Kabar mengenai eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) Bojonegoro akhir-akhir ini terus mencuat. Rencana pertambangan panas bumi di daerah Bojonegoro selatan, tepatnya di wilayah Gunung Pandan, sudah masuk daftar lelang kementerian ESDM dan kegiatan seismik dua dimensi Minyak dan Gas Bumi (Migas) di beberapa wilayah kecamatan mulai dipercepat.
Kita tahu, kekayaan alam berupa minyak dan gas sudah habis-habisan dieksploitasi, tepatnya di wilayah Kecamatan Gayam, Purwosari, Ngasem, Kecamatan Kota, Kecamatan Kapas dan Kecamatan Kadewan. Bahkan yang terbaru di Kecamatan Kepohbaru on going sebuah proyek Migas ‘Sumber Banyu Geni’.
Potensi kekayaan alam bumi Bojonegoro memang tak disangka-sangka. Di atas tanah ada pertanian yang menjadi andalan. Kita tahu Bojonegoro mendapat predikat penghasil padi terbesar nomor dua se-Jawa Timur. Bojonegoro juga dikenal memiliki kualitas kayu jati yang sangat masyhur, serta citra rasa tembakau Bojonegoro yang memiliki ciri khas, menjadi incaran para perusahaan rokok ternama. Ini mempertegas betapa berkahnya tanah Bojonegoro.
Coba kita fokus pada dua isu terbaru, yakni panas bumi di Gunung Pandan dan kegiatan seismik pencarian sumber cadangan Migas. Gunung dengan ketinggian sekitar 900 MDPL, menjadi salah satu alternatif pilihan masyarakat menyalurkan hobi mendaki. Berbagai aktivitas pelestarian alam juga kerap dilakukan di sana.
Selama ini, penulis menjumpai banyak sumber mata air di bawah kaki Gunung Pandan. Di wilayah Kecamatan Sekar dan Gondang. Sebagian besar airnya jernih dan segar, ada berwarna kuning, masyarakat menyebutnya Sendang Banyu Kuning karena residunya berwarna kuning. Sendang ini dimanfaatkan warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari, dan kebutuhan pertanian.
Pohon besar juga masih banyak ditemui di Gunung Pandan. Mungkin menjadi tempat terlengkap flora dan fauna di bumi Bojonegoro. Suasananya tenang, banyak pohon rindang dan terasa sejuk. Secara ekologis, Gunung Pandan punya banyak manfaat. Rencana eksploitasi panas bumi nanti, semoga tidak ada imbas negatif pada lingkungan dan warga sekitar. Mungkin itu harapan mayoritas warga Bojonegoro.
Seismik darat dengan gaya 2 dimensi sudah masuk fase sosialisasi tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Kegiatan ini dikomandoi PT Pertamina EP. Dalam kegiatan seismik, kabarnya akan dilakukan di Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro (Lamturo).
Ada 17 Kecamatan di Bojonegoro yang menjadi sasaran kegiatan ini. Dengan dalih pencarian cadangan minyak baru serta untuk kesejahteraan masyarakat Bojonegoro, teknisnya bagaimana, kita tunggu saja kabar baik dari lapangan.
Bagi orang luar, kabupaten dengan jumlah kecamatan 28 ini sering dijuluki “Raja Minyak”, terbukti dengan banyak berdiri rangkaian alat canggih pengeksploitasi migas yang megah. Kabarnya lagi, Migas Bojonegoro ini terbesar se Asia Tenggara. Dugaan besar, potensi cadangan migas masih terkandung dalam perut bumi Bojonegoro, para ahli tentunya sudah memiliki prediksi dengan dasar berbagai teknologi yang ada.
Kita tahu penerimaan daerah APBD dari kegiatan eksploitasi Migas sangat tinggi dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Bojonegoro, meski dalam beberapa tahun mengalami penurunan. Masyarakat hanya berharap, kegiatan ekplorasi dan rencana eksploitasi panas bumi di Bojonegoro berjalan lancar dengan mengedepankan mitigasi sosial-ekologi Bojonegoro.








