Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Kampus ‎PerDikAn: Mandala Kadewaguruan Transformasi Sosial

A Wahyu Rizkiawan by A Wahyu Rizkiawan
13/06/2025
in JURNAKULTURA
‎Kampus PerDikAn: Mandala Kadewaguruan Transformasi Sosial

Pendopo PerDikAn

Kampus PerDikAn ibarat Kadewaguruan yang menjadi pusat mandala bagi jejaring penggerak sosial nan tersebar di tiap sudut Nusantara.

Mendengar nama PerDikAn Jogjakarta, tentu mengingatkan kita pada jaring laba-laba Indonesian Society for Social Transformation (INSIST). Pondasi jejaring aktivis Transformasi Sosial ini, diinisiasi dua Begawan Transformasi Sosial Indonesia: Pak Mansour Fakih (alm) dan Pak Roem Topatimasang.

Baca juga: Mansour Fakih, Bapak Transformasi Sosial Indonesia

Sebagai bagian penting dari jaringan INSIST, Yayasan PerDikAn didirikan para pandito dan mahaguru aktivisme Transformasi Sosial Indonesia. Di antaranya; Pak Roem Topatimasang, Pak Toto Rahardjo, Pak Ahmad Mahmudi, dan Pak Noer Fauzi Rachman.

Kampus PerDikAn adalah Balai Peguron di lereng Gunung Merapi, sekitar 12 km di bawah puncak Merapi. Tepatnya di Desa Pakembinangun, Pakem, Sleman, Jogjakarta. Suasana lereng gunung berpadu tembok bata merah yang tak diplester, membuat kita mengingat suasana film Tutur Tinular.

Di sejumlah sudut Kampus PerDikAn, terdapat beberapa arca Ganesha yang menjadi simbol ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Siluet Merapi yang tampak penuh kegagahan, serta gemericik air yang terdengar nyaring tak berkesudahan, kian mempertebal nuansa kehadiran para Rakawi dan  Begawan — simbol peradaban.

Baca juga: Scholar Aktivis, Pegiat Transformasi Sosial Ekologis 

Selain atmosfer para pembelajar, Kampus PerDikAn juga  identik tradisi literatur. Tempat yang dipenuhi gudang referensi, ruang pustaka, dan pusat penerbitan buku. Kampus PerDikAn tak hanya dipenuhi ghirah dialektika keilmuan, tapi juga dilengkapi sedimentasi penelitian dari para “pengendali” lapangan.

Bagi saya, Kampus PerDikAn adalah Bayt al Hikmah Baghdad abad 9 M. Tempat di mana para peneliti, pustakawan, dan para musafir ilmu berdialektika dan saling berjumpa, mewiridkan inovasi bersama-sama. Mereka membangun suatu entitas dimensi yang oleh Carlos Maria Dominguez disebut sebagai hikayat La Casa de Papel. 

Dalam semesta INSIST, ada dua pilar keilmuan yang tak bisa dipisahkan. Keduanya adalah Yayasan PerDikAn dan INSISTPress. Dua pilar ini bergerak seimbang, dalam memuliakan ilmu pengetahuan sebagai senjata memperjuangkan ekosistem hidup yang berkeadilan. Jika PerDikAn adalah Kadewaguruan, INSISTPress adalah gudang referensi-nya.

Dewan Guru PerDikAn, dari kiri: Pak Roem, Pak Toto, dan Pak Oji (sumber: Istimewa)

Yayasan ‎PerDikAn adalah ruang Dewan Guru, dengan tugas utama membangun metodologi Sekolah Transformasi Sosial (STS), melalui pengembangan konsep Pendidikan Kerakyatan. Sementara INSISTPress adalah pilar di mana ide-pemikiran para Dewan Guru itu ditulis dan diabadikan, dalam bentuk toko buku dan penerbitan.

Mandala Kadewaguruan

Secara etimologis, Perdikan bermakna tanah atau desa yang diberi hak istimewa — terutama kebebasan pajak —  oleh kerajaan pada masa lalu. Namun secara terminologis, Perdikan adalah akronim dari Perkauman Pendidik untuk Keadilan (PerDikAn). Ini alasan huruf P, D, dan A dalam istilah PerDikAn ditulis secara kapital.

Ilustrasi: Konsep Mandala (sumber foto: Jurnaba.co)

‎Sementara secara ideografis, PerDikAn adalah harapan tentang “ranah merdeka” bagi pengembangan gagasan, pemikiran, serta prakarsa ke arah perubahan sosial yang berkeadilan, terutama bidang pendidikan masyarakat. Sebab, Perdikan adalah tanah Simaswatantra: komposisi utama pembentuk Bhinnasrantaloka (konsep harmoni sosial).

Selama ber-dekade-dekade, PerDikAn selalu mengampanyekan Transformasi Sosial melalui gerakan Populi Education (Pendidikan Kerakyatan), atau pendidikan berorientasi khazanah pembebasan masyarakat. Ini alasan ia dikenal Perkauman Pendidik untuk Keadilan dan Perubahan Sosial.

Mandala dalam konsep Kadewaguruan, adalah konfigurasi titik yang melingkari pusatnya. Begitupun PerDikAn, meski berada di Jogja, ia menjadi simpul dan pusat mandala atas jejaring aktivis di berbagai kawasan Nusantara. Mandala, dalam hal ini, adalah pusat konfigurasi lingkaran, simbol kosmos yang mewakili lingkar jejaring penggerak sosial di seluruh penjuru Nusantara.

Cantrik Perdikan

Dalam tradisi PerDikAn, ngenger sebagai cantrik adalah bagian dari siklus alam. Sebab, pergerakan harus dilanjutkan. Sementara jaring-jaring harus dirawat untuk dikembangkan. Menjadi bagian dari PerDikAn, adalah pengalaman belajar yang tak terlupakan. Sebab, ia rantai pasok keilmuan, sekaligus simpul sanad pergerakan.

Cantrik PerDikAn: Belajar Sepanjang Hayat.

Bersama kawan-kawan dari Jawa Barat dan Indonesia Timur, saya cukup beruntung karena bisa ikut ngenger sebagai cantrik PerDikAn. Kami diberi kesempatan untuk bermulazamah pada para masyayikh PerDikAn, dalam rangka nyambung sanad keilmuan secara langsung, khususnya sanad ilmu di bidang Pendidikan Kerakyatan dan Metodologi Perubahan Sosial.

Sebagai rekrutan jalur mendadak, kami belajar banyak tentang Ekosistem dan Ideologi PerDikAn. Kami dilatih menguasai data lapangan dan mengendalikan forum di ruangan: mengintervensi atmosfer, menyusun tradisi, hingga membangun adat budaya berorientasi spirit PerDikAn.

Ideologi PerDikAn mengajarkan sikap i’tidal (tegak lurus) pada prinsip kerakyatan, tawazun (seimbang) dalam segala hal, dan tasamuh (toleransi) pada perbedaan. Namun yang utama, memihak nilai keadilan: tidak netral tapi juga tidak mendukung pada salah satu pihak yang berbeda pendapat.

Di Kampus PerDikAn, kami tak hanya diajari bagaimana mengorganisir masyarakat di lapangan dan menguasai forum di ruangan. Tapi juga diajari mengorganisir diri sendiri, untuk terus belajar. Meski tak pernah diucapkan, para Dewan Guru telah mengajari kami bagaimana mengelola energi untuk berproses meningkatkan diri.

‎Kami bermulazamah ilmu pada Pak Roem Topatimasang, Pak Toto Raharjo, dan Pak Noer Fauzi Rachman tentang hakekat pergerakan, sekaligus visi pengorganisasian. Kami juga bermulazamah ilmu pada Pak Dony HC tentang bagaimana menjalankan sebuah organisasi dalam ritme yang berbasis kemandirian.

Dan yang amat penting, kami belajar tentang kesederhanaan dan “tawadhu’itas intelektual” yang sangat luar biasa besar. Beliau semua adalah doktor-profesor dalam bidang Transformasi Sosial, dengan jejak intelektual sahih yang diakui dunia internasional. Namun, sikapnya amat sangat sederhana.

Lebih dari itu, kami juga memahami pergerakan dalam skala yang lebih luas. Tentang banyaknya saudara-saudara kami di Sabang sampai Merauke, Kamboja, Burma, Vietnam, Laos, hingga Thailand. Semua tersimpul dalam “mandala kekeluargaan” yang kami sebut: Kampus PerDikAn.‎

Rumah Pakem, 12 Juni 2025

Tags: INSIST PerDikAnKampus PerDikAnMakin Tahu Indonesia
Previous Post

Bahasa Kualat: Antara Mitos, Dogma, dan Kesadaran

Next Post

Perjalanan Husain Basyaiban dalam Dakwah Digital

BERITA MENARIK LAINNYA

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan
Cecurhatan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026
‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026

Anyar Nabs

Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

11/06/2026
Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

10/06/2026
Aroma Kopi dan Sejarah yang Dikuratori

Aroma Kopi dan Sejarah yang Dikuratori

09/06/2026
Berkah Bumi: Berawal Rembesan Alami, Diubah Jadi Konsesi

Berkah Bumi: Berawal Rembesan Alami, Diubah Jadi Konsesi

08/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: