Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Air Hujan Mau Mampir, Tapi Siapa Pula yang Menyediakan Kursi?

Moh. Bahrul Hikam by Moh. Bahrul Hikam
24/10/2025
in Cecurhatan
Air Hujan Mau Mampir, Tapi Siapa Pula yang Menyediakan Kursi?

Kita ini, warga Bojonegoro, memang hobi sekali hidup dalam komedi tragis yang berulang.

Setiap mejelang akhir tahun, drama dimulai. Langit mulai gelap, dan kita serempak panik. Kenapa? Bukan karena kita takut gelap, tapi kita tahu sebentar lagi akan ada air bah yang datang, membawa lumpur, dan mengucapkan Assalamualaikum sambil mendobrak pintu rumah kita.

Begitu musimnya selesai, kita ganti kostum dari “Korban Banjir” menjadi “Pengemis Air Bersih” saat kemarau.

Siklusnya sempurna: Tenggelam-Kekeringan-Tenggelam lagi. Tapi, kalau ada yang bertanya kenapa banjir datang? Jawabannya selalu klise: “Air kiriman dari hulu,” atau yang paling pintar sedikit: “Curah hujan tinggi.” Tolonglah, air hujan itu bukan kurir paket online yang ujug-ujug nyampe tanpa alamat jelas! Air hujan itu punya adab, ia mau mampir, tapi siapa pula yang menyediakan kursi?

Kursi itu namanya pohon. Karpet itu namanya lapisan serasah dan akar. Rumah itu namanya hutan yang sehat. Coba kita lihat lahan di hulu sana—Gondang, Dander, dan kawan-kawannya. Mereka bukan lagi hutan, mereka sudah jadi lapangan bola raksasa yang saking gundulnya.

Anda bisa main kejar-kejaran tanpa takut tersangkut dahan. Pepohonan yang dulu jadi penyaring, tangki air, dan penasihat moral air hujan, kini tinggal kenangan. Mereka sudah ditebangi dan diuangkan.

Lalu, apa yang terjadi? Air hujan datang. Dia lihat, lahannya sudah rata. Tidak ada yang menahan. Tidak ada yang mempersilakan mampir. Akhirnya, air itu tersinggung. Ia memutuskan untuk turun dengan beringas, membawa segala kenangan pahit berupa lumpur dan kayu, lalu menumpahkannya ke kita.

Kita berharap Bengawan Solo mau menampung semua kenakalan air ini. Padahal, sungai kita sendiri sudah overdosis sampah dan eceng gondok. Jadi, sungai itu protes dengan cara meluap.

Inilah puncak dari kesombongan kita: Mengharapkan air bertindak layaknya malaikat yang lembut, sementara kita sendiri bertindak layaknya setan perusak.

Solusinya? Simpel, tapi tidak mudah.

Kita tidak butuh project miliaran rupiah untuk membuat check dam yang sebentar lagi jebol. Kita butuh tobat massal yang tulus. Kita butuh Gerakan Menanam Pohon Beradab—menanam pohon bukan demi selfie di media sosial.

Tapi menanam pohon yang akarnya tahu fungsi dan tanggung jawabnya. Kita harus ubah setiap jengkal lahan kritis menjadi “Tempat Persinggahan Air Hujan” yang nyaman

Tags: HujanKursi JabatanMampir
Previous Post

Desa Sumberarum, Keindahan Geosite Bojonegoro yang Tersembunyi

Next Post

Yang Terlupakan: Antara Riset, Rumput Tetangga, dan Dedaunan Tropis

BERITA MENARIK LAINNYA

Dedolarisasi dan Si Kancil di Jazirah Arab
Cecurhatan

Dedolarisasi dan Si Kancil di Jazirah Arab

15/09/2026
Ironi Lulusan Sarjana di Desa: Ketika Gelar Kalah Pamor dari Menantu Juragan dan Abdi Negara
Cecurhatan

Ironi Lulusan Sarjana di Desa: Ketika Gelar Kalah Pamor dari Menantu Juragan dan Abdi Negara

14/09/2026
Para Cendekiawan di Dapur Kekuasaan
Cecurhatan

Para Cendekiawan di Dapur Kekuasaan

10/09/2026

Anyar Nabs

Dedolarisasi dan Si Kancil di Jazirah Arab

Dedolarisasi dan Si Kancil di Jazirah Arab

15/09/2026
Ironi Lulusan Sarjana di Desa: Ketika Gelar Kalah Pamor dari Menantu Juragan dan Abdi Negara

Ironi Lulusan Sarjana di Desa: Ketika Gelar Kalah Pamor dari Menantu Juragan dan Abdi Negara

14/09/2026
Pameran Temporer 2026: Membuka Jejak Peradaban Bojonegoro

Pameran Temporer 2026: Membuka Jejak Peradaban Bojonegoro

13/09/2026
Peradaban Islam Bengawan: Dari Catatan hingga Kesenian

Peradaban Islam Bengawan: Dari Catatan hingga Kesenian

12/09/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: