Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Festival Blimbing 2026 Perkuat Branding Geopark Bojonegoro

Aska Pradipta by Aska Pradipta
07/11/2026
in Peristiwa
Festival Blimbing 2026 Perkuat Branding Geopark Bojonegoro

Festival Blimbing 2026, Branding Geopark Bojonegoro (JnB)

Ratusan pengunjung memadati venue Festival Blimbing 2026 di Kebun Blimbing Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Sabtu (7/11/2026). Festival tahunan yang dimeriahkan berbagai sajian tradisi, budaya, dan produk olahan lokal itu menjadi bagian dari upaya memperkuat branding Geopark Bojonegoro.

Acara yang dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, beserta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut memiliki arti tersendiri. Terlebih, festival tahun ini berlangsung setelah Bojonegoro memperoleh rekomendasi menuju UNESCO Global Geopark (UGGp). Sebuah momentum untuk memperkenalkan kekayaan lokal sebagai bagian dari identitas geopark berstandar internasional.

Festival Blimbing bukan sekadar perayaan hasil perkebunan. Di dalamnya terdapat perjalanan panjang masyarakat dalam mengembangkan potensi desa menjadi destinasi agrowisata. Sebuah praktik pembangunan berbasis lokal yang mempertemukan kekayaan alam, kreativitas masyarakat, dan kegiatan ekonomi.

Hari Sulistyadi, tokoh masyarakat Desa Ngringinrejo, mengatakan Festival Blimbing telah diselenggarakan sejak 2016. Sebagai agenda tahunan, konsep festival memang tidak banyak mengalami perubahan. Namun, menurutnya, keberlangsungan kegiatan tersebut justru menjadi bukti bahwa wisata buatan yang tumbuh dari potensi masyarakat mampu bertahan dalam waktu panjang.

“Bisa dikatakan wisata buatan yang masih eksis dan bertahan lama hingga kini,” ucap Hari.

Meski demikian, keberlanjutan Kebun Blimbing Ngringinrejo menghadapi tantangan tersendiri. Salah satunya berkaitan dengan usia tanaman. Pohon-pohon belimbing yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut telah ditanam sejak 1983. Artinya, sebagian besar tanaman telah memasuki usia produktif yang semakin tua.

Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro kunjungi Festival Blimbing 2026

Menurut Hari, kondisi tersebut menuntut adanya peremajaan tanaman. Sebab, semakin tua usia pohon belimbing, semakin besar pula tantangan pemeliharaannya. Produktivitas mulai berkurang, sementara kebutuhan perawatan semakin meningkat.

Persoalan ini menjadi catatan penting bagi masa depan agrowisata Ngringinrejo. Sebab, keberadaan kebun bukan hanya menyangkut daya tarik wisata, melainkan juga sumber penghidupan masyarakat. Peremajaan tanaman, penguatan kapasitas petani, dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungannya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Elzadeba Agustina, mengatakan Festival Blimbing merupakan salah satu kegiatan untuk mengangkat potensi Geopark Bojonegoro. Agrowisata Blimbing Ngringinrejo menjadi bagian dari situs geopark, khususnya dalam fokus keragaman hayati, pariwisata, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Menurut Elza, festival tersebut merupakan kegiatan berbasis potensi lokal yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Selain memperkenalkan berbagai produk olahan belimbing, kegiatan ini menjadi ruang promosi bagi kekayaan hayati sekaligus kreativitas masyarakat Bojonegoro.

“Kebun Blimbing bagian penting dari Geopark Bojonegoro, terutama dalam fokus keragaman hayati dan potensi ekonomi,” ucap dia.

Melalui festival, hasil perkebunan tidak berhenti sebagai komoditas pertanian. Belimbing dapat dikembangkan menjadi beragam produk olahan yang memiliki nilai tambah. Di sisi lain, kebun menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang mempertemukan pengunjung dengan aktivitas pertanian masyarakat.

Dengan demikian, pengembangan agrowisata memiliki dua dimensi sekaligus. Menjaga keberadaan sumber daya hayati dan membuka peluang ekonomi melalui kreativitas masyarakat. Keduanya menjadi bagian penting dalam membangun pariwisata yang tidak tercerabut dari akar lokalnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan Festival Blimbing bukan sekadar acara seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, baik melalui penguatan UMKM maupun pengembangan potensi lokal.

Terlebih, Kebun Blimbing Ngringinrejo merupakan salah satu situs Geopark Bojonegoro yang memiliki nilai penting dalam pengembangan pariwisata berbasis potensi daerah.

“Kebun Belimbing ini potensi lokal yang sudah ada sejak lama, dan harus diangkat dengan beragam inovasi,” ucap dia.

Wahono menambahkan, Kebun Blimbing memiliki kontribusi terhadap keberadaan Geopark Bojonegoro, terutama dalam aspek keragaman hayati dan potensi ekonomi. Dua aspek tersebut merupakan bagian dari pilar penting pengembangan geopark internasional.

Dalam perspektif geopark, kekayaan suatu wilayah tidak semata-mata diukur dari keunikan bentang geologi. Keragaman hayati, warisan budaya, pengetahuan masyarakat, hingga praktik ekonomi lokal juga membentuk satu kesatuan identitas kawasan. Karena itu, keberadaan Kebun Blimbing Ngringinrejo memperlihatkan bagaimana potensi alam dapat tumbuh berdampingan dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Festival Blimbing 2026 sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai kepentingan tersebut. Pemerintah, masyarakat, petani, pelaku UMKM, dan pengunjung berada dalam satu perayaan yang mengangkat kekhasan daerah. Branding geopark pun tidak hanya dibangun melalui promosi dan pengenalan nama, tetapi melalui pengalaman nyata atas kekayaan yang dimiliki masyarakat.

 

Tags: Festival Blimbing 2026Festival GeoparkGeopark BojonegoroUNESCO Global Geopark Bojonegoro
Previous Post

Membongkar Akar Trauma Franz Kafka dan Pembangkangan Max Brod demi Warisan Sastra bagi Peradaban

BERITA MENARIK LAINNYA

Diakui UNESCO: Geopark Bojonegoro Mendunia, Bumi Harus Dijaga
Peristiwa

Diakui UNESCO: Geopark Bojonegoro Mendunia, Bumi Harus Dijaga

03/11/2026
HISMI Resmikan Kantor Sekretariat Nasional di Malang, Tandai Enam Tahun Perjalanan Organisasi
Peristiwa

HISMI Resmikan Kantor Sekretariat Nasional di Malang, Tandai Enam Tahun Perjalanan Organisasi

31/10/2026
Membaca Supremasi Masyarakat Sipil dalam Naskah Kuno Bojonegoro
Peristiwa

Membaca Supremasi Masyarakat Sipil dalam Naskah Kuno Bojonegoro

27/10/2026

Anyar Nabs

Festival Blimbing 2026 Perkuat Branding Geopark Bojonegoro

Festival Blimbing 2026 Perkuat Branding Geopark Bojonegoro

07/11/2026
Membongkar Akar Trauma Franz Kafka dan Pembangkangan Max Brod demi Warisan Sastra bagi Peradaban

Membongkar Akar Trauma Franz Kafka dan Pembangkangan Max Brod demi Warisan Sastra bagi Peradaban

06/11/2026
Sadap: Mengambil dengan Melukai

Sadap: Mengambil dengan Melukai

05/11/2026
Membaca Madinah: Bagaimana Arab Saudi Mengembangkan Kota Nabi (2)

Membaca Madinah: Bagaimana Arab Saudi Mengembangkan Kota Nabi (2)

04/11/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: