Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Bertepuk Sebelah Angan-angan

Moh. Bahrul Hikam by Moh. Bahrul Hikam
11/02/2020
in Cecurhatan

Kebijaksanaan tak bisa didapat melalui rasa bahagia saja. Butuh sedih dan sengsara untuk mendapatkannya.

Aku seorang mahasiswa baru (maba) di salah satu kampus swasta Bojonegoro. Aku mengambil jurusan unik yang mahasiswanya berjumlah sekitar 50 ndil. Dan aku punya cerita yang ingin kuceritakan padamu.

Semua berawal saat aku mendapat tugas kelompok beranggotakan 6 orang. Dua laki-laki dan empat perempuan. Sejak saat itu, aku mengalami fenomena psikologis yang aneh. Aku sulit tidur.

Ceritanya begini. Dalam kelompok itu, ada seorang gadis yang menurutku aneh dan lucu. Dia gadis yang aktif tapi tak banyak berbicara. Tiap kali aku ingin mengajaknya berbicara, sulit.

Iya, dia gadis yang membuatku selalu ingin mengajaknya berbicara. Tapi saat aku sudah berada di dekatnya, aku seperti hape yang tanpa pulsa: sulit berbicara. Sejak saat itu, aku sulit tidur.

Kalian mungkin mengira, aku sedang jatuh cinta kan? Tidak. Kalian salah. Aku hanya sulit tertidur.

Aku tak paham, apa yang membuat gadis itu terlihat begitu istimewa. Mungkin karena dia tidak banyak omong, sehingga kekagumanku muncul atas dirinya.

Tiap hari aku selalu punya semacam keinginan untuk mengajaknya berbicara. Sering cemas saat tak melihat keberadaannya, dan sering mati gaya ketika berdekatan dengannya. Sejak saat itu, aku sulit tidur.

Kalian mungkin mengira, aku sedang jatuh cinta kan? Tidak. Kalian salah. Aku hanya sulit tertidur.

Seiring berjalanya waktu, aku tahu bahwa dia sedang trauma jatuh cinta. Dan kehadiranku belum cukup menghilangkan traumanya itu. Rasanya tanganku seperti sedang bersalaman dengan udara.

Aku telah membangunkannya istana megah di dalam hatiku, tapi dia hanya membangunkanku gubuk reot di hatinya. Cita-cita pun tak sampai pada titik yang sama. Aku iya, dia tidak. Sejak saat itu, aku sulit tidur.

Kalian mungkin mengira, aku sedang jatuh cinta kan? Tidak. Kalian salah. Aku hanya patah hati dan sulit tertidur.

Saat ini, aku sudah mulai percaya bahwa apapun yang aku terima, adalah cara Tuhan mengajarkanku menjadi bijaksana. Kebijaksanaan tak bisa didapat melalui rasa bahagia. Butuh sedih dan sengsara untuk mendapatkannya.

Kini aku sudah bisa tertidur layaknya hari-hari biasa. Kalian mengira, mungkin aku sedang tidak jatuh cinta? Tidak. Aku hanya belajar menerima kenyataan.

 

Moh. Bahrul Hikam adalah mahasiswa baru yang tidak baru-baru amat. 

Tags: kebijaksanaanMahasiswapatah hati
Previous Post

Terminal Rajekwesi dan Kenangan Sebelum Menjadi Taman

Next Post

Tradisi Emas Bulutangkis dan Kans Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

BERITA MENARIK LAINNYA

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)
Cecurhatan

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal
Cecurhatan

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan
Cecurhatan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: