Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Bojonegoro Nagapura, Gerbang Naga Pulau Jawa

A Wahyu Rizkiawan by A Wahyu Rizkiawan
15/10/2024
in JURNAKULTURA
Bojonegoro Nagapura, Gerbang Naga Pulau Jawa

Perahu Baja Gayam

Kokohnya pagar Kendeng dan panjangnya Bengawan yang meliuk-liuk serupa Naga, menjadikan Jipang (Bojonegoro) masyhur dikenal “Nagapura” Jawa. Tanah melegenda yang disebut Bangsa Tamil sebagai Nagapuram in Chavaka-nadu. 

Sekitar 3 abad sebelum Raja Wisnuwardhana menulis Prasasti Maribong (1246 M), Jipang juga sudah masyhur sebagai titik peradaban Medang (abad 10 M). Jipang identik wilayah di mana pengaruh Medang dan Sriwijaya bertemu secara seimbang. Terbukti dari kehebatan masyarakat Jipang dalam mengelola ekosistem maritim Sungai.

Jipang merupakan nama kuno dari Bojonegoro. Teritorial Jipang meliputi seluruh Bojonegoro, sebagian Blora, dan sisi selatan Tuban. Sejak Medang Wangsa Syailendra maupun Medang Wangsa Isana, posisi Jipang memang sangat diperhitungkan. Mengingat, ia jadi salah satu —- untuk tak mengatakan satu-satunya — poros transportasi penghubung Pesisir dan Pedalaman Jawa.

Pada masa Raja Dyah Baletung (898 -910 M), kawasan ini sudah memunculkan banyak nama Begawan, termasuk titik-titik penting seperti Sotasrungga, Telang, Pagerwesi, dan Sima Pungpunana yang menjadi pusat peradaban para Citralekha abad 10 M.

Banyaknya artefak dan prasasti zaman “Pu Sindok” yang berada di wilayah Jipang, jadi bukti bahwa Jipang punya peran sebagai titik labuh atau stasiun perantara, dalam rangka perpindahan Medang Jawa Tengah menuju Medang Jawa Timur (929 – 949 M).

Jejak Raja Erlangga Medang Kahuripan (1019 – 1043 M) juga cukup banyak berada di wilayah Jipang. Seperti dikabarkan Pucangan Sanskerta (1041 M), pasca melewati pralaya ekarnawa, Erlangga membangun Kanal Bengawan Sore dan Pugawat Pandan, sebuah pendhermaan yang memiliki kemegahan serupa taman “Dewa Indra” di puncak Kendeng.

Simbol Padma yang tertera pada Perahu Kuno Padang Trucuk Bojonegoro.

Bukan kebetulan jika kelak, Jipang punya jasa besar atas berdirinya Kerajaan Singashari. Pada awal pendirian Singashari (1222 – 1292 M), Jipang dikenal wilayah para Begawan/Brahmana, tempat di mana Jenggala dan Panjalu kembali dipersatukan. Prasasti Maribong menyebut Jipang sebagai wilayah para Brahmana yang punya jasa atas berdirinya Kerajaan Tumapel (Singashari).

Begitupun, pada awal pendirian Majapahit, Raden Wijaya mengeluarkan Prasasti Adan-adan (1301 M) yang menyebut di kawasan Jipang, terdapat Brahmana bernama Sri Paduka Rajarsi. Dan bukan kebetulan pula jika kelak, pada masa Raja Hayam Wuruk (1350 – 1389 M), Jipang dikenal sebagai Kota Bengawan. Terbukti dari jumlah titik Naditira Pradesa yang melebihi daerah-daerah lainnya (Prasasti Canggu 1358 M).

Kota Nagapura

Nagapura bermakna Gerbang Naga. Hampir di berbagai zaman, Jipang berposisi sebagai gerbang perantara. Penghubung Medang dan Sriwijaya. Penyatu Jenggala dan Panjalu. Selain karena menguasai ekosistem sungai, Jipang juga mampu mengendalikan dominasi peradaban Pesisir dan Pedalaman Jawa.

Mbah Jati Balok: Artefak Jati Raksasa, simbol kejayaan Bengawan Bojonegoro

Dari ujung ke ujung Jipang (Jipang Hulu sampai Jipang Hilir), Bengawan meliuk-liuk seperti Naga raksasa yang memecah baris hutan purba Pegunungan Kendeng Utara. Ini alasan Jipang identik dengan citra-mitologi Naga. Identitas Jipang sebagai Kota Naga, juga diperkuat secara resmi dalam Prasasti Canggu (1358 M).

