Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Di Bawah Rembulan G30S dan Tini Berkisah pada Tono

Yogi Abdul Gofur by Yogi Abdul Gofur
04/10/2020
in Fiksi Akhir Pekan
Di Bawah Rembulan G30S dan Tini Berkisah pada Tono

Kisah gerakan yang penuh tanda tanya di kabupaten yang konon jadi lumbung pangan dan energi.

Angin malam berhembus. Menyapa daun tembakau. Lagu tentang tumbuhan genjer berkumandang di radio kecil yang usang.

“Tin, kenapa engkau suka lagu itu? Bukankah bapakmu dulu petinggi PNI?”

“Seni dan politik itu dua hal yang berbeda, Ton. Saya memutar lagu tentang tumbuhan genjer sebagai bentuk apresiasi.”

Kebetulan malam itu, tanggal akhir di bulan ke-sembilan dalam kalender masehi. Di negara agraris nan multikultur tempat Tini dan Tono menikmati desir angin di bawah rembulan di sekitar ladang tembakau, waktu itu merupakan momentum namun di bagian belahan bumi yang lain waktu itu merupakan suatu hal yang biasa saja.

Tempat dimana Tini dan Tono tinggal, di depan beberapa rumah penduduk terdapat tembakau yang digelar. Selain itu, juga ada yang mengibarkan bendera setengah tiang plus nonton bareng sebuah film dengan layar tancap di halaman rumah seorang warga.

Rembulan yang berada di cakrawala bersinar terang. Terangnya rembulan, tidak seterang apa, siapa, dan bagaimana sebuah peristiwa akhir september hingga satu oktober tersebut terjadi.

“Tin, mengapa, kamu malah menyendiri di ladang tembakau?”

“Karena saya belum yakin. Dalang atau otak peristiwa itu merupakan sebuah partai yang pengikutnya akan membunuh dan beberapa kali menteror bapakku.”

“Loh..loh..sudah benar-benar wong palu arit yang salah. Beberapa kali menteror bapakmu.”

“Mengapa kamu bisa berbicara seperti itu, Ton. Bukankah sejarah ditulis Sang Pemenang?”

“Yo..wes jelas. Sejak awak dewe duduk ndek bangku putih merah hingga putih abu-abu partai merah yang salah. Dan merekalah dalang dibalik peristiwa G30S/1Okt.”

“Wah..mainmu kurang jauh Ton, wqwqwq. Ngopimu kurang pait. Coba, baca beberapa buku sejarah dari berbagai penulis ihwal peristiwa itu kemudian bandingkan.”

“Ya..ya, kalau kamu suka baca. Olehmu sinau nggguwetu. Namun, apakah kamu tidak marah dulu ada guru di sekolah kita simpatisan partai palu arit yang mencorat-coret wajahmu dengan kapur, wqwqwq?”

Suhartono (Tono) dan Sutini (Tini) merupakan teman satu kelas. Dari berseragam putih merah hingga putih biru.

Peristiwa yang menimpa Tini itu ketika duduk di bangku putih merah.

Mengingat Tini merupakan anak petinggi PNI di kabupaten yang konon sebagai lumbung pangan dan energi dan guru yang mengajar waktu itu ialah simpatisan PKI, guru itu begitu kesal dengan Tini.

Tini kecil tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Seiring berjalannya waktu, akhirnya ia tahu tentang itu.

Kawan-kawan satu kelas Tini, sekolah dengan telanjang kaki. Tini datang ke sekolah bersepatu.

Kawan-kawan yang lain memandangi kaki Tini dengan heran. Sedangkan seorang gurunya pada suatu waktu, menyuruhnya pulang dan mencorat-coret wajah Tini dengan kapur.

Tini langsung pulang. Dan bapak Tini diam saja. Ia memandangi wajah buah hatinya dengan penuh heran.

Saban malam, nama bapak Tini selaku petinggi PNI selalu disebut dan akan dibunuh.

Peristiwa itu selalu terngiang dalam benak Tini. Namun, Tini kecil yang tidak tahu apa-apa pernah suatu waktu ia bersama Nastiti (kakak Tini) bersembunyi di balik pohon sembari menyaksikan pesta yang digelar partai merah.

Dan ketika pulang ke rumah, Nastiti dan Tini dimarahi bapaknya. Kalimat, “untung, kamu masih baik-baik saja. Tidak diculik dan disiksa mereka” keluar dari mulut bapaknya.

Dan malam itu, ketika bulane bunder ser di awal oktober, Tini berkisah kepada Tono tentang peristiwa G30S/1Okt.

Tags: Fiksi Akhir Pekan
Previous Post

Museum di Pojokan Kota Bojonegoro

Next Post

Menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan Apa?

BERITA MENARIK LAINNYA

Hikayat Takut Kualat
Fiksi Akhir Pekan

Hikayat Takut Kualat

26/12/2025
Kharisma Kiai Darmin
Fiksi Akhir Pekan

Kharisma Kiai Darmin

30/11/2025
Akar Kehidupan Membentuk Pohon Harapan 
Fiksi Akhir Pekan

Akar Kehidupan Membentuk Pohon Harapan 

15/05/2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Merawat Ingatan, Menyemai Masa Depan: GP Ansor Kota Batu Luncurkan Buku Sejarah

Merawat Ingatan, Menyemai Masa Depan: GP Ansor Kota Batu Luncurkan Buku Sejarah

21/04/2026
Pembawa Pendaratan di Planet Merah: Diaspora Iran Sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (2)

Pembawa Pendaratan di Planet Merah: Diaspora Iran Sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (2)

21/04/2026
‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

20/04/2026
Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

19/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: