Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Dinamika Jepara, Jipang, dan Pajang

Totok Supriyanto by Totok Supriyanto
12/02/2024
in JURNAKULTURA
Dinamika Jepara, Jipang, dan Pajang

Perhelatan negeri-negeri Jawa untuk membentuk Kerajaan Islam, terbaca di rentang waktu akhir abad 15 sampai abad ke-16. Walaupun periodesasi ini sudah jelas berada di saat Majapahit mengalami keruntuhan, namun kronologi tentang awal terbentuknya Kerajaan Islam Jawa masih kabur dan minim bukti, karena tidak dijumpai naskah-naskah literatur dan artefak yang sezaman.

Rekonstruksi kejadian abad 16 ini baru disusun di akhir abad 17 oleh Mataram, di Serat Kandha dan Babad Tanah Jawi, namun harus menunggu kira-kira 50 tahun untuk mendapat persetujuan dan redaksi dari Belanda. Untuk kemudian, dipublikasikan di Jawa Tengah pada abad 18. Kejadian abad 16, baru dipublish pada abad 18, atas persetujuan Belanda.

Di abad 20, dua sejarawan Belanda (De Graaf dan Pigeaud) mencoba menyusun sejarah Jawa di periode ini secara lebih logis, dengan memasukkan sumber-sumber Eropa yang sezaman, utamanya Suma Oriental, yang menceritakan kondisi pesisir Jawa di awal abad 16.

Dalam buku berjudul Kerajaan Islam di Jawa itu, De Graaf menjelaskan detail awal kebangkitan kerajaan Demak, mengkalibrasi dan membuat alur yang logis bersumber dari Babad Jawa Tengah, naskah Jawa Barat juga dengan catatan-catatan Eropa.

Semua cukup gamblang, namun ketika Demak mengalami penurunan akibat perang, naskah Jawa Barat catatan Portugis atau Eropa tidak mengabarkan akhir dari pemerintahan kerajaan Demak ini, sehingga harus diterima bahwa satu-satunya sumber berikutnya, yang menerangkan peran Jipang sampai Pajang, hanya termuat di Babad Jawa Tengah.

Menariknya adalah bahwa silsilah Naskah Jawa Barat menyebut bahwa (Molana) Arya Sumangsang atau Palembang Anom adalah Raja Demak ke-2, sementara penguasa Jipang adalah adik laki-laki dari “Pangeran Ratu”, dan sama sekali tidak disebut nama Arya Penangsang, sehingga De Graaf dan Pigeaud meninggalkan sebuah catatan; “ … mendorong kita untuk berhati-hati sebelum gambaran keadaan yang serba romantis dalam babad itu untuk kita terima sebagai kebenaran historis…”.

Para penulis keraton Mataram tampak dengan sengaja menyederhanakan peristiwa besar dan penting, cenderung mengagungkan peran raja Mataram selaku penguasa pedalaman Jawa, mengorbankan kedudukan para raja pesisir dan bahkan “merahasiakan” peran Bengawan sebagai jalur kunci awal mula perpindahan kerajaan pesisir menuju ke pedalaman.

Sehingga yang dikabarkan adalah, Demak tunduk tiba-tiba meski simpul kekuatan pelabuhan laut Jepara masih digdaya, dan peran “Pelabuhan Jipang” yang dominan di Bengawan tidak terjelaskan dengan seksama. Johannes Jacobus Meinsma (Pengarang Babad), mengisi interpolasi cerita tutur yang beredar saat itu dengan mengatakan bahwa; Ratu Kalinyamat harus merayu Jaka Tingkir untuk memperdaya Arya Penangsang.

Bagaimapun jalan cerita romansa dan kepahlawanan yang tertulis di Babad karangan Pujangga Meinsma itu, pada akhirnya terdapat simpulan; bahwa Jaka Tingkir tidak sungguh-sungguh mengalahkan Arya Penangsang, tidak benar-benar terayu Ratu Kalinyamat, tetapi Sutawijaya (Mataram) yang tidak sungguh-sungguh kesatria (belum cukup umur), malah justru jadi pemenang lakon “petualangan Panji” di dua simpul pelabuhan itu.

 

Penulis adalah sejarawan dan peneliti dari Blora Bhumi Budaya. 

Tags: JeparaJipangMakin Tahu IndonesiaNagari JipangPajang
Previous Post

Pupuk Ngasem: Solusi Pertanian dari Para Petani Mandiri

Next Post

Bupati Badung Bali Disinyalir Arahkan Dukungan ke Caleg

BERITA MENARIK LAINNYA

Skateboard Bojonegoro Makin Diminati, Anggota Komunitas Bertambah Usai Kejuaraan Nasional
JURNAKULTURA

Skateboard Bojonegoro Makin Diminati, Anggota Komunitas Bertambah Usai Kejuaraan Nasional

06/09/2026
Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia
JURNAKULTURA

Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia

27/08/2026
Ketika Kekuasaan Kehilangan Akal Sehat, Membaca Novel Garcia Marquez
JURNAKULTURA

Ketika Kekuasaan Kehilangan Akal Sehat, Membaca Novel Garcia Marquez

25/08/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Skateboard Bojonegoro Makin Diminati, Anggota Komunitas Bertambah Usai Kejuaraan Nasional

Skateboard Bojonegoro Makin Diminati, Anggota Komunitas Bertambah Usai Kejuaraan Nasional

06/09/2026
Metabolisme Alam, Metabolisme Tubuh Manusia

Metabolisme Alam, Metabolisme Tubuh Manusia

05/09/2026
Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

04/09/2026
Cara Unik SDN Sudu 2 Ajarkan Anak Memilah Sampah

Cara Unik SDN Sudu 2 Ajarkan Anak Memilah Sampah

03/09/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: