Hansip layak dijuluki pahlawan tanpa tanda apapun. Jangankan jasa, tanda terima saja kadang jumlahnya mripit sekali. Hansip adalah pasukan pengaman legendaris yang bekerja dalam kesunyian dan ogah narsis.
Saat tetanggamu ada yang menikah — dan kebetulan rumahnya berada di dekat jalan raya — Hansip lah satu-satunya petugas paling peduli mengamankan berbagai potensi peperangan antar pebuwoh yang hadir di acara mantenan.
Sebagai pasukan pengaman masyarakat (Paspamas), Hansip tak pernah dapat uang lauk pauk maupun gaji pokok. Tapi, kinerjanya benar-benar layak diapresiasi. Ia tak hanya mengamankan, tapi juga mengajarkan keikhlasan.
Pemilu 2019 bahkan tak bisa dilepaskan dari Hansip atau pertahanan sipil. Bersama dengan petugas KPPS dan Kepolisian, Hansip berperan dalam menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Umum.
Sebelum diubah namanya menjadi perlindungan masyarakat (linmas), Hansip adalah sosok penting penjaga lingkungan masyarakat. Tanggal 19 April diperingati sebagai hari hansip nasional
Bagi yang menggunakan hak pilihnya ke Tempat Pemungutan Suara atau TPS, pasti berjumpa dengan sosok hansip yang sedang berjaga. Para hansip tersebut memang ditugaskan untuk menjaga keamanan Pemilu 2019.
Organisasi pertahanan sipil atau yang disingkat Hansip, adalah satuan pertahanan dan keamanan yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia. Bahwa Hansip, dalam sistem hankamrata merupakan komponen hankam dan komplemen ABRI. Hal tersebut diatur berdasarkan Keppres No. 55 tahun 1972.
Sebelum hansip dibawah naungan Satpol PP, pihak militer-lah yang memberikan pelatihan bagi Hansip dan memberi mereka persenjataan. Pasukan Hansip dibentuk di setiap Desa. Anggotanya diangkat dari masyarakat.
Sistem pertahanan dan keamanan nasional Indonesia didasarkan atas prinsip pertahanan dan keamanan secara menyeluruh. Yang berarti bahwa angkatan bersenjata dan masyarakat Indonesia, bertanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan dan pertahanan negara.
Sebelumnya Hansip berada di bawah pengawasan Bupati dan Gubernur pemerintah daerah. Organisasi pertahanan oleh masyarakat sipil ini bertanggung jawab atas hal-hal yang terkait dengan keamanan dan keteraturan. Juga harus membantu rakyat di pedesaan dalam kondisi darurat.
Keterlibatan Hansip sangat besar di masa peralihan Soekarno-Soeharto. Dimana hansip dilibatkan dalam situasi yang katanya menjaga kewaspadaan Nasional. Dalam peristiwa 1965-1966 hansip juga ikut serta dalam menjaga keamanan.
Tidak hanya di masa peralihan kepresidenan Soekarno-Soeharto saja. Bahkan hansip juga berjasa besar dalam masa kepresidenan Soeharto. Gerry van Klinken dalam The Making of Middle Indonesia: Kelas Menengah di Kota Kupang 1930an-1980an (2015).
Gerry menulis: “Begitu Orde Baru tegak berdiri, Gubernur menggunakan hansip untuk melatih semua pegawai negeri dan untuk menggiring pemilih untuk memberi suara kepada Golongan Karya dalam pemilihan umum 1971.” Dengan mengutip EL Tari, Gerry menyebut Hansip sebagai alat untuk menancapkan Orde Baru. Dikutip dari tirto.id.
Namun sayang melalui Perpres Nomor 88 Tahun 2014. Organisasi hansip dibubarkan oleh Papi Presiden SBY pada 2014. Presiden Beye melalui Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2014. Yang ditandatangani pada 1 September 2014. Mencabut Keputusan Presiden Nomor 55 Tahun 1972.
Tentang penyempurnan organisasi pertahanan sipil dan organisasi perlawanan dan keamanan rakyat. Dalam rangka penertiban pelaksanaan sistem hankamrata. Pertimbangan pencabutan Keppres Nomor 55 Tahun 1972, dimaksudkan untuk mengikuti Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010.
Di mana dalam peraturan tersebut menyebutkan, tugas dan fungsi yang berkaitan dengan ketertiban umum, ketentraman masyarakat, dan perlindungan masyarakat. Saat ini sudah dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja.
Presiden SBY mencabut Keppres tersebut atas rekomendasi dari Mendagri. Sehingga sekarang hansip berada di bawah naungan Kemendagri. Sejalan dengan berkembangnya sistem pertahanan negara melalui UU No. 20 tahun 1982.
Undang-undang tersebut juga menjelaskan bahwa tugas pokok dan fungsi hansip. Melakukan pengamanan dan perlindungan masyarakat serta turut dalam penanggulangan bencana dan perang. Tahun 2002 silam nama Hansip berubah menjadi Linmas. Singkatan dari perlindungan masyarakat.
Hanya namanya saja yang berubah. Faktanya tugas pokok dan fungsi dari linmas masih sama dengan Hansip. Sejak tahun 2004 pembinaan linmas dilaksanakan oleh Pemda melalui satuan Polisi Pamong Praja.
Sejak dulu pembinaan potensi rakyat untuk kepentingan hankam. Bertujuan melibatkan rakyat secara tertib dan teratur. Dalam pertahanan keamanan nasional. Sehingga terwujud satu bentuk pertahanan kemanan nasional. Berlandaskan potensi rakyat semesta.
Dengan menghimpun potensi rakyat dalam pertahanan sipil dan perlawanan keamanan rakyat. Serta memberikan latihan keterampilan yang bersangkutan dengan tugas kewajiban dan persiapan. Diharapkan rakyat bisa ikut serta dalam perlindungan keamanan negara.
Jasa Hansip tak pernah terlupakan. Satuan seragam ijo lumut ini telah memberikan banyak jasa serta sejarah di dalamnya. Termasuk pengamanan Pemilu 2019. Jasa dan keberanianmu amat besar walau tak berbekal senjata.








