Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Fenomena Tiktok Seharusnya Melebihi Hebohnya Michat di Bojonegoro

M. Wildan Gofur by M. Wildan Gofur
22/04/2022
in Peristiwa
Fenomena Tiktok Seharusnya Melebihi Hebohnya Michat di Bojonegoro

Serupa apa saja yang ada di dunia ini, Tiktok punya sisi baik yang belum banyak diketahui.

Beberapa minggu lalu di sebuh group facebook lokal Bojonegoro heboh soal aplikasi Michat. Kehebohan itu datang dari sebuah unggahan anggota group yang menuduh maraknya penjaja seks lewat aplikasi Michat dari sebuah hotel di Bojonegoro.

Sejauh ini Michat memang lebih terkenal sebagai aplikasi transaksi seks. Ya setidaknya itulah yang sering diperbincangkan. Meskipun sebetulnya Michat adalah aplikasi pertemanan yang bisa mendeteksi orang di wilayah terdekat dengan posisi pengguna. Sangat bermanfaat dalam membangun silaturahmi bertetangga. Ya kan.

Mungkin Michat hanya heboh di kalangan tertentu. Berdasarkan data, yang lebih heboh justru tiktok. Menurut laporan yang dirilis We Are Social pada Februari 2022 lalu, Tiktok mengalami lonjakan penggunaan hingga 67 persen. Meskipun belum mengalahlan popularitas Whattapps, namun Tiktok mampu mengubah cara-cara kita berbagi informasi akhir-akhir ini.

Fenomena Tiktok ini menjadi topik diskusi dalam “Bincang-Bincang Media” yang digelar ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para jurnalis di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kemarin Kamis (21/4/2022).

Forum ini menghadirkan narasumber dari berbagai organisasi jurnalis seperti Aliansi Jurnalis Independen, Persatuan Wartawan Indonesia, Serikat Media Siber Indonesia, dan Forum Jurnalis Televisi Bojonegoro.

Berbagai perspektif muncul dalam menyikapi fenomena ini. Mulai dari soal pengasuhan (parenting), hingga soal gaya hidup. Menurut salah satu narasumber, Sasmito Anggoro, Tiktok telah mengubah cara orang-orang bermedia sosial.

“Beberapa Youtubers malah pindah jadi Tiktokers karena melalui Tiktok mereka jadi lebih mudah populer,” katanya.

Ini menjadi penanda bahwa Tiktok mampu memberi ruang yang lebih baik ketimbang aplikasi lainnya. Orang cenderung lebih mudah memberi tanda Like dan share atau download video. Bahkan follow akun. Tanpa orang lain tahu.

Bagas, pengelola akun Tiktok Radar Bojonegoro mengakui bahwa aplikasi ini lebih disukai banyak kalangan. Tak heran jika kini akun Tiktok Radar sudah punya 2,7 juta pengikut. Akun Radar pun sudah terverifikasi centang biru.

“Unggahan-unggahan tentang peristiwa banyak disukai,” ucap Bagas.

Menurut Bagas, untuk banyak viewer dan follower intinya soal konsistensi. Kita harus konsisten dalam mengunggah konten. Meskipun mengunggah ulang video orang lain, viewer-nya tetap tinggi.

Dari sekitar 30-an peserta diskusi, memang tidak semuanya punya akun Tiktok. Namun hampir semua pernah lihat video Tiktok. Video-video di group Whattsapp banyak juga yang berlabel Tiktok. Inilah uniknya aplikasi Tiktok.

Video bisa diunduh dan disebar ke banyak lini. Buat kontennya juga mudah. Kita bisa mengedit, menambahi musik dan tulisan dalam satu unggahan. Tidak perlu aplikasi editor tersendiri untuk bikin video yang mungkin viral.

Namun karena kemudahannya ini, Tiktok menjadi rawan. Bambang Yulianto, Ketua Forum Jurnalis Televisi Bojonegoro mengaku khawatir dengan masifnya aplikasi media sosial ini. Kekhawatirannya tertuju pada anak-anak.

“Peran orang tua harus betul-betul ketat. Jangan sampai anak-anak kita, generasi penerus ini rusak karena video Tiktok,” ujarnya.

Memang Tiktok di kalangan tertentu masih identik dengan video “goyang” dan “guyon”. Fitur saringan kamera yang membuat kulit nampak lebih putih, bibir lebih merah, dan alis lebih tebal, memberi citra yang berbeda. Para pengguna berlomba ingin viral.

Tidak sedikit yang terkenal karena viral. Jadi artis karena konten yang heboh. Ada manfaat ekonomi dan psikologi di sana. Namun dari semua itu, media apapun yang kita gunakan, hendaknya bijak dan tetap mempertimbangkan aspek-aspek budaya, etika, dan kemanusiaan.

 

 

Tags: Fenomena TiktokTiktok
Previous Post

Bojonegoro, Ponorogo, dan The Fountain of Wisdom

Next Post

Mengapa Menjaga Kesehatan Mental Itu Penting?

BERITA MENARIK LAINNYA

NUTASIMPHONY Vol. 2 Meriahkan Dies Natalis ke-9 UKM Musik NU-Tasi UNUGIRI, Perkuat Kolaborasi Musisi Kampus Jawa Timur
Altertainment

NUTASIMPHONY Vol. 2 Meriahkan Dies Natalis ke-9 UKM Musik NU-Tasi UNUGIRI, Perkuat Kolaborasi Musisi Kampus Jawa Timur

12/07/2026
Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional
Olahraga

Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional

11/07/2026
Pentas Teater UKM Lintang Giri: Wadah Mengekspresikan Ide dan Gagasan Kreatif Anggota Baru di Dunia Seni Pertunjukan
Altertainment

Pentas Teater UKM Lintang Giri: Wadah Mengekspresikan Ide dan Gagasan Kreatif Anggota Baru di Dunia Seni Pertunjukan

08/07/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Konflik Dr. Manhattan dan Rorschach di Watchmen (2009): Filsafat Moral dan Perlawanan Terakhir terhadap Dunia yang Korup

Konflik Dr. Manhattan dan Rorschach di Watchmen (2009): Filsafat Moral dan Perlawanan Terakhir terhadap Dunia yang Korup

15/07/2026
KKN Unigoro Resmi Dimulai, Kelompok 04 Siap Kembangkan Potensi Wisata Edukasi Desa Drenges

KKN Unigoro Resmi Dimulai, Kelompok 04 Siap Kembangkan Potensi Wisata Edukasi Desa Drenges

14/07/2026
Jenderal Moerdani dan Pondok Pesantren yang telah Mendidiknya

Jenderal Moerdani dan Pondok Pesantren yang telah Mendidiknya

14/07/2026
Angkat Lokalogi, Kelas Jalanan Ajak Warga Mendekatkan yang Dijauhkan

Angkat Lokalogi, Kelas Jalanan Ajak Warga Mendekatkan yang Dijauhkan

13/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: