Syekh Abdul Qodir Jailani (1077–1166 M), merupakan sufi besar pendiri Tariqot Qodariyah. Beliau dikenal sebagai Shultonul Aulia (Raja Para Wali Quthub). Dan figur pertama dalam jajaran Quthubul Arba’ah (4 Wali Quthub Dunia). Kemasyhuran ini bukan sekadar klaim golongan melalui dongeng-dongengan, tapi konsensus ilmiah para ulama dari zaman ke zaman.
Syekh Abdul Qodir Jailani ulama besar dzuriyah (keturunan) Nabi Muhammad Saw. Nasabnya bersambung pada Nabi Muhammad Saw. lewat jalur sadah Al Hasani. Beliau memiliki nama lengkap Sayyid Abdul Qadir bin Abi Shalih Musa Zanki Dausat Al-Jailani Al- Hasani.
Nasab Lengkap Syekh Al Jailani
Syekh Abdul Qodir bin Abu Sholeh Musa Janki Dausat bin Abdillah bin Yahya Az-Zahid bin Muhammad bin Daud bin Musa At-Tsani bin Abdillah At-Tsani bin Musa Al-Jun bin Abdillah Al-Mahdi bin Hasan Al-Mutsanna bin Hasan bin Sayyidina Ali dengan Sayyidah Fatimah binti Rasulullah Muhammad Saw.
Penulisan Seri Wali Quthub Dunia ini bertujuan memperkenalkan generasi muda pada figur Wali Quthub yang diakui secara konsensus dari zaman ke zaman. Sehingga tak mudah terbuai pada kisah-kisah hiperbolis yang sering meng-Quthub-quthubkan tokoh tertentu, hanya karena kebanggaan pribadi.
Dalam kitab Qiladah al-Jawahir, Syekh Abu al-Huda al-Khalidi ash-Shayyadi mengemukakan terdapat empat Wali Kutub tertinggi yang menjadi poros ilmu tarekat dan hakikat sepanjang masa, yaitu Syekh Abdul Qodir al-Jilani, Syekh Ahmad ar-Rifa’i, Syekh Ahmad al-Badawi dan Syekh Ibrahim ad-Dasuqi.
Sayyid Abdul Qodir Al Jailani memiliki banyak julukan. Di antara julukan paling masyhur adalah Shultonul Aulia (Raja Para Wali) dan Quthubul Aqthab (Penguasa Seluruh Wali di Alam Semesta). Beliau Wali Quthub paling populer di dunia tasawuf.
Sayyid Al Jailani dikenal sebagai pelopor sufisme thoriqoti. Kaum sufi dan para pesuluk tasawuf di dunia Barat dan Timur sangat menaruh hormat padanya, karena keberhasilannya membumikan tasawuf bagi masyarakat Muslim hingga saat ini. Ajaran-ajarannya abadi melalui keberadaan suluk Thoriqoh Qodiriyah.
Dalam dunia tasawuf, thoriqoh merupakan jalan yang ditempuh seorang hamba menuju ridha Allah. Thoriqoh Mu’tabaroh adalah thoriqoh yang masyhur dan diakui secara konsensus ilmiah, memiliki sambungan sanad (mata rantai) sampai Rasulullah SAW.
Tak terhitung banyaknya kisah karomah dan keistimewaan yang beliau miliki. Namun terlepas dari banyaknya karomah yang melekat, satu hal yang harus dipahami, beliau adalah sosok ulama intelektual. Mengalami proses tarbiyah (pembelajaran), memiliki banyak karya ilmiah, dan memiliki banyak pengikut ilahiyah.
Proses Belajar Sayyid Al Jailani
Di balik banyaknya kisah karomah yang beliau miliki, Sayyid Al Jailani sosok pembelajar tiada henti. Ia memiliki banyak guru. Mempunyai banyak riwayat belajar. Dan memiliki banyak proses tarbiyah dalam berbagai fan keilmuan.
Dalam bidang Quran dan tafsir ia belajar pada Syekh Ali Abu al-Wafa al-Qail. Dalam ilmu hadist Ia belajar pada Abu Ghalib Muhammad ibn al Hasan al-Baqilani, Abu Bakar Ahmad ibn Muzhaffar, hingga Abu al Qasim Ali ibn Bayan al-Razaq.
Sementara dalam ilmu fiqih Ia pernah berguru kepada; Syaikh Abu al-Wafa Ali bin Aqil, Syaikh Abu al- Khatab bin Ahmad bin Hasan bin Hasan al-Kalwazani. Dalam ilmu sastra dan bahasa Ia belajar pada Abu Zakariya Yahya bin Ali at-Tabrizi.
Dalam bidang ilmu tasawuf, Sayyid Al Jailani belajar pada Syaikh Hammad ibn Muslim ad-Dibbas, Abu Muhammad Jafar ibn Ahmad al-Siraj, hingga al-Qadi Abu Sa’ad al-Mubaraq.
Di masa-masa belajar beliau gemar mujahaddah, yakni berjuang sungguh-sungguh melawan hawa nafsu. Dan menghindari perbuatan yang benar-benar dilarang Allah SWT.
Sayyid Al-Jailani sering berpuasa dan tak mau memintan minta makanan meskipun ia sedang kelaparan. Beliau hanya memakai jubah dari bulu domba dan menapaki jalanan Irak tanpa alas kaki.
Sayyid Al- Jailani menjadi tokoh ahli fiqih dan ahli sufi yang sangat disegani. Ia dihormati segala golongan. Dari kalangan Kristen, Yahudi, mantan perampok, pembunuh dan para penjahat lainnya. Disebutkan, Sayyid Al Jailani telah mengislamkan lebih dari 5 ribu orang Yahudi dan Nasrani serta menyadarkan lebih dari 100 ribu penjahat.
Ini karena kepribadian Sayyid Al-Jailani yang tawadhu (rendah hati). Beliau akrab dengan para fakir miskin, tetangga, dan sangat memperhatikan anak-anak dan orang tua. Inilah praktik dari ajaran tasawuf yang beliau hayati.
Karya-karya Sayyid Al Jailani
Sayyid Al Jailani figur Wali Quthub yang diakui secara ilmiah dan konsensus oleh semua ulama dari berbagai zaman dan kalangan. Ini dibuktikan dengan banyaknya karya-karya ilmiah yang pernah beliau tuliskan. Di antara kitab-kitab karangan Sayyid Al Jailani adalah:
Kitab Al-Gunyah li Thalibi Thariq al-Haqiqi ‘Azza wa Jalla, Al-Fath ar-Rabbani wa al-Faid ar-Rahmani, Yawaqit al-Hikam, Ar-Rasail, Tafsir al-Jailani, Sirr al-Asrar fi Ma Yahtaj ilayh al-Abrar, Futuh al-Ghaib, Jalla al-Khatir, Asrar al-Asrar, Ash-Shalawat wa al-Aurad, Al-Amr al-Muhkam, Ushul as-Saba, hingga Mukhtashar Ulumuddin.
Selain itu juga Kitab Ushul ad-Din Al-Mawahib ar-Rahmaniyyah wa al-Futuh ar-Rabbaniyyah fi Maratib al-Akhlaq as-Saniya wa al-Maqamat al-Irfaniyyah, Al-Fuyudat ar-Rabbaniyyah fi al-Aurad al-Qadiriyyah, Bahjah al-Asrar, Aurad Syaikh Abdul Qadir, Malfuzdat, Khamsata Asyara Maktuban, Ad-Diwan dan lain-lain.
Murid-murid Sayyid Al Jailani
Sayyid Al Jailani memiliki banyak sekali murid. Mayoritas murid Sayyid Al Jailani dikenal sebagai Ulama besar dan Para Wali. Kebanyakan dari mereka adalah ahli fatwa, ahli hukum, ahli ilmu syari’at khususnya hadits, fiqih, dan al-Qur’an.
Murid-murid ahli hukum (pengadilan): Abu Ya’la Muhammad al-Fara, Qadhi Al-Qudhah Abu Hasan Ali, Al-Qadhi Abu Muhammad al-Hasan, Al Qadhi Abu al-Qasim Abdul Malik bin Isa bin Darbas al-Maridini dan masih banyak lagi.
Murid-murid ahli fatwa: Syekh Muhammad Samdawaih Al-Sharfini, Syaikh Abu Abdillah bin Sanan, Syekh Abu Bakar Al-Tamimi (penyusun kitab Anwar Al-Nazhir fi Ma’ifati Akhbari al-Syaikh Abdul Qâdir) dan banyak lagi.
Murid-murid ahli fiqh: Syekh Muhammad bin Abi Al-Makarim Al-Ya’qubi, Abu Abdul Malik Dziyan bin Nabhan Al-Iraqi, Al-Mufti Abu ‘Ali bin Abdur Rahman Al-Anshari Al-Khazraji, dan masih banyak lagi.
Murid-murid Ahli Qur’an dan Hadits Fiqhiyah: Syekh Abu Hafs Amr bin Abi Nashr, Al-Imam Muhammad Mahmud bin Utsman Al-Ni’al, Al-Imam Ibrahim bin Abdul Wahid Al-Maqdisi, dan masih banyak lagi.
Murid-murid Ahli Tharîqah: Syekh Ahmad bin Abu Bakar Al-Harami (Sirajul Aulia), Syekh Abdul Aziz bin Dalaf Al-Baghdadi (dari beliaulah silsilah tharîqah Qâdiriyah menyebar ke Indonesia), dan masih banyak lagi.
Syekh Abdul Qodir Al Jailani alias Sayyid Al Jailani merupakan Shultonul Aulia (Raja Para Wali Quthub). Kemasyhuran ini bukan sekadar klaim golongan melalui dongeng-dongengan, tapi konsensus ilmiah para ulama dari zaman ke zaman. Disertai banyak bukti-bukti ilmiah.








