Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Kampus Terbuka dan Semangat Belajar Sepanjang Masa

A Wahyu Rizkiawan by A Wahyu Rizkiawan
04/09/2021
in Headline
Kampus Terbuka dan Semangat Belajar Sepanjang Masa

Kampus Terbuka merupakan bukti betapa proses belajar tak boleh usai, tak boleh menemui titik selesai. Sebab, ia ada sepanjang masa, sepanjang usia manusia. 

Sejumlah muda-moody Bojonegoro adakan giat sekolah kehidupan bertajuk Kampus Terbuka. Sebuah kampus non formal nan egaliter dengan kurikulum pembelajaran berbasis multiple intelegence.

Namanya muda-moody, pasti punya banyak rencana dan agenda. Hanya, kadang masih mood-moodan. Tapi, untuk Kampus Terbuka ini, mood para aktivis digeber secara matang agar terus mau belajar.

Kampus Terbuka merupakan agenda mingguan yang dilaksanakan sejumlah aktivis di Bojonegoro. Kampus ini dibuka dalam rangka mensyukuri nikmat hidup pasca pandemi dengan terus belajar.

Bisa bertahan dan melanjutkan hidup di tengah gempuran pandemi merupakan kenikmatan yang luar biasa besar. Karena itu, harus disyukuri dengan membuat monumen berupa ruang belajar.

Kampus Terbuka merupakan proses syukuran atas hidup yang masih dititipkan Tuhan, di tengah kematian yang amat mudah ditimpakan.

Awalnya, ruang belajar ini akan dinamai Sekolah Pasca Pandemi (SPP). Tapi, karena justru mengingatkan pada banyaknya biaya bersekolah, akhirnya diganti dengan Kampus Terbuka. Sebab, kampus ini memang gratis.

Sesuai namanya, kampus ini sangat terbuka untuk bisa diikuti siapa saja. Dengan tema belajar apa saja (sesuai kebutuhan), dan, tentu saja, dilaksanakan di mana-mana alias nomaden.

Semua orang, dengan keahlian apapun, hakikatnya adalah pendidik sekaligus pembelajar. Karena itu, sebagai pendidik, pasti punya tugas untuk melakukan sesuatu.

Ini sesuai ungkapan populer Paulo Freire: the educator has the duty of not being neutral. Pendidik punya tugas untuk tak jadi netral dan diam saja. Tapi harus bergerak dan berpihak. Bergerak dan berpihak kemana, semua punya jawaban masing-masing pastinya.

Pertemuan pertama Kampus Terbuka yang dihelat di Warung Kopi Tambangan Jethak pada (4/8) ini, tema yang dibahas adalah etika lingkungan. Tentu ini tema yang sangat menarik. Sebab, tema tersebut dibahas dari bermacam sudut perspektif dan latar belakang.

Pada pertemuan pertama ini, dihadiri banyak aktivis. Mulai aktivis lingkungan, budaya, komunikasi, tokoh NGO, hingga aktivis literasi. Sehingga, etika lingkungan mampu diteropong dari bermacam sudut pandang. Mulai meteorologi, etnologi, hingga kosmologi.

Rektor kultural Kampus Terbuka, AW. Saiful Huda menjelaskan, Kampus Terbuka memang terbuka untuk diikuti siapa saja. Dari latar belakang apa saja. Sebab, tujuan utama dari diadakannya kampus tersebut, untuk menanamkan semangat belajar bagi siapapun di Bojonegoro.

Setiap pertemuan, menurut dia, akan membahas tema berbeda. Sesuai kesepakatan para peserta. Dia juga mengatakan bahwa kampus ini boleh diikuti siapapun. Baik mahasiswa, aktivis, atau masyarakat umum.

Kampus Terbuka diharap mampu menjadi ruang godok intelektualitas masyarakat Bojonegoro. Semacam sekolah non formal yang egaliter. Ini juga jadi tempat bagi para pendidik dan pembelajar dari berbagai latar belakang keahlian untuk mengaktualisasikan diri.

Kampus Terbuka adalah simbol betapa belajar tak pernah menemui titik usai. Sekaligus bukti betapa proses belajar tak boleh menemui titik selesai. Sebab, ia ada sepanjang masa, sepanjang usia.

Tags: Aktivis BojonegoroAktivis LingkunganKampus Terbuka
Previous Post

Menanamkan Literasi Aswaja secara Bil-ilmi, bukan Bi-ceremony

Next Post

Lingkar Studi Ampel, dari Warung Kopi Hingga Tekad yang Muncul di Hati

BERITA MENARIK LAINNYA

Hakekat Lomba Agustusan dalam Kehidupan Sehari-hari
Headline

Hakekat Lomba Agustusan dalam Kehidupan Sehari-hari

17/08/2024
Islam Indonesia dan 7 Strata Masyarakat Nusantara
Headline

Islam Indonesia dan 7 Strata Masyarakat Nusantara

12/07/2024
5 Kuliner Bojonegoro Tempo Dulu yang Harus Kamu Tahu
Destinasi

5 Kuliner Bojonegoro Tempo Dulu yang Harus Kamu Tahu

07/05/2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

20/04/2026
Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

19/04/2026
Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: