Foto di atas bukan personel grup band indie. Tapi sejenis firma indie yang fokus menjual sayur mayur. Ya, Corona membuat tatanan ekonomi berantakan. Tapi, ada pula kreativitas berorientasi ekonomi yang lahir justru ketika ada pandemi. Itulah Dapur Sehat Jan.
Hampir tiap hari, secara teratur, Irene Yuliana Faradiba memposting gambar paket sayuran yang dikemas secara modern melalui akun story WA-nya. Dara akrab disapa Irene itu, awalnya terlihat iseng. Tapi sesungguhnya tidak.
Bagaimana tidak, amat jarang generasi millenial bergelut dengan sayur-mayur — kecuali sedang diminta belanja orang tua saja. Tapi, yang dilakukan Irene bersama kawan-kawannya, cukup mampu mendobrak konvensi tak tertulis yang beredar di masyarakat tersebut.
Irene bersama sejumlah temannya membikin semacam firma indie yang fokus pada jual sayur mentah. Sebagai millenial berlatar belakang mahasiswa rantau, umumnya suka beli maem tapi jarang ngurusi belanja sayuran lho. Tapi itu tak terjadi bagi Irene dkk.
“Awal mula kecetus ide ya pas pandemi Covid 19 ini sih.” Kata Irene (29/5).
Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi) Universitas Brawijaya Malang itu mengatakan, masa pandemi membuat minim penghasilan. Di lain sisi, pemerintah menyarankan agar masyarakat mengurangi mobilitas.
“Ditambah lagi, waktu itu pasar Bojonegoro diisukan akan ditutup sementara waktu, jadi kami mencari kesempatan itu untuk bisnis paket sayuran, agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari (secara aman) dan kami dapat income dari bisnis ini.”
Irene mulai membuka pemesanan secara serius pada 16 Mei kemarin. Tapi, mereka mengkonsep Dapur Sehat Jan sejak lama. Momentumnya tepat ketika Bulan Mei bergulir.
Irene mengaku jika pemilihan sayur sebagai produk bukan tanpa alasan. Sebab, menurutnya, sayur jadi kebutuhan primer masyarakat. Dapur Sehat Jan fokus menjual produk kebutuhan sehari-hari. Meski jika ada permintaan lain, tetap akan dicarikan.
Dapur Sehat Jan, kata dia, dikelola 4 orang. Di mana pengelolaannya dibagi menjadi dua bagian. 2 orang pengelola logistik. Dan 2 orang lagi bagian pemasaran. Semuanya teman-teman Irene dari Kota Bojonegoro.
Selain Irene, ketiga temannya adalah Farhan Ulil (mahasiswa jurusan akuntansi di STIE Cendekia Bojonegoro), Riza Firman (petani) dan Achmad Nashiruddin (mahasiswa Planologi Universitas Brawijaya).
Irene bercerita, Dapur Sehat Jan bergerak lewat sistem pre order H-1. Selain menawarkan barang dagangan di medsos, mereka juga menyebar brosur di beberapa perumahan di Bojonegoro. Sedang waktu pengiriman barang, tergantung konsumen mau diantar pukul berapa.
“Setelah ada order, kami mulai membeli barang dan mengemas kemudian dikirimkan ke rumah konsumen.” Imbuh Irene.
Tak sekadar jualan sayur mentah lewat online. Irene dkk berupaya menghadirkan sayur dengan kemasan modern dan millenial. Selain itu, secara tak langsung, dia bersama teman-temannya juga berkampanye bahwa makan sayur itu keren. Makan sayur itu millenialis.
Sejauh ini, respon pasar cukup bagus. Banyak yang bertanya tentang Dapur Sehat Jan dan cara memesannya bagaimana. Bahkan, sudah sering ada orderan. Mayoritas orderan paket sayuran dari kawasan perumahan.
“Yang paling banyak masih order satuan seperti beras dan bawang merah.” Kata Irene, “untuk yang sekadar tanya, hampir setiap hari ada yang tanya soal Dapur Sehat Jan. Tapi belum semuanya mengorder.” Imbuhnya.
Disinggung soal pemilihan nama Dapur Sehat Jan, Irene mengatakan tak terlalu banyak filosofi di belakangnya. Tujuannya hanya ingin memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga kesehatan dengan sayur sehat yang dikirim ekslusif sampai depan rumah. Sedang kata Jan; semacam sapaan akrab layaknya Bro, Sis, atau Nabs.
Jadi, kata Irene, yang mereka unggulkan adalah produk sayur sehat dan kebutuhan pangan yang, konsumen tidak perlu keluar rumah untuk memenuhi semua itu. Sebab mereka antar sampai di depan rumah. Sehingga tetap patuh phsycal distancing.
Pandemi Corona memang membuat tatanan ekonomi berantakan. Sebab ia membuat kerumunan harus dijauhi. Sementara, bisnis dan geliat ekonomi sudah pasti sangat butuh kerumunan. Tapi, ada pula kreativitas berorientasi ekonomi yang lahir justru ketika ada pandemi. Itulah Dapur Sehat Jan.








