Sebuah kedai kreatif telah resmi berdiri di kawasan wisata Waduk Tirta Agung, Desa Prangi. Kedai ini dibangun sebagai bagian dari program kerja utama KKN-TK 19 Universitas Bojonegoro, dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian lokal, membuka peluang usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar. Kedai tersebut dibangun pada 18-27 Juli 2025.
Pemilihan lokasi di Waduk Tirta Agung bukan tanpa alasan—waduk ini telah menjadi salah satu titik destinasi lokal yang ramai dikunjungi warga, terutama saat akhir pekan maupun hari libur. Lokasinya yang strategis di tepi waduk diharapkan mampu menarik pengunjung dan menjadikan kedai ini sebagai pusat interaksi sosial, ekonomi, dan wisata kuliner lokal.
Koordinator KKN-TK 19 Desa Prangi Fachrul Ibad mengatakan. Kedai kreatif bisa menjadi bangkitnya UMKM di Waduk Tirta Agung, dan juga sebagai promosi produk unggulan dari kelompok KKN yaitu Asmantoga, tanaman obat keluarga, pengunjung juga bisa menikmati suasana waduk dan memahami berbagai manfaat kesehatan.
“Selain itu, kedai kreatif ini juga menjadi media promosi sekaligus pemasaran bagi produk unggulan kelompok Asmantoga (tanaman obat keluarga) dari Desa Prangi. Di sini, pengunjung tidak hanya dapat menikmati suasana waduk, tetapi juga mengenal berbagai manfaat kesehatan dari produk herbal yang dipasarkan,” ucap Ibad
Ibad juga menjelaskan, kedai tersebut akan dikekolah oleh kelomok POKMASWAS Kelompok Masyarakat Pengawas) agar keberlanjutan program dapat terjaga dalam jangka panjang, dengan harapan bisa terus berkembang terus menerus.
“Kedai tersebut nantinya akan dikelola oleh kelompok Pokmaswas agar mempunyai manajemen pengelolaan yang baik dan terstruktur,” imbuhnya.
Muhajir selaku ketua karang taruna menyampaikan, bahwa adanya Waduk Tirto Agung mempunyai potensi yang sangat besar namun belum dapat di maksimalkan, harapannya akan ada pertumbuhan ekonomi lokal yang menjadi mata pencaharian warga tersebut.
“saya berharap ekonomi warga sekitar akan berkembang,” harapnya.
Kehadiran Waduk Tirta Agung juga diharapkan mampu memperkuat identitas wisata Desa Prangi sekaligus menjadi sumber pendapatan asli desa (PADes) di masa mendatang.








