Berikut 5 hal yang bisa kamu lakukan di bulan Ramadhan pada waktu pandemi, khususnya dalam rangka mengisi waktu luang nan rentan diserang kebosanan.
Pemberitaan tentang pandemi COVID-19 hingga sekarang belum juga usai. Data tentang Orang Dalam Pantauan (ODP) dan orang sembuh di berbagai negara masih menghiasi layar kaca.
Di bulan Ramadhan plus diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini, seyogianya kita patuh pada aturan pemerintah. Namun yang perlu di garis bawahi juga pemerintah harus memerhatikan hak-hak rakyat agar kedepannya tidak terjadi pelanggaran.
Misalnya penyaluran bantuan yang tepat sasaran, sosialisasi dan koordinasi yang ciamik antar jajaran pemerintah khususnya via online, dan hal-hal lain yang memperlancar koordinasi.
Di bulan penuh ampunan ini, seharusnya tidak mengurangi produktivitas. Dari hal itu, daya kreativitas kita benar-benar teruji. Mulai dari kreativitas dalam menyikapi berita di media massa, kreativitas mengisi waktu luang, dan sebagainya.
Maka dari itu, berikut 5 hal yang bisa kamu lakukan di bulan Ramadhan pada waktu pandemi, khususnya dalam rangka mengisi waktu luang nan membosankan.
1. Membaca apa saja
Nabsky bisa membaca apa saja, mulai dari nderes Qur’an, novel, artikel, jurnal, buku materi pelajaran, dan juga membaca degup kebahagiaan melalui Jurnaba. Perintah membaca sudah termaktub dalam kitab suci merupakan wahyu yang pertama kali turun.
Tentu banyak sekali manfaat yang Nabsky peroleh setelah membaca. Sudut pandang baru mengenai suatu hal, amunisi untuk menulis dan berbicara, dan pelajaran lain yang bermanfaat. Sembari menunggu waktu berbuka puasa, bisa digunakan untuk membuka jendela dunia melalui buku.
2. Mendengarkan apa saja
Selain membaca, mendengarkan apa saja bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang di masa pandemi. Mulai mendengarkan suara alam; misalnya cuitan burung, mendengarkan dawuh orang tua, ceramah agama, ceramah ilmiah, ceramah tematik, dan sebagainya.
Di gawai banyak sekali aplikasi mendengarkan ceramah, misalnya You Tube, Podcast, dan lain-lain. Namun alangkah baiknya, kamu tahu profil dari penceramah supaya lebih mantap dan tahu kompetensi apa yang dimiliki penceramah. Apalagi ceramah agama, Nabsky harus tahu genealogi atau sanad keilmuan penceramah.
3. Menulis
Sembari menunggu waktu berbuka puasa, kamu bisa menuliskan pengalaman puasa hari ini. Bagi kamu yang puitis, sila melukiskan alam di bulan Ramadhan dan pandemi dengan guratan pena dalam bentuk puisi. Bagi yang memiliki opini terkait kondisi sosial, ekonomi, politik, seni dan budaya jangan takut untuk mencoba mengirimkan karya tulis di kanal yang penuh degup kebahagiaan apalagai kalau bukan Jurnaba.
4. PDD
Kamu mungkin bertanya-tanya apa itu PDD? Di masa pandemi beragam singkatan banyak ditemui. Misalnya PSBB yang merupakan singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar. Namun PDD merupakan kepanjangan dari Pengembangan Diri Daring.
Maksudnya, kamu bisa coba lakukan kegiatan pengembangan diri secara online/daring. Contohnya mengikuti kelas online jurnalistik yang diadakan kantor berita, mengikuti kursus online yang diadakan oleh kementerian negara, mengikuti seminar online, kursus online, kuliah online, sekolah online, diskusi daring, dan lain-lain.
Banyak manfaat yang bisa diperoleh misalnya ilmu, pengetahuan, pengalaman, dan wawasan akan bertambah.
5. Tidak melihat apa saja
Eits, meningat sekarang berada di bulan Ramadhan atau bahkan ketika tidak berada di bulan Ramadhan, diberi nikmat bisa melihat alam raya merupakan nikmat yang luar biasa, ojo lali bersyukur. Tapi apapun itu ada batasnya.
Namun jangan khawatir, tidak melihat apa saja bukan berarti tidak bisa melihat segalanya. Kamu bisa melihat Jurnavid yang disana terdapat konten video yang penuh inspirasi dan tentunya degup kebahagiaan. Selain itu bisa melihat beragam film sesuai genre yang kalian suka, entah itu film romansa, horor, komedi, motivasi, dan lain-lain.
Itulah 5 hal rekreatif yang bisa diakukan untuk mengisi waktu luang khususnya di Bulan Ramadhan plus pandemi ini. Semoga bermanfaat. Bagi yang puasa semoga puasanya lancar, dan bagi yang tidak puasa tetap bisa membaca pluralitas degup kebahagiaan di Jurnaba.








