Kongres mahasiswa ditujukan agar mampu bangun sinergitas penataan organisasi mahasiswa.
Sabtu (26/4/2022), forum musyawarah tertinggi keluarga besar mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri, yang secara resmi diselenggarakan pertama kali pasca marger kampus, mengambil tema “Membangun Sinergitas Penataan dan Pelaksanaan Organisasi Mahasiswa”, yang diselenggarakan di Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK).
Kegiatan ini digelar oleh Majelis Permusyawaratan Mahasiswa dan secara resmi diikuti oleh seluruh keluarga besar mahasiswa, yang tergabung sekitar 100 orang, peserta tersebut diantaranya, yaitu dari seluruh pengurus organisasi mahasiswa delegasi setiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM-F) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U).
Kegiatan ini secara runtut berlangsung dengan khidmat, dengan prosesi beberapa sidang pleno. Sidang pleno pertama pembahasan tata tertib persidangan, kedua, pembahasan AD/ART, ketiga, sidang komisi rekomendasi, keempat, laporan pertanggung jawaban organisasi dan kelima, amandemen penetapan musyawaroh sidang.
Kegiatan ini kembali menentukan kebijakan dalam keterlibatan aktif mahasiswa dalam pelaksanaan kinerja organisasi harus diperkuat lagi. Kinerja-kinerja organisasi harus memang berdasarkan apa yang menjadi kebutuhan, selain itu, dalam menentukan kebijakan dan program kerja organisasi tidak sebatas formalitas, secara ideal organisasi menjadi ladang proses pembentukan karakter mahasiswa. Hal itu disampaikan oleh M. Bahrul Hikam sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa dalam sambutannya.
Begitupula pesan disampaikan oleh Wakil Rektor III, Dr. Nurul Huda M.H.I sekaligus membuka agenda Musyawarah Tertinggi Mahasiswa ini, beliau menegaskan kepada mahasiswa, dalam ranah geraknya mahasiswa harus memiliki idealisme yang terwujud dalam nilai kebenaran ilmiah yang diperjuangkan, memiliki karakteristik dalam berorganisasi, baik dalam menentukan arah kebijakan, bermusyawarah, penalaran dan berargumentasi, sehingga mahasiswa tak canggung saat dihadapkan dengan realitas di masyarakat, beliau juga tak pernah lupa untuk mengapreasiasi dan mendukung mahasiswa dalam meningkatkan prestasi.








