Melalui pendirian Danantara, Indonesia mulai memasuki era pengelolaan Sovereign Wealth Fund (SWF), yang diharap dapat menjadi motor penggerak bagi perekonomian Indonesia dalam jangka panjang.
Baca Juga: Prinsip Santiago, Kaidah Pengelolaan Sovereign Wealth Fund
SWF tentu bukan sesuatu yang baru. Sebagai konsep instrumen keuangan, ia sudah banyak dipakai berbagai negara. Tak hanya negara-negara maju. Bahkan, negara-negara yang namanya belum pernah kita dengar pun, sudah banyak mengadopsi konsep SWF.

Melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) ini, Indonesia berambisi mengelola surplus ekonomi bersumber dari berbagai sektor, termasuk hasil sumber daya alam, dan menjadikannya sebagai dana bermanfaat bagi pembangunan berkelanjutan.
Sovereign Wealth Funds (SWF) atau Dana Kedaulatan Negara, atau disebut juga dengan Dana Abadi, merupakan instrumen finansial yang memungkinkan sebuah negara mengelola kekayaannya secara strategis.
SWF ini, umumnya berasal dari surplus anggaran, pendapatan migas, atau cadangan devisa. SWF digunakan untuk stabilisasi ekonomi, investasi strategis, hingga ekspansi geopolitik melalui kepemilikan aset global.

SWF yang berarti Dana Kedaulatan Negara, memang bisa dibentuk dari berbagai sumber. Namun, untuk yang bersumber dari SDA — utamanya Migas — dikenal dengan istilah Natural Resource Fund (NRF).
Data Natural Resources Governance Institute (NRGI) menyebut, selama dasawarsa terakhir, sejak 2000, sekitar 30 NRF telah dibentuk. Termasuk Indonesia, Afghanistan, Israel, Kenya, Lebanon, Liberia, Mozambique, Myanmar, Niger, Peru, Uganda, Sierra Leone, Sudan Selatan, Tanzania dan Zambia.

SWF terbesar di dunia saat ini dimiliki pemerintah Norwegia, China, Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, Singapura, Qatar, dan Hong Kong. Berikut daftar lengkap 10 badan pengelola investasi milik negara atau SWF dengan aset terbesar global per tanggal 6 November 2024:
1. Norway Government Pension Fund Global (GPFG), Norwegia: US$1,8 triliun
2. China Investment Corporation (CIC), China: US$1,33 triliun
3. SAFE Investment Company, China: US$1,09 triliun
4. Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), Uni Emirat Arab: US$1,06 triliun
5. Kuwait Investment Authority (KIA), Kuwait: US$980 miliar
6. Public Investment Fund of Saudi Arabia (PIF), Arab Saudi: US$925 miliar
7. GIC Private Limited, Singapura: US$800,8 miliar
8. Qatar Investment Authority (QIA), Qatar: US$526,05 miliar
9. Hong Kong Monetary Authority Investment Portfolio (HKMA IP), Hong Kong: US$514,35 miliar
10. National Council for Social Security Fund (NSSF), China: US$414 miliar
Ke depan, negara-negara yang mampu mengelola SWF dengan cerdas akan memiliki keunggulan ekonomi lebih baik dan daya saing yang lebih kuat di pasar global. Siapa yang akan mendominasi investasi dunia dalam 10 tahun ke depan? Waktu yang akan menjawab.
**
Penulis merupakan Knowledge Officer and Communication Bojonegoro Institute (BI).








