Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Budak SEO dan Perannya di Dalam Demokrasi Informasi

Bakti Suryo by Bakti Suryo
02/12/2019
in JURNAKULTURA
Budak SEO dan Perannya di Dalam Demokrasi Informasi

Ketika keyboard ditekan, apa yang dicari bisa ditemukan. Begitulah dunia digital. Lalu lintas informasi begitu deras. Platform digital menjadi alat yang paling sering digunakan. Termasuk media massa online. Akses yang cepat dan mudah cukup praktis untuk dimanfaatkan.

Praktisnya pencarian informasi tidak terjadi begitu saja. Media massa turut berperan dalam mempermudah akses informasi. Salah satunya adalah penggunaan Search Engine Optimization (SEO). SEO dimaksudkan agar masyarakat mendapat informasi yang cepat. Tentu sesuai dengan keinginannya.

Menurut redaktur utama Tirto, Ivan Aulia Ahsan, SEO sering digunakan media online. Selain memudahkan pencarian, SEO juga sebagai penunjang traffic. Tentu berdasarkan kata kunci yang paling sering muncul di mesin pencari.

“Kita (media online) sekarang ini kan budak SEO yang menghamba pada google trends,” kata Ivan saat menjadi pembicara Talkshow Jurnalistik Nasional di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Kota Solo pada Sabtu (30/11/2019) pagi.

Meski dianggap sebagai budak SEO, konten media tidak sekadar dibentuk berdasar hal tersebut. SEO hanya sebagai penunjang. Lebih luas lagi, ini akibat dari adanya demokrasi informasi. Dunia digital memiliki berbagai informasi. Tinggal masyarakat yang menentukan informasi mana yang diinginkan.

Media sebagai penyedia informasi, tetapi masyarakat menentukan sendiri kebutuhannya. Sehingga, trend yang muncul adalah apa yang diinginkan masyarakat. Bukan sengaja dibentuk editor dan redaktur media massa.

“Terdapat pula demokrasi informasi, yang mana masyarakat yang menentukan trend di pencarian. Inilah peran publik, bukan editor dan redaktur,” ucap Ivan.

Demokrasi informasi benar adanya. Di mana terdapat kebebasan akses informasi. Masyarakat bebas memilih informasi apa yang diinginkan dan dibutuhkan. Sedangkan media berusaha menyediakannya. Karena itu, keyword dalam SEO muncul berdasarkan apa yang dicari masyarakat.

“Media mengikuti yang diinginkan masyarakat,” ujar Ivan.

Hal tersebut dibenarkan redaktur Mojok, Ahmad Khadafi. Sesungguhnya SEO muncul dari kata kunci yang digunakan masyarakat. Itu terlihat dari trend yang muncul. Baik di search engine maupun media sosial. Sehingga tidak salah bagi media untuk menjadi budak SEO.

“Logikanya berdasarkan penggunakaan kata kunci yang paling sering dicari di search engine,” kata Khadafi saat acara bertajuk Kekacauan Media Informasi di Era Digital di FK UNS tersebut.

Peningkatan traffic media perlu memperhatikan SEO. Sehingga, sebuah media dianggap sebagai budak SEO. Namun, bukan dengan cara yang ala kadarnya. Konten media tetap harus berkualitas. Maksudnya, kode etik jurnalistik tetap harus berjalan dan digunakan. Untuk masuk ke dalam arus digital, SEO dibutuhkan.

“Intinya ya harus kembali ke kode etik jurnalistik, yang mana mencari informasi dan kebenaran serta menghamba pada kepentingan masyarakat,” kata Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Solo, Adib Muttaqin pada saat kegiatan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) FK UNS, Rythro tersebut.

Meski menjadi budak SEO, media tetap harus menghamba pada kepentingan masyarakat. Pasalnya, demokrasi informasi bertujuan untuk itu. Sehingga kode etik jurnalistik tetap harus dijunjung. Agar kebenaran informasi tetap sampai pada masyarakat.

SEO sangat berkaitan erat dengan demokrasi informasi. Terlebih, ini demi kepentingan masyarakat sebagai pencari informasi. Penggunaan SEO memudahkan masyarakat dalam filter informasi yang dibutuhkan. Lalu, tugas media agar tetap menjaga kualitas konten. Terlebih peran editor dan redaktur. Bukan hanya peningkatan traffic media. Apalagi mengabaikan kualitas konten.

Tags: DemokrasiDigitalSEO
Previous Post

Kontes Bonsai Nasional sebagai Upaya Kembangkan Pariwisata Bojonegoro

Next Post

Melihat Desa dari Sangat Dekat

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Prometheus, Api, dan Kesunyian: Hikmah Humor dan Pencurian (15)

Prometheus, Api, dan Kesunyian: Hikmah Humor dan Pencurian (15)

04/05/2026
Pendidikan Indonesia dan Tantangan terhadap Dunia Kerja

Pendidikan Indonesia dan Tantangan terhadap Dunia Kerja

03/05/2026
Hukum atau Senjata?

Hukum atau Senjata?

02/05/2026
May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

01/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: