Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Biografi Sayyid Bakri Syatha, Seri Maha Guru Aswaja di Tanah Hijaz (2)

Rizki Alfadangi by Rizki Alfadangi
15/09/2023
in Figur
Biografi Sayyid Bakri Syatha, Seri Maha Guru Aswaja di Tanah Hijaz (2)

Sayyid Abu Bakar Syatha alias Sayyid Bakri Syatha (1848-1892 M) merupakan ulama besar dari Makkah. Ia dikenal sebagai pengarang kitab Hâsyiah I’ânah al-Thâlibîn  (Syarh Fath al-Mu’in), dan guru para ulama Nusantara yang belajar di kota Makkah pada akhir abad ke-19 M.

Dalam seri Maha Guru Ulama Nusantara ini, Tim Jurnaba menghimpun tulisan berseri tentang ulama besar dari Tanah Hijaz yang memiliki pengaruh pada sanad ilmu para ulama Nusantara. Tujuannya, mempopulerkan kembali para ulama dan para sayyid sadah Nabi yang selama ini sudah jarang dibahas.

Baca Juga: Biografi Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, Seri Maha Guru Aswaja di Tanah Hijaz (1)

Ada banyak Wangsa Sadah (keturunan Nabi Muhammad SAW) di dunia ini. Mereka fokus pada keilmuan, bersikap tawadhuk, dan tak pernah memamerkan apalagi memanggungkan identitasnya. Mayoritas hanya mau disebut “Syekh” untuk menjaga tawadhu’itasnya. Sayyidi Syekh Bakri Syatho satu di antaranya.

Syekh Abu Bakar Syatha merupakan ulama dzuriyah Nabi Muhammad Saw. Nasabnya bersambung pada Nabi Muhammad Saw. Itu alasan ia juga dikenal dengan Sayyid Bakri Syatho. Harus diketahui, hingga abad ke- 19 (periode 1800 M), banyak sekali keturunan Nabi Muhammad (sayyid) yang hanya menggunakan gelar Syekh.

Sayyid Bakri Syatha bernama lengkap Al Allamah Abu Bakar bin Muhammad Zainal Abidin Syatha al-Dimyathi al-Bakri. Ia lahir di Distrik Syatha, sebuah daerah di Kota Dimyath (Mesir) yang masyhur sebagai tempat para sayyid (keturunan Nabi Muhammad) dari jalur Al-Husain.

Saat ia berusia tiga bulan, sang ayah, Sayyid Muhammad Zainal Abidin Syatha, berpulang ke rahmatullah. Sepasca ayahnya wafat, ia dididik saudaranya, yaitu Sayyid Umar Syatho. Pada Sayyid Umar Syatha, ia menghafal Quran dan belajar berbagai matan kitab klasik.

Selain belajar pada sang kakak, Sayyid Bakri Syatha juga belajar pada ulama besar pada zaman itu, yakni Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Kepadanya, ia belajar memahami semua matan kitab klasik yang sudah beliau hafal.

Dakwah dan Karya-karya

Sayyid Bakri Syatha menjadi ulama pengajar di Masjidil Haram Mekah al-Mukarramah yang amat masyhur pada abad ke-19 Masehi. Selain itu, beliau juga masyhur sebagai pengarang banyak kitab. Satu di antara karangan yang cukup terkenal adalah I’anah Ath-Tholibin — kitab hasyiah (penjelas) untuk kitab Fathul Muin karya Syekh Zainuddin Al Malibari.

Sayyid Bakri Syatha ulama alim yang sangat produktif menulis. Selain kitab hasyiah I’anah Ath-Tholibin, kitab karangan yang lain adalah Kifayatul Atqiya, Minhajul Asfhiya (dua kitab tasawuf), dan Ad-Durarul Bahiya (pokok-pokok syariat).

Santri-santri Sayyid Bakri Syatha

Banyak ulama besar nusantara yang nyantri pada Sayyid Bakri Syatha. Diantara murid-murid Sayyid Bakri Syatha adalah; Sayyid Abbas bin Abdul Aziz Al Maliky (kakek Abuya Sayyid Muhammad Al Maliky), Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Syekh Mahfud Tremas, Syekh Hasyim Asy’ari, Syeikh Abdul Hamid Kudus, dan masih banyak lainnya.

Sayyid Bakri Syatha memang wafat di usia yang relatif muda yaitu 44 tahun, namun usia beliau mengandung keberkahan yang luar biasa karena menulis banyak kitab serta mencetak banyak ulama besar dari kalangan murid-murid beliau.

 

Tags: Maha Guru Ulama NusantaraMakin Tahu IndonesiaSayyid Bakri SyathaSeri Maha Guru Aswaja
Previous Post

Mahasiswa UNUGIRI Juara Lomba Desain Logo Hari Jadi Bojonegoro

Next Post

Kebun Jambu Kristal Ringintunggal, Ruang Teduh di Tengah Ladang Minyak Gayam

BERITA MENARIK LAINNYA

Spirit Mbah Wahab Hasbullah: Sarekat Islam, Komite Hijaz, dan Refleksi Muktamar Hari Ini
Figur

Spirit Mbah Wahab Hasbullah: Sarekat Islam, Komite Hijaz, dan Refleksi Muktamar Hari Ini

05/08/2026
Franz Beckenbauer dan Seni Mengelola Ego di Ruang Ganti
Figur

Franz Beckenbauer dan Seni Mengelola Ego di Ruang Ganti

04/08/2026
Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme
Figur

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026

Comments 1

  1. Muktar says:
    2 years ago

    Tertarik dengan keilmuan para Sayyid ulama terdahulu, dengan kitab2 nya, semoga Alloh SWT melindungi penerus ulama Islam yang di Rhido Alloh SWT.. Aamiin ya rabbal ‘alamin..

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Wanareksa: Pejuang Ekologis, Penjaga Rimba Jawa Utara

Wanareksa: Pejuang Ekologis, Penjaga Rimba Jawa Utara

21/09/2026
Reformasi yang Berhenti di Meja Rapat

Reformasi yang Berhenti di Meja Rapat

20/09/2026
Briefing Akbar KIBO 12: Sambutan Awal Menjelang Hari Inspirasi 2026 di Bojonegoro

Briefing Akbar KIBO 12: Sambutan Awal Menjelang Hari Inspirasi 2026 di Bojonegoro

19/09/2026
Kecamatan Baureno Gencarkan Pencegahan Diska

Kecamatan Baureno Gencarkan Pencegahan Diska

18/09/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: