Manusia perlu bersyukur. Bukan hanya sebagai kewajiban, melainkan sebagai kebutuhan. Di setiap waktu, setiap tempat. Syukur merupakan sikap terima kasih dari apa yang didapat, dengan bermacam cara.
Banyak cara bersyukur. Salah satunya dengan beribadah. Itu sebagai umat beragama. Selain itu, masih ada lagi. Misalnya berterima kasih dan berdo’a. Banyak hal yang bisa dijadikan momen untuk bersyukur. Ketika merasa bahagia, haru atau penuh emosi.
Seorang netizen sempat menceritakan pengalamannya. Itu ketika dia berjumpa dengan orang yang dia kenal di masa lalu. Misalnya tukang parkir sekolah, pemilik warung dan tukan foto kopi.
Dia melihat bahwa hidup yang mereka jalan masih sama. Sedangkan dia sudah berubah. Karena itu, dia merasa bersyukur. Cuitan tersebut mendapat sekitar 9K retweet dan 9,8K likes.
“pernah gak ketemu org2 yang pernah bersentuhan dgnmu di masa lalu: tukang parkir sekolah, kakak2 warung, tukang fotokopi, hidupmu sekarang udh beda dgn saat dulu kau ‘kenal’ mereka, sementara mereka masih menjalani hidup yang sama setelah belasan thn. Sungguh pengingat utk bersyukur,” tulis akun @ikanatassa di twitter pada Senin (3/11/2019) lalu.
Namun, terdapat banyak netizen yang memberikan komentarnya. Salah satunya akun twitter @digasabhan yang juga membalas cuitan tersebut. Komentarnya sangat menarik.
“Bersyukur kok ketika liat orang lain sengsara,” tulis akun tersebut.
Selain itu, akun twitter tersebut pernah mencuitkan pandangannya terkait rasa bersyukur. Tidak seharusnya bersyukur atas perbandingan dengan orang lain.
Itu bukan bersyukur, melainkan pembenaran atas keadaan. Rasa syukur yang dipandang sebagai penghibur perasaan.
“Lihatlah masih banyak orang di luar sana yang berkesusahan, jgn banyak mengeluh, banyak-banyak bersyukur. Kalimat diatas mengajarkan kita agar pandai menghibur diri. Bukan mengajarkan kita agar pandai bersyukur,” tulis akun @digasabhan. “Bersyukur ya bersyukur saja, tak butuh perbandingan situ lebih susah hidupnya dibanding saya,” lanjutnya.
Tentu ini menarik. Rasa syukur bukanlah akibat membandingkan nasib sendiri dengan orang lain. Ini murni dari apa yang didapatkan sesuai dengan apa yang dilakukan. Karena itu perlu adanya rasa terima kasih kepada tuhan.
Jika memang demikian, bagaimana seharusnya cara bersyukur? Seorang mahasiswa asal Indonesia di Jepang turut mencuitkan hal terkait bersyukur. Cuitan seorang yang juga youtuber tersebut dia tulis melalui akun twitternya.
“Ketika aku sekrg diberikan Tuhan berkat2, aku tetap menganggap itu semata-mata berkat Tuhan, tidak ada yang perlu disombongkan. Aku gak jadi lebih keren karena bisa punya ini itu, tapi tetep, yang pntg adlh apa yang aku bisa lakukan untuk sesame,” tulisnya melalui akun @JeromePolin. “Manusia paling keren adalah manusia yang bermanfaat bagi sesama dan lingkungannya. Mantap,” lanjutnya.
Dengan begitu, cara bersyukur adalah berbagi dengan sesama. Berbagi adalah cara bersyukur yang paling tepat. Tidak perlu menyombongkan diri atas kelebihan yang dimiliki. Semua adalah pemberian dari Tuhan. Karena itu, perlu sekali berbagi kepada orang yang nasibnya tidak seberuntung itu.
Kebahagiaan yang didapat, hendaknya dibagi dengan orang lain. Itu adalah wujud rasa syukur. Bukan malah membandingkan. Tentunya, kelebihan dan kebahagiaan yang dibagi akan menjadi manfaat bagi yang lainnya.