Sejak zaman Medang hingga zaman Majapahit, Jipang dikenal sebagai “gerbang” antara peradaban pesisir (utara) dan peradaban pegunungan (selatan). Jalur utama antara Sriwijaya (pesisir) dan Medang (pegunungan), adalah Jipang (Nagapura). Ini yang membuat Jipang identik sebagai Gerbang Naga.

Nagapuram in Chavaka-nadu

Istilah Nagapuram in Chavaka-nadu disebut di sejumlah literatur. Di antaranya buku berjudul The Encyclopedia of Islam Vol IV yang disusun M. TH. Houtsma dkk (1934); dan buku Hindoe-Javaansche Geschiedenis yang ditulis N.J. Krom (1926). Istilah Nagapuram ditulis sebagai berikut:

“…The Tamil poem Manimegalai mentions a town Nagapuram (city of the naga), in Çävaka-nādu or land of Çävaka (Jāvaka),  and the names of two of its kings: Bhūmičandra and Punyarāja, who claimed descent from Indra”.

Dalam puisi Tamil Manimegalai yang belum diketahui berasal dari tahun berapa tersebut, menyebut tempat bernama Nagapuram (Kota Naga). Sementara kata Chavaka-nadu, menurut N.J Krom, adalah bentuk Tamil dari Jawaka atau Zabag atau Pulau Jawa.

Nagapuram, secara geografis, adalah sebuah kota di India Selatan, yang sangat dihormati masyarakat India (Tamil) berkat kentalnya budaya Hindu-Budha. Nagapuram in Chavaka, menunjukan sebuah peradaban Jawa yang mirip Nagapuram India.

Nagapuram Chavaka-nadu, bisa dimaknai sebagai Kota Naga dari Jawa, atau “gerbang naga” Pulau Jawa. Sebab, pura = gerbang. Ini mengingatkan kita pada posisi Jipang (Bojonegoro), sebagai gerbang Naga Pulau Jawa. Jipang selalu berperan sebagai perantara dan penghubung antara Pesisir dan Pedalaman Jawa.

Informasi lain memperkuat dugaan di atas adalah, para pemimpin Nagapuram Chavaka-nadu — Bhūmičandra (Medang?) dan Punyarāja (Sriwijaya?) — mengaku sebagai keturunan Dewa Indra. Tentu, mengingatkan kita pada Pugawat Pandan, sebuah pendhermaan yang memiliki kemegahan serupa taman Dewa Indra di puncak Kendeng.

Tags: Chavaka-naduMakin Tahu IndonesiaNagapura JawaNagapuram Chavaka
Previous Post

Pasangan WaNur Bakal Beri Asuransi bagi Petani Gagal Panen

Next Post

Setyo Wahono - Nurul Bakal Permudah Pelayanan Air Bersih di Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Skateboard Bojonegoro Makin Diminati, Anggota Komunitas Bertambah Usai Kejuaraan Nasional
JURNAKULTURA

Skateboard Bojonegoro Makin Diminati, Anggota Komunitas Bertambah Usai Kejuaraan Nasional

06/09/2026
Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia
JURNAKULTURA

Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia

27/08/2026
Ketika Kekuasaan Kehilangan Akal Sehat, Membaca Novel Garcia Marquez
JURNAKULTURA

Ketika Kekuasaan Kehilangan Akal Sehat, Membaca Novel Garcia Marquez

25/08/2026

Anyar Nabs

Kecamatan Baureno Gencarkan Pencegahan Diska

Kecamatan Baureno Gencarkan Pencegahan Diska

18/09/2026
Dari Jemari Perempuan Desa, Rajutan Bojonegoro Menembus Pameran Jabanusa

Dari Jemari Perempuan Desa, Rajutan Bojonegoro Menembus Pameran Jabanusa

17/09/2026
Lokakarya Media 2026: Ketika Industri Butuh Cerita

Lokakarya Media 2026: Ketika Industri Butuh Cerita

17/09/2026
SKK Migas: Pers Profesional Jadi Mitra Strategis Industri Hulu Migas

SKK Migas: Pers Profesional Jadi Mitra Strategis Industri Hulu Migas

16/09/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: