Tentang sesuatu yang pas untuk menggambarkan sebuah kenyamanan.
Negeri anime, akhir-akhir ini memanggilku untuk menghadiri negara tersebut. Yah, Maret merupakan waktu yang tepat untuk aku mendatanginya.
Maret merupakan purnama aku mengunjungi dunia yang fana. Merupakan awal aku dilahirkan ke dunia. Menempuh dan menjalani peran yang sudah Allah tetapkan untukku. Berat, memang berat untuk menjalani kewajiban yang memundaki ini.
Tepat hari ini, bulan ini, dan tahun ini negara cantik itu memanggilku untuk bercengkrama dengannya. Ada sakura-sakura nan mempesona telah menantikan kehadiranku. Ya, sakura Kota Osaka.
“Aha, sakura memanggilku,” Aku teriak gembira.
Panggilan itu sangat aku nantikan. Kemudian aku memutuskan untuk berangkat sore harinya.
“Wah, aku berada di negara yang belum pernah aku kunjungi,” Aku membayangkan berada di sana.
Perjalanan panjang yang aku tempuh, menghabiskan waktu yang sangat lama. Dan tidak kalah juga menghabiskan biaya yang mahal. Hehe.
“Yuhuu…. aku sampai,” Aku teriak dengan kegirangan.
“Allah, nikmatmu sangat luar biasa. Aku berada di sini atas izinmu. Mengizinkan untuk menginjak tanah ini. Berteman dengan sakura. Menikmati betapa indahnya ciptaanmu” Aku menghembuskan nafas dalam.
Keindahan-keindahan dedaunan yang membuatku untuk tertidur. Kicauan burung yang menidurkanku,
“Din, bangun” Teriak Yan padaku
Kemudian aku terbangun “Ya ampun, ternyata aku hanya mimpi”
Mimpi menjadi bunga tidur. Pelezat cerita tidur. Ternyata keberadaanku di negara sakura itu hanya mimpi. Hehe.
Tapi, memang sangat nyaman melihat keindahan di musim gugur. Menikmati kedamaian-kedamaian itu dengan kesendirian. Melepas lelah dan penat atas pekerjaan. Aku bersama dengannya di musim gugur.








