Dunia Pertanian masih jadi aset unggulan Bojonegoro. Terbukti dari luasnya lahan sawah di Bojonegoro. Pembangunan infrastruktur dan pemberian asuransi bagi petani jadi program utama digagas Setyo Wahono-Nurul Azizah.
Meski memiliki lahan produktif amat luas, dunia pertanian Bojonegoro juga masih mengalami banyak kendala. Selain kekeringan dan minimnya regenerasi petani, tata niaga pupuk bersubsidi juga masih kerap tidak tersalurkan dengan baik.
“Harapan kami agar dimudahkan cari pupuk dan harga panen tidak anjlok, itu saja” kata Hadi, seorang petani di Kalitidu.
Hadi mengatakan, permasalahan dihadapi petani saat ini, memang masih berkutat pada sulitnya mendapat pupuk. Terutama saat waktu-waktu tertentu. Padahal, kebutuhan pada pupuk juga sangat tinggi. Dia berharap, ada regulasi memudahkan pembelian pupuk subsidi.

Ketua DPD PAN Bojonegoro, Lasuri mengakui, kebutuhan pupuk memang sangat tinggi. Sebab, menurut dia, 80 persen penduduk Bojonegoro adalah petani. Ini jadi alasan sulitnya pupuk pada waktu-waktu tertentu. Karena itu, menurut Lasuri, harus ada keberpihakan program pertanian bagi para petani.
“Membenahi tata niaga pupuk itu sangat penting. Tapi banyak hal lain yang juga penting, misalnya pemberian asuransi bagi petani gagal. Ini akan dilakukan Setyo Wahono dan Nurul Azizah” kata Lasuri.
Menurut Lasuri, pemberian asuransi bagi petani gagal panen sangat penting. Mengingat, resiko gagal panen juga kerap dihadapi para petani. Program inovatif seperti pemberian asuransi bagi para petani gagal, jadi salah satu program pertanian yang ditawarkan pasangan Setyo Wahono – Nurul Azizah.
Terpisah, Setyo Wahono mengatakan, jauh hari pihaknya telah menyiapkan sejumlah program di bidang pertanian. Di antaranya adalah Pembangunan Infrastruktur Ternak dan Tani (Petruk Tani). Program ini, menurut dia, memveri asuransi bagi para petani, pembangunan sumur bor, irigasi, hingga hilirisasi hasil tani dan ternak domba sejahtera.
“Dari Program Petruk Tani ini kita akan beri asuransi bagi para petani” kata Setyo Wahono.
Selain program Petruk Tani, Wahono juga menyiapkan program Kartu Petani. Kartu bagi petani yang berfungsi sebagai kartu sakti. Yaitu satu kartu untuk banyak pelayanan. Di antaranya bantuan pupuk, bantuan modal tanam, edukasi tani, hingga pemberdayaan program perranian.
“Jadi Kartu Tani ini database bagi pemerintah, untuk membuat intervensi positif. Contohnya bantuan modal dan pemberian pupuk” imbuh dia.








