Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Manfaat Kangkung bagi Masyarakat dan Anak Indie Penikmat Senja

Adityo Dwi Wicaksono by Adityo Dwi Wicaksono
16/04/2019
in JURNAKULTURA
Manfaat Kangkung bagi Masyarakat dan Anak Indie Penikmat Senja

Kangkung merupakan sayuran yang kerap dipandang sebelah mata. Padahal, banyak manfaat kangkung yang bisa kita dapatkan. Bahkan, kangkung sangat cocok dikonsumsi anak indie-penikmat-senja.

Ibarat orang, kangkung seperti pengusaha sukses yang tampil serba sederhana. Tanaman yang punya nama latin pomoea aquatica ini banyak dijumpai di rawa-rawa. Tidak perlu lahan khusus atau perbukitan sebagai tempat kangkung tinggal. Dengan sederhana, kangkung hadir dan menawarkan dirinya melalui rawa-rawa.

Meski sederhana, kangkung merupakan sayuran favorit dari berbagai macam lapisan masyarakat. Mulai kalangan atas hingga bawah. Kangkung mampu hadir untuk mengisi kekosongan perut mereka.

Kangkung tergolong jenis sayuran yang nikmat untuk disantap. Dan sayuran, kau tahu, sangat penting bagi nutrisi tubuh dan kesehatan. Selain mengisi kekosongan perut, kangkung memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia.

Kangkung juga dikenal sebagai bayam air. Sayuran yang kerap dijual per ikat ini banyak ditemui di daerah rawa. Kangkung juga salah satu tanaman yang banyak ditemui di negara Asia, khususnya di Indonesia. Seperti yang kamu tahu, kangkung memiliki bentuk daun memanjang dengan lebar sekitar 2,5 sampai 8 sentimeter.

Kangkung mengandung sejumlah nutrisi yang baik bagi tubuh. Dalam 100 gram kangkung segar yang masih mentah, terdapat 3,4 gr protein, 3,9 gr karbohidrat dan 2 gr serat.

Kandungan vitamin A dan vitamin C dari kangkung juga sangat tinggi. Bahkan dalam 56 gram secawan kangkung. Kamu bisa memenuhi 70 persen kebutuhan vitamin A. Begitu juga 51 persen kebutuhan vitamin C.

Kangkung juga kaya akan berbagai mineral penting. Seperti kalium sebanyak 250,1 miligram, kalsium 67 mg, zat besi 2,3 mg, natrium 65 mg, dan fosfor 54 mg. Meskipun kaya dengan berbagai nutrisi penting. Kangkung merupakan jenis sayuran yang rendah kalori.

Banyak mitos yang menyerang kangkung. Seperti kangkung menimbulkan rasa kantuk. Kalau makan kebanyakan — nggak harus kangkung pun: mau telur atau sushi atau pizza  — ya pasti ngantuk lah, kalau maemnya kebanyakan.

Tapi, kangkung bisa menepis mitos itu. Buktinya, kangkung mendapat gelar sayuran yang paling sering dikonsumsi masyarakat Indonesia, bersama dengan bayam dan daun singkong.

Di antara ketiga sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, kangkung termasuk salah satunya. Kangkung menjadi sayuran favorit karena mudah mendapatkannya dan terjangkau harganya. Selain itu, banyak juga variasi olahan kangkung yang ada di Indonesia.

Mengutip beritagar.id yang telah mengolah data mikro Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2017 BPS. Khusus mengenai konsumsi sayuran. Sayur kangkung paling banyak dikonsumsi penduduk di wilayah Maluku dan Papua. Rata-rata sebanyak 13,6 gram per minggu. Kangkung juga menjadi pilihan favorit di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

Jangan salah lho, Nabs. Kangkung juga cukup populer di kalangan pehobi masak. Menilik situs cookpad.com, Terdapat 12.000 lebih resep olahan kangkung. Bahkan olahan kangkung juga bisa ditemui di berbagai warung pinggir jalan hingga restoran berbintang.

Menurut pengurus Indonesian Chef Association (ICA), I Made Witara. Kangkung menjadi populer karena mudah didapat. Sehingga kangkung menjadi sayuran favorit. Sampai lahirlah belasan ribu resep olahan kangkung.

“Ketersediaannya lebih terjamin dan harga relatif lebih murah dibanding sayur yang dibudidayakan di dataran tinggi seperti wortel, kol, buncis,” kata Made Witara dikutip dari Beritagar.id

Sebagai seorang chef, Made Witara juga menjelaskan bahwa kangkung dan daun singkong banyak ditemukan dalam olahan makanan tradisional Indonesia.

Menurut Made, kangkung punya strata sendiri dalam dunia kuliner Indonesia. Jika sayurang lain seperti wortel dan kol hanya jadi pelengkap, kangkung justru hadir sebagai menu utama yang berdiri sendiri. Contoh kecilnya adalah olahan plencing kangkung khas Bali.

“Bisa jadi menu sayuran kangkung pada banyak olahan berdiri sendiri sebagai bahan utama. Bukan campuran pelengkap seperti wortel, kol, taoge, dan lain-lain,” tambah Made Witara.

Selain ikan atau daging, konsumsi sayur juga penting, Nabs. Sayuran penting untuk memberi asupan nutrisi untuk menjaga kesehatan tubuh. Alangkah baiknya jika kamu bisa terus mengongsumi sayuran tiap harinya. Sehingga program empat sehat lima sempurna bisa terlaksana.

Mungkin ini sebuah pesan bagi anak indie penikmat senja — yang konon sering lupa maem karena sudah kenyang hanya dengan melihat senja saja — tak apa konsumsi kopi, tapi jangan lupa konsumsi ikan dan sayur.

Tujuannya, agar mata dan tubuh kamu selalu sehat. Sehingga, bisa terus menikmati infahnya senja dengan hati dan jiwa yang perkasa. Sebab, kalau kamu nggak sehat, emang mau menikmati indahnya rasa sakit? Duh

Tags: KangkungManfaat Kangkung
Previous Post

Terimakasih Telah Kuat Menjalani Hidup Hingga Hari Ini

Next Post

Nyoblos ke TPS Gratis Thai Tea Tekoku di Gerakan #PilihankuBaik

BERITA MENARIK LAINNYA

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan
Cecurhatan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026
‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

03/06/2026
Kebiasaan Mencuri Sang Binatang Jalang: Hikmah Humor dan Pencurian (18)

Kebiasaan Mencuri Sang Binatang Jalang: Hikmah Humor dan Pencurian (18)

03/06/2026
Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: