Kisah tentang perempuan yang ridha atas semua takdir yang dia terima.
Al-Rabi’ bin Khutsaim al Kufi (w.62 H), merupakan aulia tabi’in dan perawi hadis yang amat zuhud. Beliau adalah santri kinasih Ibn Mas’ud. Al-Rabi’ termasuk 8 tabi’in yang mencapai puncak zuhud.
Syahdan suatu malam, Al-Rabi’ bermimpi, seseorang datang menemuinya dan berkata: “Si Fulanah itu, kelak adalah istrimu di surga”.
Paginya, Al-Rabi’ mencari tahu tentang sosok perempuan itu. Setelah bertanya mencari alamat yang dituju, ia pun menemui perempuan tersebut, saat si perempuan sedang menggembalakan kambing-kambingnya.
Al-Rabi’ mencari penginapan di dekat rumah si perempuan, untuk mengetahui amalan apa yang sering dilakukan si perempuan, hingga menjadikan dia jadi calon istri Al-Rabi’ di surga.
Selama tiga hari dalam pengamatan, Al Rabi’ tak melihat perempuan itu beribadah melebihi ibadah fardhu. Perempuan itu hanya beribadah fardhu, tak lebih.
Di hari ketiga, Al Rabi’ memberanikan diri bertanya pada perempuan itu, “apakah kau beramal tak lebih dari yang aku lihat?”.
“Ya, tak lebih dari yang kau lihat. Tapi dari dulu, tiap bangun pagi, aku tak pernah berangan-angan apapun. Aku ridha atas apa yang Allah berikan padaku”. Jawab perempuan itu.
“Wahai perempuan, aku diberitahu dalam mimpi, bahwa engkau adalah istriku di surga”.
Perempuan itu menjawab: “apakah engkau al-Rabi’ bin Khusaim al Kufi?”.
Diolah dari kitab Shifat al Shafwah (Ibn Qayyim al Jauzi)








