Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Belajar Bisnis dari Papan Permainan Catur dan Monopoli

Bakti Suryo by Bakti Suryo
20/07/2020
in JURNAKULTURA
Belajar Bisnis dari Papan Permainan Catur dan Monopoli

Catur termasuk board game yang berfokus pada strategi. Dibutuhkan kemampuan berpikir yang tinggi. Permainan ini tentu melatih cara berpikir, memahami resiko dan berani mengambil keputusan.

Jam dinding menunjukkan pukul 9 malam. Dua keponakan saya masih belum tidur. Keduanya asyik bermain game dari gawai bapaknya, saudara tua saya. Seharusnya, kedua kakak-beradik itu sudah bersiap untuk tidur.

Mungkin, seharian bermain gawai tidak membuat badan lelah. Bisa jadi, hanya mata yang lelah. Begitu pikir saya. Sebab, berbeda saat saya seusia mereka berdua. Bermain di lapangan atau teras tentunya lebih melelahkan fisik.

Bisa dibilang, mainan anak seperti replika kehidupan. Seperti halnya papan permainan. Kehidupan dibuat jauh lebih sederhana, seluas petak papan. Akan tetapi, syarat pendidikan. Misalnya catur, ular tangga dan monopoli.

Papan permainan bukanlah mainan biasa. Ia merupakan bagian metode pembelajaran. Tentunya dengan cara menyenangkan, yaitu bermain. Sehingga, dengan mudahnya mempengaruhi alam bawah sadar.

Pengalaman seperti itu turut menjadi bagian hidup seorang usahawan ternama, Robert Toru Kiyosaki. Dibalik kesuksesan hidup saat ini, pengalaman bermain board game sangat berpengaruh.

Robert memiliki dua ayah yang menumbuh-besarkan dia. Pengalaman itu dia bukukan dengan judul Rich Dad Poor Dad. Buku motivasi bisnis berdasarkan pengalamannya. Nah, ayah kaya dia yang sering mendidik dia melalui papan permainan.

“Beginilah cara orang kaya mengajar strategi pertempuran pada anak-anaknya yang disebut dengan Catur,” kata pengusaha asal Hawai tersebut, dilansir dari wawancara Arizona Corporation Commission (24/2/2016).

Catur termasuk board game yang berfokus pada strategi. Dibutuhkan kemampuan berpikir yang tinggi. Permainan ini tentu melatih cara berpikir, memahami resiko dan berani mengambil keputusan.

Salain itu, catur melibatkan saraf motorik pemainnya. Jelas berbeda dengan game dari layar gawai. Menurut Robert, ini keunggulan dari bermain papan bermainan. Dirinya merasa terlibat secara langsung dengan permainannya.

Selain catur, ayah kaya Robert juga mendidik dengan permainan monopoli. Monopoli juga melatih strategi, bahkan mengerucut pada bidang bisnis. Jelas permainan yang menarik bagi peminat dunia bisnis.

“Ayah kaya saya mengajari saya menjadi orang kaya dengan bermain monopoli. Kami bermain monopoli berjam-jam dan terus-menerus,” terang Robert.

Berbeda dengan catur, permainan monopoli melibatkan lemparan dadu. Sehingga, banyak kemungkinan akan terjadi sesuai mata dadu. Misalnya keberuntungan atau kesialan. Tetap saja, ini bisa dipelajari.

Jumlah mata dadu ibarat jumlah strategi yang harus dimiliki. Jumlah acak hasil lemparannya memiliki resiko. Sama seperti tiap strategi yang dibuat, past ada resikonya. Namun, keberanian mengambil resiko termasuk mental seorang pebisnis.

“Rumus untuk kekayaan besar di monopoli adalah empat rumah warna hijau dan satu hotel warna merah. Jadi hari ini di Arizona, saya memiliki 8.000 rumah warna hijau dan beberapa hotel warna merah,” ungkap motivator sekaligus entrepreneur trainer tersebut.

Robert menganalogikan kehidupan bisnis layaknya bermain board game. Catur dan monopoli. Bisnis juga membutuhkan bermacam strategi untuk mencapai goals. Capaian sukses butuh belajar dan berlatih terus-menerus. Terlebih sejak kecil dengan cara bermain.

“Saya hanya memainkan monopoli secara nyata! Jadi itulah kekuatan dari game,” pungkas Robert.

Paling sederhana, bisnis bisa digambarkan seperti bermain ular tangga. Setiap langkah maju ditentukan jumlah mata dadu. Mata dadu mewakili strategi yang diambil. Jika salah strategi, hanya ada dua kemungkinan. Ular atau tangga, turun atau naik.

Bisnis bukanlah air sungai yang mengikuti arus. Bisnis adalah permainan strategi untuk hasil untung atau rugi. Begitulah yang dimaksudkan dalam filosofi papan permainan.

Terjun di dalam dunia bisnis harus bermodal keberanian dan kemampuan. Sebelum itu, bermainlah dengan miniatur board game. Semakin sering bermain, kemampuan semakin terasah. Jika dengan papan permainan, rugi pun tak masalah. Rugilah jika tidak belajar apapun sedari kecil.

Tags: BelajarBisnisBoard GameCaturMonopoliPermainan
Previous Post

Sapardi Djoko Damono yang Kukenang

Next Post

Sensasi Tongkrongan dalam Balutan Akulturasi Budaya Jawa, Cina, dan Eropa yang Ada di Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Mengenang KH Ali Maksum, Kiai Egaliter dan Berwawasan Luas

Mengenang KH Ali Maksum, Kiai Egaliter dan Berwawasan Luas

17/10/2026
Festival Lantung Hadirkan Kesenian Lokal, UMKM Desa Ikut Bergeliat

Festival Lantung Hadirkan Kesenian Lokal, UMKM Desa Ikut Bergeliat

16/10/2026
Kedung Lantung Diresmikan: Merayakan Warisan Bumi, Menghidupkan Budaya

Kedung Lantung Diresmikan: Merayakan Warisan Bumi, Menghidupkan Budaya

16/10/2026
Camping Ground dan Sarasehan Budaya Ramaikan Festival Lantung

Camping Ground dan Sarasehan Budaya Ramaikan Festival Lantung

15/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: