Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Frozen 2 dan Pesan Tersirat untuk Pemerintah

Bakti Suryo by Bakti Suryo
28/02/2020
in JURNAKULTURA
Frozen 2 dan Pesan Tersirat untuk Pemerintah

Membicarakan film Frozen 2 mungkin agak terlambat. Tapi, tak ada kata terlambat untuk membincang perfilman, serupa tak ada kata telat untuk mengkritisi kebijakan. 

Segerombolan pemuda nangkring di teras Kedai EJSC. Itu terjadi saat gerimis di suatu malam. Membahas berbagai film sambil menimati kopi panas. Hingga satu momen, mbahas film, jatuh pada Frozen 2.

Tentu, pembahasan film itu bukan karena ada tokoh yang bernama Ana. Yang tentu saja mirip kayak nama bupati Bojonegoro, Anna Muawanah.

Nabs, Frozen 2 berkisah tentang Elsa yang mencari asal usul kekuatannya. Dia bersama Ana, Kristoff, Olaf dan Sven melakukan perjalanan. Mereka pergi ke hutan kuno yang ajaib. Itu semua demi menyelamatkan Kerajaan Arendelle.

Saat membincangkan kisah Ana dan Elsa tersebut, seorang pemuda menjadi pembincang utama. Namanya Awe Saiful Huda, pemuda gondrong yang sangat kritis sejak dalam pikiran. Dia akrab disapa Awe.

Menurut Awe, cerita Frozen 2 seperti gambaran Indonesia saat ini. Mengangkat masalah isu lingkungan yang terjadi. Misalnya banjir di Jakarta dan beberapa daerah lain. Seperti penanganan yang tidak maksimal.

“Uniknya, Frozen 2 mirip seperti Indonesia saat ini. Misalnya gagalnya kebijakan betonisasi dalam menangani banjir dan urusan penggusuran,” kata pria yang juga direktur NGO tersebut.

Awe bercerita tentang bagian film di mana Elsa bertemu seorang peramal. Elsa bertanya tentang masa depan dan takdirnya. Sayang, peramal itu tidak mampu melihat dan memprediksi masa depan Elsa.

“Saat masa depan tidak bisa dilihat atau diprediksi, yang harus dilakukan adalah yakin bahwa yang kamu lakukan adalah hal yang paling benar,” kata Awe.

Konflik ceritanya adalah tentang Raja Runeard, pendiri dan raja pertama Arendelle. Dia membuat perjanjian dengan suku Northuldra membangun bendungan di Hutan Enchanted.

Namun, perkelahian terjadi dan membuat marah roh-roh bumi, api, udara, dan air yang menghuni hutan. Roh-roh tersebut kemudian menghilang dan dinding kabut menghilangkan semua orang di hutan.

Dengan kekuatan yang Elsa miliki, dia harus bertindak berdasar intuisi. Elsa harus yakin dengan apa yang dianggapnya benar. Tujuannya demi kemaslahatan hidup rakyat Arendelle.

Menurut Awe, Elsa ibarat aparatur negara. Seorang pemimpin harus berusaha mewujudkan kepentingan masyarakat. Kesejahteraan masyarakat dibangun melalui kebijakan yang humanis.

“Segala kebijakan itu harus sesuai kepentingan bersama dan rakyat itu harus diperlakukan secara humanis,” ucap Awe.

Di balik setiap kebijakan, biasanya mengundang kontroversi. Menurut Awe, ini begitu unik. Mirip sekali dengan keadaan politik Jakarta. Terlebih soal penanganan banjir.

Dari Frozen 2, kamu bisa menemukan dua mazhab penanganan banjir. Mazhab Ahok soal normalisasi sungai dan mazhab Anies soal naturalisasi sungai. Keduanya kerap dibandingkan dan diperdebatkan.

“Film itu juga menggambarkan seperti keadaan di Jakarta, yaitu penanganan banjir. Khususnya soal normalisasi atau naturalisasi. Apik iku. Jajal wae nonton,” pungkas Awe.

Namun, sebagai pemerintah perlu bijaksana dalam membuat kebijakan. Bukan lagi tentang salah atau benar, tetapi mana yang dinilai perlu diambil langkah. Intinya, permasalahan harus segera dicarikan solusi. Setelah itu, segera dilakukan. Demi kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat.

Tags: Banjir JakartaFrozen 2KebijakanPemerintah
Previous Post

Bagaimana Seorang Ayah Mengelabuhi Rasa Takut

Next Post

Menanam Pohon Trembesi untuk Negeri

BERITA MENARIK LAINNYA

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Sertijab Direktur Eksekutif LPDS: Tantangan Jurnalisme di Era Digital dan Target Penguatan Kompetensi Pers

Sertijab Direktur Eksekutif LPDS: Tantangan Jurnalisme di Era Digital dan Target Penguatan Kompetensi Pers

21/10/2026
Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten

Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten

21/10/2026
Dari Api Abadi hingga Doa Bersama, Merawat Kebersamaan di HJB 349

Dari Api Abadi hingga Doa Bersama, Merawat Kebersamaan di HJB 349

20/10/2026
Skill Saja Tak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Para Pelajar dan Mahasiswa Magang

Skill Saja Tak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Para Pelajar dan Mahasiswa Magang

19/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: