Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Perempuan Buta yang Tiba-tiba Bisa Melihat Kabah

Redaksi by Redaksi
23/05/2020
in JURNAKULTURA
Perempuan Buta yang Tiba-tiba Bisa Melihat Kabah

57 tahun dalam keadaan buta, dia mampu melihat di usia 70 tahun. 

Syahdan, seorang perempuan asal Tunisia bernama Fatimah. Dia buta sejak berusia 13 tahun. Sama sekali tidak pernah bisa melihat.

Dia menikah dalam keadaan buta, dia pun hamil dan memiliki anak dalam keadaan buta.Tapi, dia menjalani hidup tanpa merasa resah atau kecewa dengan keadaannya.

Saat dia berusia 70 tahun, dia ingin melaksanakan ibadah haji ke tanah suci. Dia mengumpulkan biaya dan bekal untuk berangkat haji bersama anak dan cucu-cucunya.

Dan tiba-tiba, di hatinya muncul rasa rindu yang amat mendalam untuk melihat Kabah, tempat kiblat berada. Seketika itu, dia beranjak pergi ke dokter, ingin menjalani operasi agar penglihatan matanya bisa normal.

Dua berangan-angan, bisa memakai celak di matanya saat melihat kemuliaan Kabah. Tapi, dokter menjawab, sangat mustahil mengembalikan penglihatan mata yang sudah tidak berfungsi normal selama 57 tahun. Malang benar nasibnya.

Saat waktu pemberangkatan haji tiba, perempuan itu tak pernah berhenti berdoa, meminta agar diberi kesempatan untuk bisa melihat Kabah.

“Ya Allah, andai aku bisa melihat Kabah, sebentaaarr saja ya Allaah.. Bagaimana mungkin aku bisa berdiri di depan ka’bah sementara aku tak bisa melihat kegagahannya”. Doa itu dia ulang terus menerus.

Ketika masuk Masjidil Haram, berkali-kali dia bertanya pada anaknya, “Apa kita sudah berada di depan Kabah?”.
“Kita sudah sampai di depan ka’bah, ibu”. Jawab si anak.

Setelah sesaat diam, tiba-tiba perempuan itu berkata, “Indah sekali Kabah itu, alangkah gagahnya.. segala puji bagiMu Tuhanku”. Ucap perempuan itu penuh takjub.

Anak-anaknya pun melongo keheranan dan langsung menoleh ke arah ibunya, “Bagaimana ibu bisa melihat kabah?”

“Aku bisa melihatnya di depanku, Nak! Iya di depanku! Aku bisa melihatmu juga di depanku! Aku bisa melihat semua yang ada di sekitarku,!”

Perempuan itu sangat gembira dengan apa yang dia dapatkan. Sementara anak-anaknya terkejut dan langsung berteriak syukur sekencang-kencangnya. Orang-orang di sekitarnya pun berkumpul dan mendekat, takjub dan terharu dengan peristiwa langka tersebut.

Betapa luas kedermawanan Allah. Ia maha pemberi anugerah dan pemberi kejutan dan pengabul permintaan hamba yang berdoa dengan penuh kesungguhan.

* Diolah dari tulisan Azro Rizmy, santri Indonesia yang melanjutkan pendidikan di Tarim Hadramaut, sekaligus Rais Syuriah PCI NU Yaman.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Selama Ramadhan ini, redaksi Jurnaba.co berupaya menghadirkan kisah-kisah pendek bermuatan hikmah. Semoga bisa jadi kisah yang asyik dibaca sambil menunggu waktu sahur dan berbuka.

Tags: Kisah RamadhanKisah Sufi
Previous Post

Pelajar NU Bojonegoro Peringati Hari Kebangkitan Nasional dengan Gelar Diskusi Progresif

Next Post

Bisakah Melewati Idul Fitri Tanpa Berjabat Tangan?

BERITA MENARIK LAINNYA

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten

Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten

22/10/2026
Sertijab Direktur Eksekutif LPDS: Tantangan Jurnalisme di Era Digital dan Target Penguatan Kompetensi Pers

Sertijab Direktur Eksekutif LPDS: Tantangan Jurnalisme di Era Digital dan Target Penguatan Kompetensi Pers

21/10/2026
Dari Api Abadi hingga Doa Bersama, Merawat Kebersamaan di HJB 349

Dari Api Abadi hingga Doa Bersama, Merawat Kebersamaan di HJB 349

20/10/2026
Skill Saja Tak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Para Pelajar dan Mahasiswa Magang

Skill Saja Tak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Para Pelajar dan Mahasiswa Magang

19/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: