Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Capaian Target, Hakikat Hukuman hingga Mengunyah Terasi adalah Kenikmatan

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
28/02/2019
in Peristiwa
Capaian Target, Hakikat Hukuman hingga Mengunyah Terasi adalah Kenikmatan

Hakekat hukuman adalah memotivasi. Memotivasi untuk tidak mengulangi perbuatan atau memotivasi untuk lebih meningkatkan perbuatan.

Hidup memang tidak lepas dari perkara tetargetan. Gagal mengejar target dan menerima hukuman itu wajar. Tapi gagal mengejar target dan disuruh ngunyah terasi, saya kira, itu bukan sebuah hukuman. Itu nraktir maem yang kurang kaffah.

Dulu waktu kecil, saya suka ngunyah terasi, maem garam dan lari-lari. Tapi saya tidak suka dihukum. Sebab untuk ngunyah terasi, maem garam dan lari-lari, tanpa disuruh pun akan saya lakukan. Terlebih itu giat menyenangkan bagi saya.

Tapi kalau disuruh-suruh dan menjadi akibat formal dari sebuah kegagalan, tentu saya tidak mau melakukannya. Sebab, se-menyehatkan dan se-menyenangkan apapun sebuah kegiatan, jika diorientasikan pada hukuman, rasanya tentu berbeda.

Seorang pekerja berbasis target memang dinilai dari capaian targetnya. Jika target tercapai, bakal dapat tepuk tangan (saja). Tapi, jika target tidak tercapai, mendapat hukuman (biasanya) sebuah keniscayaan. Sayangnya, banyak yang belum paham hakikat hukuman.

Jika hukuman didasarkan dari perilaku kejahatan, tentu harus menyakitkan dan berbasis rasa tersiksa. Tujuannya, memotivasi agar si pelaku tidak mengulangi kejahatannya lagi.

Tapi, jika hukuman didasarkan dari target yang meleset, cara menghukumnya pun beda. Bukan berbasis rasa tersiksa, tapi berbasis rasa semangat. Sehingga, mampu memotivasi si karyawan untuk lebih giat bekerja.

Oke, begini analoginya. Jika seorang karyawan tidak mampu mencapai target sasaran — dan diberi hukuman berbasis rasa tersiksa — yang terjadi adalah: karyawan tersebut bakal menurunkan capaian. Sebab, itu memotivasi si karyawan untuk tidak mengulangi apa yang ia capai sebelumnya — alih-alih mencapai target yang seharusnya.

Tapi, Jika seorang karyawan tidak mampu mencapai target sasaran — dan diberi hukuman berbasis rasa semangat — yang terjadi adalah: karyawan tersebut bakal lebih meningkatkan capaian. Sebab, itu memotivasi agar karyawan lebih giat bekerja.

Hukuman berbasis rasa semangat. Sangat banyak macamnya. Ditraktir maem tempe penyet beserta sambal terasi atau diajak rekreasi adalah sedikit di antara banyak jenis hukuman berbasis rasa semangat.

Kasus sales Oppo di Tuban yang sempat ramai dibicarakan gara-gara dihukum dengan cara maem terasi dan lari-lari, tentu menunjukkan bahwa si atasan tidak paham dan salah menerapkan metode dan makna hukuman.

Yang seharusnya menerapkan hukuman berbasis rasa semangat. Justru menggunakan hukuman berbasis rasa tersiksa — yakni dengan ngunyah terasi dan lari-lari. Bagi mereka yang tidak doyan maem terasi atau tidak biasa lari-lari, bukankah itu menyiksa?

Nah, daripada dihukum dengan cara maem terasi dan lari-lari, kenapa tidak dikaffah-kan sekalian hukumannya dengan cara maem tempe penyet sambal terasi, setelah itu diajak lari-lari ngejar bus untuk rekreasi. Itu bakal lebih nikmat dan lebih memotivasi.

Kalau saya sendiri, maem terasi itu hobi sih. Daripada maem nasi putih sama kecap, saya lebih suka maem nasi putih sama gorengan terasi. Sebab, nasi putih lebih cocok dipasangkan pada sesuatu yang gurih. Bukan yang manis.

Nabs, ingat. Hakekat hukuman adalah memotivasi. Memotivasi untuk tidak mengulangi perbuatan atau memotivasi untuk lebih meningkatkan perbuatan.

Tags: capaian targethukumanSales Oppoterasi
Previous Post

Melihat Geliat Bisnis Susu Kedelai Desa Sobontoro Bojonegoro

Next Post

Aksi Turun ke Jalan Suporter Persibo Hasilkan 5 Poin Penting Ini

BERITA MENARIK LAINNYA

Jejak Geologi dan Sejarah Undak Bengawan Terungkap dalam Ekspedisi Naga Api Bojonegoro
Peristiwa

Jejak Geologi dan Sejarah Undak Bengawan Terungkap dalam Ekspedisi Naga Api Bojonegoro

17/06/2026
Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi
Peristiwa

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi

07/06/2026
Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif
Peristiwa

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

03/06/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Gunung dan Pendakian Cinta: Tafsir Humanistik Pernikahan ala Modin Jawa

Gunung dan Pendakian Cinta: Tafsir Humanistik Pernikahan ala Modin Jawa

19/06/2026
Main Bola Suka-Suka: Merawat Persahabatan di Tengah Kejamnya Deadline

Main Bola Suka-Suka: Merawat Persahabatan di Tengah Kejamnya Deadline

18/06/2026
Lokakarya Media 2026: Etika, Akurasi, dan Tantangan Industri Pers di Era AI

Lokakarya Media 2026: Etika, Akurasi, dan Tantangan Industri Pers di Era AI

18/06/2026
Isa: Perihal Hati yang Remuk di Padang Pasir, Hikmah Humor dan Pencurian (20)

Isa: Perihal Hati yang Remuk di Padang Pasir, Hikmah Humor dan Pencurian (20)

17/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: