Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

9 Proses Taaruf dan Tahapan yang Harus Kamu Tahu

Dewi Luluk Hanifah by Dewi Luluk Hanifah
13/02/2023
in Cecurhatan
9 Proses Taaruf dan Tahapan yang Harus Kamu Tahu

Taaruf dalam hubungan percintaan dapat diartikan sebagai proses yang tujuannya mengacu pada jalan pernikahan. Taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Secara syar’i, taaruf diperintahkan oleh Rasulullah bagi setiap pasangan yang ingin menikah.

Sedangkan pacaran merupakan hubungan yang dilarang oleh Allah SWT dan terdapat dalil yang menunjukkannya yaitu pada surat Al-isra’ ayat 32. Alasan taaruf lebih baik daripada pacaran: terhindar dari fitnah.

Taaruf memiliki manfaat dan tujuan yang jelas. Selain itu, taaruf bisa menghindari seseorang melakukan hal-hal negatif contohnya berduaan, karena tak dianjurkan bagi mereka yang sedang menjalani taaruf pergi berduaan. Jika ingin bertemu saja harus ada orang lain yang menemani, baik orang tua maupun saudara.

Selama membangun proses taaruf laki-laki dan perempuan memiliki kewajiban mencari informasi mengenai satu sama lain dalam waktu singkat.

Lalu, bagaimana proses terbaik seseorang yang mau menikah dengan berta’aruf terlebih dahulu? Berikut 9 tahapan proses bertaaruf:

1. Niat
Sebelum melakukan proses taaruf, seseorang harus memiliki niat semata-mata karena Allah. Tidak boleh menjalankan taaruf apabila terdapat niat buruk di dalamnya. Luruskan niat, bahwa menikah karena ingin membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warahmah.

2. Datangi orang tuanya
Proses taaruf sangat berbeda tentunya sangat berbeda dengan pacaran. Dalam agama Islam, apabila ada seorang laki-laki yang tertarik pada seorang perempuan, sangat dianjurkan untuk langsung menemui kedua orang tua si perempuan tersebut, lalu kemudian mengutarakan niatnya untuk bertaaruf.

3. Komunikasi
Saat proses taaruf berlangsung, maka yang harus dilakukan ialah cukup saling menanyakan beberapa hal, seperti perihal dirinya. Misalnya hal apa yang disukai dan tidak disukai. Tidak dianjurkan untuk sering bertemu atau saling mengirim pesan terlalu sering. Jika ingin bertemu, maka ajak keluarga atau teman terdekat.

4. Tidak Berduaan
Setelah dapat restu dari orang tua si perempuan, tidak berarti bisa bertemu dan mengajaknya jalan-jalan(berduaan). Jika ingin bertemu harus ada orang lagi ( bertigaan )

5. Menundukkan pandangan
Menundukkan pandangan artinya menjaga pandangan agar tidak dilepas begitu saja tanpa kendali agar menghindari hal-hal negatif yang tidak diinginkan saat bertemu calon.

6. Sholat Istikharah
Pasangan yang sedang bertaaruf juga dianjurkan solat Istikharah, Untuk memohon agar Allah SWT memberikan jawaban pilihan yang terbaik. Ketika melakukan solat Istikharah jangan ada kecenderungan terlebih dahulu pada calon yang diinginkan, ikhlaskanlah semua hasil pada Allah SWT. Dan teruslah berdoa kepada Allah SWT.

7. Tentukan Waktu Khitbah
Proses taaruf tidak boleh terlalu lama, Jika taaruf dilakukan dalam waktu lama, sangat merugikan pihak perempuan. Maka dari itu, jika sudah mengambil keputusan untuk taaruf maka segera menikah. Jarak ideal taaruf dan khitbah (lamaran) sekitar 1-3 minggu saja.

8. Memberi hadiah
Hadiah sebelum pernikahan hanya dapat dimiliki oleh wanita calon istri dan bukan keluarganya.

9. Akad
Apabila semua tahapan proses Taaruf sudah berjalan dengan baik, tibalah saatnya untuk melanjutkan proses terakhir yaitu menikah. menikah dengan calon yang tadi di ajak ta’aruf. Pernikahan tidak boleh dilakukan sembarangan karena ini merupakan bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada sang pencipta.

Demikian proses taaruf yang baik dan benar sesuai dengan tuntunan Islam. Tujuan taaruf adalah terhindar dari yang namanya perbuatan zina yang jelas dilarang oleh Allah SWT.

Proses mengenal antara laki-laki dan perempuan untuk mencari kecocokan sebelum pernikahan. Tidak boleh ada niatan mencoba-coba dalam hal perjodohan.

Penulis adalah salah anggota UKM Penalaran dan Penulisan Griya Cendekia dan mahasiswi Prodi PAI UNUGIRI.

Tags: JodohTaaruf CintaTips
Previous Post

Urgensi Pendidik Mengabdi dengan Cinta

Next Post

Benarkah Perkembangan Teknologi itu Paradoks?

BERITA MENARIK LAINNYA

Dari Selat Malaka ke Piala Dunia: Ketika Pemburu Rempah kembali berjumpa di Derby Iberia
Cecurhatan

Dari Selat Malaka ke Piala Dunia: Ketika Pemburu Rempah kembali berjumpa di Derby Iberia

03/07/2026
Menunggu Orang-orang Tua yang Berwibawa
Cecurhatan

Menunggu Orang-orang Tua yang Berwibawa

30/06/2026
Saat Manga dan Anime Membangun Sepak Bola Jepang: Kickers, Tsubasa, Shoot!, dan Blue Lock
Cecurhatan

Saat Manga dan Anime Membangun Sepak Bola Jepang: Kickers, Tsubasa, Shoot!, dan Blue Lock

29/06/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Voynich Manuscript: Ketika Para Pemecah Sandi Terbaik Dunia Menyerah (Bagian II)

Voynich Manuscript: Ketika Para Pemecah Sandi Terbaik Dunia Menyerah (Bagian II)

06/07/2026
Banyu Wedang Bojonegoro Dikaji dari Perspektif Geologi, Sejarah, dan Budaya, Tim Ekspedisi Naga Api Ungkap Potensi Geosite

Banyu Wedang Bojonegoro Dikaji dari Perspektif Geologi, Sejarah, dan Budaya, Tim Ekspedisi Naga Api Ungkap Potensi Geosite

05/07/2026
Voynich Manuscript: Kitab yang Menolak Dibaca Selama Enam Abad (Bagian 1)

Voynich Manuscript: Kitab yang Menolak Dibaca Selama Enam Abad (Bagian 1)

04/07/2026
Dari Selat Malaka ke Piala Dunia: Ketika Pemburu Rempah kembali berjumpa di Derby Iberia

Dari Selat Malaka ke Piala Dunia: Ketika Pemburu Rempah kembali berjumpa di Derby Iberia

03/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: