Hari ini, 23 Agustus 2019, kelompok suporter Persibo yakni Drago Tifoso Curva Nord merayakan ulang tahunnya yang ke-7. Meski usianya baru 7 tahun, peran Drago Tifoso dalam menggerakkan Persibo sangat besar.
Drago Tifoso lahir pada 2012 silam. Saat itu Persibo masih berlaga di Indonesia Premier League atau IPL. Dulu, jumlah anggota Drago Tifoso ini tak terlalu banyak. Tetap kalah dengan senior mereka di tribun Stadion Letjen H. Sudirman, Boromania.
Mereka sempat dicibir karena dianggap memecah kelompok suporter lain. Padahal, niat Drago Tifoso adalah memberikan dukungan penuh kepada Persibo Bojonegoro dengan cara dan gaya berbeda.
Di awal kemunculannya, Drago Tifoso jumlahnya hanya puluhan orang saja. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah anggota dan pengikut mereka semakin banyak. Kini, tiap Persibo berlaga di kandang sendiri, sisi tribun utara dipastikan penuh.
Bukan hanya sekadar memenuhi tribun. Mereka juga menghidupkan sisi utara stadion dengan aksi-aksi menarik. Mulai dari koreografi indah, chant penyemangat tim, hingga kibaran bendera besar yang ikonik.
Kreativitas dan keunikan Drago Tifoso ini jadi keunikan tersendiri. Jadi tak mengherankan jika penonton umum yang hadir kerap menunggu aksi-aksi unik Drago Tifoso saat berada di stadion.
Menjaga dan Menghidupkan Persibo
Peran kelompok suporter yang identik dengan warna hitam tersebut tak hanya memastikan stadion penuh. Mereka juga punya peran penting dalam menjaga eksistensi Laskar Angling Dharma di kancah persepakbolaan Indonesia.
Saat Persibo vakum selama kurang lebih 3 tahun, Drago Tifoso terus berusaha menghidupkan Persibo. Mereka menekan pemerintah daerah, melakukan aksi untuk mengingatkan masyarakat terhadap Persibo, hingga demo menuntut keadilan kepada PSSI. Jerih payah mereka seakan terbayar tuntas saat Persibo bisa kembali berlaga di musim 2017. Meskipun harus merangkak dari kasta terbawah lagi.
Tak masalah ada di divisi atau kasta berapa Persibo berada. Karena bagi Drago Tifoso, cinta tak mengenal kasta. Cinta tak mengenal siapa saja pemainnya. Cinta, ya cinta.
Drago Tifoso juga memegang peranan penting dalam membantu keuangan tim. Selain sumbangsih dari tiket pertandingan kandang, Drago Tifoso juga kerap memberikan bonus langsung kepada tim. Contohnya saat Persibo usai bertanding melawan Putra Sinar Giri pada kompetisi Liga 3 Jatim 2019.
Usai laga, perwakilan Drago Tifoso langsung memberikan bonus berupa uang dan juga jersey khusus bagi para pemain Persibo. Uang didapatkan dari keuntungan hasil penjualan jersey khusus yang diproduksi oleh mereka sendiri melalui brand Dragotifoshop.
“Keuntungan penjualan merchandise resmi Drago Tifoso memang kami sisihkan untuk para pemain. Kami berikan langsung ke pemain sebagai bentuk penghargaan terhadap semangat mereka,” ujar Ketua Dewan Pembina Drago Tifoso Curva Nord, Arif Setyawan.
Apa yang dilakukan Drago Tifoso kepada Persibo selama 7 tahun ini memang layak diacungi ratusan jempol. Alih-alih jadi suporter yang minta ini itu terhadap sebuah tim. Drago Tifoso justru memberikan banyak hal kepada klub yang dicintainya.
Persoalan cinta kadang tak bisa diukur dengan nalar atau logika manusia. Seperti cinta Drago Tifoso kepada Persibo Bojonegoro. Sepenuh hati. Sebesar matahari.
Drago Tifoso akan terus berada di samping Persibo. Mereka akan selalu dan akan terus mengawal Persibo. Demi satu tujuan besar bersama: mengembalikan Persibo Bojonegoro ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
Buon Compleanno, Drago Tifoso Persibo!








