak begitu meriah, tapi itu adalah suatu kehormatan jika kita datang.
Rasanya kurang jika kita tidak mengupas tuntas tentang tradisi megengan ini. Ada beberapa jajanan yang sangat melegenda. Yaitu Apem, banyak yang sudah makan jajanan ini.
Jajan yang bentuknya fleksibel, kenapa begitu? Karena bisa berubah-ubah. Sebab tergantung si pembuat Apem tersebut. Kata Apem berasal dari Bahasa Arab, yakni Afwan, yang artinya selalu memohon maaf.
Ramadhan adalah bulam ampunan. Itu bukan slogan atau lagu yang sering kalian dengar. Memang itu adalah kenyataan, yang biasanya orang-orang sebelum Ramadhan mengharap dosanya untuk diampuni.
Apalagi iklan Sirup Marjan yang sudah diiklankan, itu bertanda bulan suci Ramadhan akan segera hadir bersama kedipan kita. Jadi harus dimaksimalkan secara baik.
Gunakan Ramadhan ini dengan berbuat baik. Kalian pernah mendengar Para kiai saat ceramah. “alhamdulillah kita masih bisa menjumpai bulan suci Ramadhan.”
Kita masih bisa berjumpai bulan suci Ramadhan adalah suatu nasub yang mulia. Apalagi kalian yang puasanya bolong-bolong, wqwqw.
Nabs, begitulah ihwal tentang tradisi Megengan dan jajanan legendaris Apem. Semoga Ramadhan kali ini penuh dengan kenikmatan dan rahmat dari Tuhan Maha Esa.
Semoga saja puasamu tahun ini tidak bolong lagi ya, Nabs.








